(29-10-2014, 01:43 PM)Prastyo Wrote: Pak jika seting bias kurang tepat selain terjadinya cacat crossover apakah ada pengaruhnya terhadap kualitas suara secara signifikan?
Tergantung seberapa besar cacat crossovernya. Kalau besar pengaruh terhadap kualitas suara signifikan.
Kalau arus bias terlalu kecil, sebagian orang dengan mudah mengenalinya terutama pada amplifier yang open loop gainnya kecil. Suaranya "kasar" terutama saat daya keluarannya kecil (volume kecil).
Kalau open loop cukup tinggi dan gain cukup kecil (feedback tinggi), cacat akibat crossover ini akan dikoreksi oleh umpan balik menjadi sangat kecil. Makanya untuk amplifier berdaya besar tidak masalah kalau pakai kelas B. Apalagi kalau suaranya kenceng terus.
Pada transistor bipolar, jika arus biasnya melebih nilai optimalnya akan terjadi gm doubling dan cacat crossover naik lagi sampai akhirnya hilang saat dibias menjadi kelas A. Efek gm doubling sama arus bias yg terlalu kecil berbeda. Kadang2 ada yg suka dengan suara saat terjadi gm doubling, yaitu suara menjadi "dark". Silakah dicoba sendiri.
Seberapa besar arus bias, tergantung selera dari perancangnya untuk mengkompromikan hal2 lainnya. Misalnya akan menjadi aneh jika ampli daya rendah dan open loop gainnya kecil dan power supply dari PLN pakai kelas B. Ini pasti perancangnya kalau ngga pelit pasti ngga ngerti soal perancangan amplifier :-D
Atau ampli daya besar pakai kelas A. Ini pasti perancangnya kaya banget/boros atau mau bikin ampli multi fungsi sekaligus sebagai kompor listrik :-D
Dari semua pilihan tersebut, yang penting arus biasnya stabil terhadap suhu. Kalau kelas B karena arus biasnya kecil bahkan nol, ngga perlu mikirin kestabilan arus bias terhadap suhu :-D
Oya, dengan adanya arus bias pada transistor final maka fT transistor final menjadi tinggi (fT berubah terhadap arus kolektor). Ini akan mempengaruhi phase margin nya dan bandwidth nya.
