27-03-2015, 03:05 PM
(27-03-2015, 02:33 PM)dimmazwahyu Wrote: Mohon koreksi... :-)
Kelas B, arus kolektor transistor final 0 mA. Waktu ada sinyal input, transistor pada supply positif (biasanya NPN) dan negatif (biasanya PNP) (push - pull) bekerja secara bergantian.
Kelas AB, arus kolektor transistor final lebih besar dari 0mA tapi kurang dari 1/2 arus puncak maksimalnya.
Kelas A (yg push - pull karena khusus kelas A bisa single ended) arus kolektor transistor finalnya 1/2 dari arus puncak maksimalnya.
Jadi kelas B, AB, dan A ditentukan oleh besarnya arus kolektor saat tidak ada sinyal atau arus biasnya. Bukan oleh besarnya tegangan bias.
Tegangan basis - emitor 0,5V pada satu transistor sudah membuat transistor tersebut mengalirkan arus pada kolektornya sedangkan transistor yg lain mungkin belum.
Coba ukur tegangan basis - emitor 10 transistor 2N3055 saat arus kolektornya 50mA. Apakah sama semuanya?
Arti transistor "bekerja" adalah transistor tersebut mengalirkan arus pada kolektornya.
Jadi jika kita mengatur tegangan basis - emitor 0,5V pada skematik yg sama apakah besarnya cacat crossover sama? Tidak. Tapi jika kita mengatur arus bias 50mA pada skematik amplifier yg sama maka cacat crossovernya sangat mendekati sama.
Saya sudah mengingatkan hal ini berkali-kali dan ini didukung penelitian ilmiah yang diakui di dunia. Dimuat pada buku2 perancangan amplifier karangan Douglas Self dan Bob Cordell yang menjadi pegangan profesional di hampir seluruh dunia, tapi banyak orang-orang Indonesia yang masih ngeyel. Tradisi yang salah dipakai terus-menerus.
