20-12-2014, 09:49 AM
(19-12-2014, 08:31 PM)Milito Wrote: wahhh... terima kasih pencerahannya Pak?? saya masih belajar juga, jadi down baca komen. Mirip bahasa Bapak Dosen..:bd :bd:bd
untuk sementara tegangan di turunkan menjadi 18vac (tidak tahu rumusnya kalau vdc jadi berapa) dan di kasih elco dan trafo 2A.
Tanya lagi Pak...
1.Osilasi itu apa?
2.untuk mencegah osilasi ada ocl 140 watt gimana Pak?
~O)~O)
1. Osilasi itu amplifier menghasilkan sinyal dengan frekuensi tertentu meskipun tidak diberi sinyal input.
2. Untuk mencegah osilasi secara umum, jika rancangannya sudah memiliki phase margin dan gain margin yang mencukupi:
- Usahakan tidak menggunakan kabel terlalu panjang selain kabel input, output, dan power supply. Malah lebih baik semua komponen ada dalam 1 PCB (tidak memakai kabel). Setiap kabel memiliki induktansi yg besarnya tergantung panjangnya.
- Usahakan mengikuti layout yg baik. Setiap titik yg memiliki impedansi tinggi tidak boleh berdekatan dgn titik yg memiliki impedansi rendah. Kalau terpaksa harus dipisah dgn jalur ground atau power supply.
- Jalur power supply harus memiliki de-coupling (kapasitor yg menghubungkan jalur power supply ke ground) yg mencukupi. Kapasitor ini terdiri dari dua jenis, yaitu elco untuk mem- bypass frekuensi rendah dan keramik untuk mem- bypass frekuensi tinggi.
Setiap rancangan yang sudah terbukti bekerja dgn baik dan tidak berosilasi, jika diganti jenis transistornya ada kemungkinan berosilasi. Karena tipe transistor yg berbeda memiliki karakteristik yg berbeda. Bahkan satu tipe transistor jika diproduksi oleh perusahaan yang berbeda seringkali karakteristiknya tidak sama persis.
Misalnya transistor 2N3055 jaman dulu memiliki fT yang lebih rendah dgn transistor 2N3055 jaman sekarang, karena proses pembuatannya yang berbeda. Pada forum2 luar ada beberapa orang mengalami osilasi saat mengganti transistor amplifier kuno yang rusak.
