27-04-2014, 09:34 AM
Kenapa cacat harmonik menjadil lebih tinggi jika amplifier dibebani dengan impedansi yang lebih rendah? Misalnya cacat harmonik dengan beban 4 ohm selalu lebih tinggi dari beban 8 Ohm.
Jika transistor final memakai transistor bipolar, maka yang paling berkontribusi terhadap masalah ini adalah semakin tinggi arus kolektor semakin kecil hFE transistor final tersebut.
Kita bisa lihat grafik hFE terhadap arus kolektor pada datasheet transistor tersebut.
Transistor 2N3055 penurunan hFE terhadap arus kolektor sangat curam. Sehingga cacat harmonik pada beban 4 Ohm bisa 3x dari beban 8 Ohm. Sedangkan transistor yang lebih modern penurunan hFE ini tidak terlalu curam bahkan ada transistor tertentu dalam range arus kolektor yang lebar hFE nya hampir tidak berubah.
Cara mengurangi cacat harmonik yang meningkat tajam pada beban ohm rendah dengan memparalelnya. Cara ini memaksa transistor final bekerja pada range arus kolektor yang lebih sempit, sehingga penurunan hFE nya pada range tersebut tidak terlalu tajam.
Ini hanya salah satu karakteristik dari transistor final. Beda karakteristik beda juga cara mengoptimalkan transistor tersebut dalam sebuah disain.
Namum orang awam umumnya menilai transistor final hanya dari sisi kemasannya =)) (jengkol-an karena banyak yg suka jengkol) Tapi saya yakin banyak member forum ini yang tidak seperti itu.
Jika transistor final memakai transistor bipolar, maka yang paling berkontribusi terhadap masalah ini adalah semakin tinggi arus kolektor semakin kecil hFE transistor final tersebut.
Kita bisa lihat grafik hFE terhadap arus kolektor pada datasheet transistor tersebut.
Transistor 2N3055 penurunan hFE terhadap arus kolektor sangat curam. Sehingga cacat harmonik pada beban 4 Ohm bisa 3x dari beban 8 Ohm. Sedangkan transistor yang lebih modern penurunan hFE ini tidak terlalu curam bahkan ada transistor tertentu dalam range arus kolektor yang lebar hFE nya hampir tidak berubah.
Cara mengurangi cacat harmonik yang meningkat tajam pada beban ohm rendah dengan memparalelnya. Cara ini memaksa transistor final bekerja pada range arus kolektor yang lebih sempit, sehingga penurunan hFE nya pada range tersebut tidak terlalu tajam.
Ini hanya salah satu karakteristik dari transistor final. Beda karakteristik beda juga cara mengoptimalkan transistor tersebut dalam sebuah disain.
Namum orang awam umumnya menilai transistor final hanya dari sisi kemasannya =)) (jengkol-an karena banyak yg suka jengkol) Tapi saya yakin banyak member forum ini yang tidak seperti itu.
