(07-07-2014, 02:46 PM)gantex Wrote: nah itu hasil dari M10 dan 3k6 kang :-D .yg sebelah kanan sudah lumayan ditengah tinggal ceking input steppernya untuk voltase yg bervariasi hasilnya gimana :-)
ayo2 dicoba :-)
bisa dicoba buat ampli kecil dulu, misalnya dengan tegangan power supply +-35V dan +-63V
Transistor finalnya cukup 2 pasang, misalnya 2SC5200 dan pasangannya.
Transistor daya buat switchingnya cukup 1 saja.
Kalau berhasil baru coba buat amplifier daya tinggi, terus buat produksi masal deh....
Setelah lama mengamati dan mencoba, akhirnya saya mengambil kesimpulan untuk sementara ini, bahwa disain yang suaranya disenangi oleh penggemar DIY audio untuk home amplifier ada 3 dasar filosofinya:
1. Utamakan profile cacat harmonik dengan harmonik ke-2 paling besar, lalu harmonik ke-3 lebih kecil, lalu harmonik ke-4 lebih kecil lagi, dan seterusnya. Besarnya THD tidak terlalu penting.
Contoh disainer yang mengikuti filosofi ini adalah Hugh Dean, Nelson Pass
2. Utamakan THD sekecil-kecilnya, jika profile harmoniknya bisa seperti poin no. 1 lebih baik.
Contoh disainernya: Ostripper, Bonsai
3. Utamakan slew rate setinggi-tingginya, sebisa mungkin dengan rangkaian yang sesederhana mungkin pada jalur sinyal. Contoh disianernya adalah Lazy Cat
Sedangkan saya sendiri berdasarkan percobaan sendiri akhirnya memilih filosofi:
dapatkan slew rate setinggi-tingginya apapun topologi yang akan dipakai, lalu dapatkan THD sekecil-kecilnya pada frekuensi 20kHz, setelah itu dapatkan PSRR setinggi-tingginya pada frekuensi audio
Filosofi ini saya terapkan pada Blameless 150.
