(24-07-2014, 07:27 PM)gantex Wrote: :-D yah sih kang, udah coba bias diturunin ?
wah kalo finalnya asli atau tidak saya rasa ngak gitu ngaruh kang, persepsi saya kalo palsu, final langsung jebol :-D . coba saat klip b final dapat berapa volt ?
Dia bilang resistor emitor transistor finalnya ngga ada tegangannya. Jadi ini murni kelas B. Kalau tegangan biasnya diturunin lagi cacat crossovernya jadi tambah besar.
Semiconductor palsu/tiruan belum tentu kualitasnya sangat jelek, kecuali tujuannya untuk menipu. Pabrik semiconductor engineernya ngga bodo2 amat. Dia bisa membuat tiruan berdasarkan datasheet dari suatu transistor dan IC. Ini saya alami sendiri sewaktu masih jadi engineer suatu produk elektronik.
Departemen Engineering tempat saya bekerja ingin melakukan "cost down". Kami meminta pabrik semiconductor dari Taiwan membuat IC driver fluorescence display dan keypad yang semula buatan Panasonic. Kami hanya memberi datasheet IC tersebut dan tentu saja minta harga murah. Pabrik dari Taiwan menyanggupi. Setelah jadi, dicoba pada produk kami. Ternyata semua fungsi berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Ketika sampai di Quality Control, harus menjalani test "spark", yaitu tombol2 dari plastik dan bagian2 depan dari produk tersebut yang terbuat dari plastik disetrum dengan tegangan 10kV untuk mensimulasikan sambaran petir. Hasilnya, hampir semua IC produksi pabrik Taiwan mati. Lalu test diturunkan dengan tegangan 5kV. Lumayan hanya beberapa yang mati. Akhirnya spesifikasinya yang diturunkan, kan namanya juga "cost down" :-D
Komponen yang populer sering dibuat oleh beberapa pabrik. Misalnya NE5532 ada yang dari SYMicro, Signetic, Philips. Lalu 2SC5200 yang aslinya buatan Toshiba, Fairchild Semiconductor bikin, STMicro bikin. Mungkin pabrik Cina dan Taiwan juga bikin.
Yang memalsu biasanya orang glodok dengan mengganti sablonan dari transistor jenis lain. Terakhir beli resistor 1%, yang punya toko bilang adanya resistor 1% celupan. Katanya resistor 5% yang diganti warnanya saja, jadi harganya sama yaitu 50 rupiah. :xx Kalau seperti ini namanya menipu.
