06-08-2014, 12:24 PM
Tegangan basis - emitor (VBE) terhadap arus kolektor atau emitor dari satu tipe transistor bervariasi. Jadi walaupun sama2 pakai 2SC5200, yang satu tegangan VBE misalnya 0,5V menghasilkan arus emitor 50mA. Tapi transistor 2SC5200 yang lain belum tentu tegangan tegangan VBE 0,5V juga menghasilkan 50mA. Makanya VBE multiplier dibuat variable/bisa diatur tegangannya agar bisa diatur arus emitor dengan tepat. Kalau tegangan VBE terhadap arus emitor tidak bervariasi pada satu tipe transistor, maka VBE multiplier dibuat tetap saja.
Pengaturan arus bias ini sudah diteliti oleh seorang ilmuwan yg bekerja di Hewlet Packard yang memiliki gelar akademi Doctor. Lalu ditulis oleh dengan bukti2 pengukuran oleh pengarang buku cara merancang amplifier yaitu Douglas Self dan Bob Cordell yang bergelar akademi Doctor juga. Kenapa masih banyak yang mengukur bias dengan mengukur tegangan basis - emitor? Bukan mengukur arus emitornya?
Sebenarnya siapa yang pertama kali ngajarin orang2 Indonesia untuk mengukur bias dengan cara tersebut? Dan sudah diberi bukti berupa fakta2 pengukuran tapi masih tidak percaya? Apa memang orang Indonesia lebih percaya tradisi daripada ilmu pengetahuan?
Benar2 mengherankan dan tidak masuk akal.
Pengaturan arus bias ini sudah diteliti oleh seorang ilmuwan yg bekerja di Hewlet Packard yang memiliki gelar akademi Doctor. Lalu ditulis oleh dengan bukti2 pengukuran oleh pengarang buku cara merancang amplifier yaitu Douglas Self dan Bob Cordell yang bergelar akademi Doctor juga. Kenapa masih banyak yang mengukur bias dengan mengukur tegangan basis - emitor? Bukan mengukur arus emitornya?
Sebenarnya siapa yang pertama kali ngajarin orang2 Indonesia untuk mengukur bias dengan cara tersebut? Dan sudah diberi bukti berupa fakta2 pengukuran tapi masih tidak percaya? Apa memang orang Indonesia lebih percaya tradisi daripada ilmu pengetahuan?
Benar2 mengherankan dan tidak masuk akal.
