(30-07-2014, 05:03 PM)onedita Wrote: jadi menurut akang bimo_tok perlu elko lg gak, klo perlu yang ukuran berapa, twiter saya acr 100watt kang
elco untuk membuang (filter) frekuensi rendah biar ngga masuk ke tweeter. Sebaiknya jangan pakai elco tapi MKP.
Jika hanya memakai kapasitor saja, filternya orde satu (-6dB/oktaf). Rumusnya:
F = 1/(2 x pi x R x C)
F = Frekuensi -3dB
pi = 3.1415926535897932384626433832795 atau 355/113 (perbandingan ini ditemukan orang China kuno, lihat angkanya unik)
R = impedansi tweeter
C = nilai kapasitor
Lebih baik memakai filter orde 2 (-12dB/oktaf) dengan induktor dan kapasitor. Untuk rumus crossover pasif bisa download software di internet, ada beberapa yg gratis.
Frekuensi ditentukan oleh respon frekuensi tweeter yang digunakan.
Filter ini atau crossover pasif tidak memproteksi tweeter dari arus yang berlebihan.
Saya sarankan buat operator sound system untuk melatih telinganya agar bisa membedakan warna suara. Gitar listrik dan gitar akustik walaupun sama2 memainkan nada yang sama, tapi warna suaranya beda. Gitar akustik pun jika senarnya bahannya beda, warna suaranya beda walaupun memainkan nada yang sama.
Seharusnya suara pelan (volume kecil) dan suara kencang (volume besar), warna suara pada speaker harus tetap sama. Jika beda maka ampli atau speakernya memiliki cacat.
Lalu bedakan suara alat musik yang direkam dengan suara aslinya.
Telinga terlatih gampang mendeteksi cacat harmonik yang kecil, apalagi cacat harmonik karena amplifier nya clipping. Gampang banget.
Kalau terjadi clipping sesaat (beberapa mili second), biasanya tweeter tidak langsung rusak. Kalau clipping nya kelamaan, baru jebol. Boleh dicoba kalau ngga percaya, sekaligus melatih telinga :-D
