09-07-2014, 10:58 AM
(09-07-2014, 09:26 AM)bimo_tok Wrote: ayo2 dicoba :-)
bisa dicoba buat ampli kecil dulu, misalnya dengan tegangan power supply +-35V dan +-63V
Transistor finalnya cukup 2 pasang, misalnya 2SC5200 dan pasangannya.
Transistor daya buat switchingnya cukup 1 saja.
Kalau berhasil baru coba buat amplifier daya tinggi, terus buat produksi masal deh....
:bd tinggal kumpulin partnya kang soalnya kadang kehabisan stok :-D
(09-07-2014, 09:26 AM)bimo_tok Wrote: Setelah lama mengamati dan mencoba, akhirnya saya mengambil kesimpulan untuk sementara ini, bahwa disain yang suaranya disenangi oleh penggemar DIY audio untuk home amplifier ada 3 dasar filosofinya:
1. Utamakan profile cacat harmonik dengan harmonik ke-2 paling besar, lalu harmonik ke-3 lebih kecil, lalu harmonik ke-4 lebih kecil lagi, dan seterusnya. Besarnya THD tidak terlalu penting.
Contoh disainer yang mengikuti filosofi ini adalah Hugh Dean, Nelson Pass
2. Utamakan THD sekecil-kecilnya, jika profile harmoniknya bisa seperti poin no. 1 lebih baik.
Contoh disainernya: Ostripper, Bonsai
3. Utamakan slew rate setinggi-tingginya, sebisa mungkin dengan rangkaian yang sesederhana mungkin pada jalur sinyal. Contoh disianernya adalah Lazy Cat
Sedangkan saya sendiri berdasarkan percobaan sendiri akhirnya memilih filosofi:
dapatkan slew rate setinggi-tingginya apapun topologi yang akan dipakai, lalu dapatkan THD sekecil-kecilnya pada frekuensi 20kHz, setelah itu dapatkan PSRR setinggi-tingginya pada frekuensi audio
Filosofi ini saya terapkan pada Blameless 150.
yah memang susah kang kan selera orang beda - beda kang, solusinya ambil jalan tengahnya saja kang biar mudah :-D
