08-07-2014, 12:04 PM
(08-07-2014, 07:41 AM)imronhabibi Wrote: dari beberapa post yg saya lihat di forum ini, ampli yg didesain dengan benar kebanyakan berkarakter flat, sedang yg dimodif asal-asalan untuk menonjolkan karakter tertentu (bass/mid/high) cenderung memiliki cacat jika disimulasi. kenapa seperti itu
Karena banyak yg modif asal gatuk, alias coba2 saja dengan mendengarkan saja hasilnya tanpa diukur.
Tanpa simulasi sebenarnya bisa saja, tapi harus memiliki alat ukur lengkap, Distortion Meter, S/N Meter, Signal Generator dengan cacat yang rendah, dan sebagainya.
Jika hanya mengandalkan telinga, misalnya yang modif telinga ngga sensitif dgn frekuensi tinggi atau ngga tahu suara yang cacat tinggi atau yang rendah itu seperti apa. Yang dipakai untuk test dengar rekamannya jelek kualitasnya, playernya jelek kualitasnya. Speaker yang dipakai jelek kualitasnya. Pokoknya kombinasi dari sebab2 diatas.
Amplifier yang ideal, semakin bagus speaker yang digunakan semakin akurat suaranya.
Simulasi sebenarnya hanya untuk mempercepat disain saja. Kalau simulasinya benar, maka sekitar 90% kemungkinan rangkaian berfungsi. Namun perfomanya belum tentu mendekati hasil simulasi. Ini masih tergantung dari tata letak komponen dan disain PCB, pemilihan tipe komponen. Jika pemilihan komponen tepat dan tata letak komponen dan disain PCB mengikuti kaidah-kaidah engineering maka hasil pengukuran bisa dekat sekali dengan hasil simulasi.
Kalau buat profesional cara kerjanya seperti ini:
1. Simulasi
2. Bikin Prototype
3. Ukur spesifikasi
4. Modifikasi sampai didapatkan target spesifikasi yang diharapkan
5. Bikin prototype lagi untuk produksi masal
6. Ukur spesifikasi
7. Jika belum memenuhi target, maka target diturunkan atau kembali ke no. 4
8. Produksi masal
Saat produksi masal, perbaikan masih terus dilakukan sampai produksi masal tersebut selesai.
