30-07-2014, 04:52 PM
Biasanya tweeter jebol karena amplifier clipping sehingga cacat harmonik besar sekali. Bentuk tegangan keluaran hampir kotak.
Lihat thread APEX di diyaudio.com. Dia banyak mendisain limiter untuk tweeter. Dari lampu pijar sampai pakai transistor BJT, Mosfet, dll. Yang prinsipnya membatasi arus yang masuk ke tweeter.
Tahanan lampu pijar sangat kecil saat arusnya kecil. Jika arusnya besar, filamennya menjadi panas sehingga tahanannya juga menjadi besar.
Kalau yang memakai transistor, prinsipnya jika ada arus besar di tweeter, koneksi ke tweeternya diputus.
Sebenarnya dengan menjaga amplifier agar tidak terjadi clipping akan menjaga tweeter dari kemungkinan rusak. Sayangnya banyak operator yang telinganya tidak sensitif terhadap cacat. Yang penting suaranya kenceng biarpun cacat :-D
Lihat thread APEX di diyaudio.com. Dia banyak mendisain limiter untuk tweeter. Dari lampu pijar sampai pakai transistor BJT, Mosfet, dll. Yang prinsipnya membatasi arus yang masuk ke tweeter.
Tahanan lampu pijar sangat kecil saat arusnya kecil. Jika arusnya besar, filamennya menjadi panas sehingga tahanannya juga menjadi besar.
Kalau yang memakai transistor, prinsipnya jika ada arus besar di tweeter, koneksi ke tweeternya diputus.
Sebenarnya dengan menjaga amplifier agar tidak terjadi clipping akan menjaga tweeter dari kemungkinan rusak. Sayangnya banyak operator yang telinganya tidak sensitif terhadap cacat. Yang penting suaranya kenceng biarpun cacat :-D
