27-05-2014, 11:10 AM
Amplifier diatas dirancang untuk beban 4 Ohm kontinyu. Kalau mau beban 2 Ohm kontinyu sebaiknya transistor final ditambah sepasang lagi jadi 3 pasang. Namun THD nya akan naik secara signifikan. Kalau ingin THD nya cukup rendah pada beban 2 Ohm, output stage perlu diganti semacam triple emitter follower.
Bisa juga ditambah VI limiter sebagai proteksi transistor final terhadap beban yang terlalu rendah atau hubungsingkat, namun konsekuensinya akan menaikkan THD.
Ini tegangan output, waktu powersupply dihidupkan:
Tegangan output naik menjadi 22V, lalu turun lagi mendekati nol. Jadi perlu tundaan untuk menghubungkan speaker ke output amplifier (memakai relay mekanik atau solid state). Waktu tundaan, minimal 1 detik.
Jika bootstrap resistor diganti sumber arus, maka tegangan output saat power supply pertama kali dihidupkan bisa jauh lebih kecil. Tapi tetap diperlukan rangkaian tundaan. Ini contoh tegangan outputnya:
Bisa juga ditambah VI limiter sebagai proteksi transistor final terhadap beban yang terlalu rendah atau hubungsingkat, namun konsekuensinya akan menaikkan THD.
Ini tegangan output, waktu powersupply dihidupkan:
Tegangan output naik menjadi 22V, lalu turun lagi mendekati nol. Jadi perlu tundaan untuk menghubungkan speaker ke output amplifier (memakai relay mekanik atau solid state). Waktu tundaan, minimal 1 detik.
Jika bootstrap resistor diganti sumber arus, maka tegangan output saat power supply pertama kali dihidupkan bisa jauh lebih kecil. Tapi tetap diperlukan rangkaian tundaan. Ini contoh tegangan outputnya:
