THD (Total harmonik distorsion) atau dengan kata lain jumlah keseluruhan cacat harmonik.
a. Kenapa cacat harmonik ? , karena semua berawal dari sini.
b. Kalau berawal dari cacat harmonik, apa cacat harmonik itu ?
Cacat harmonik adalah beberapa frekuensi kelipatan dari awal / dasarnya, semisal frekuensi dasarnya adalah 1 kHz, maka frekuensi kedua adalah 2 kHz, frekuensi ketiga adalah 3 kHz, dan seterusnya.
Jika ada sinyal sinus murni yang melewati suatu komponen atau rangkaian, akan menghasilkan frekuensi-frekuensi harmonik, karena adanya beberapa faktor maka sinyal input (frekuensi harmonik) banyak atau sedikit berbeda pada outputnya, dan ini disebut cacat harmonik, dari keseluruhan itu maka didapat atau dijumlahkan sehinga disebut dengan THD.
THD pada amplifier akan merubah warna suara / hasil suara yg dihasilkan atau dikeluarkan jika THDnya cukup besar.
THD pada suatu amplifier nilainya berubah jika daya dan frekuensinya berubah pada beban yang sama.
THD makin besar jika bebannya makin kecil.
THD memang bukan satu-satunya spesifikasi yang menggambarkan kualitas dari amplifier. Namun THD penting sebagai panduan dalam merancang amplifier. Pengertian THD ini sulit dipahami oleh banyak orang, bahkan orang yang merancang amplifier dan menjualnya. Umumnya orang beranggapan bahwa amplifier tidak memiliki cacat. Sinyal masukan akan dikuatkan secara sempurna sehingga bentuk sinyal keluaran akan sama persis dengan sinyal masukan.
semoga ini lebih bisa dipahami, mohon maaf jika ada salah kata :-)
a. Kenapa cacat harmonik ? , karena semua berawal dari sini.
b. Kalau berawal dari cacat harmonik, apa cacat harmonik itu ?
Cacat harmonik adalah beberapa frekuensi kelipatan dari awal / dasarnya, semisal frekuensi dasarnya adalah 1 kHz, maka frekuensi kedua adalah 2 kHz, frekuensi ketiga adalah 3 kHz, dan seterusnya.
Jika ada sinyal sinus murni yang melewati suatu komponen atau rangkaian, akan menghasilkan frekuensi-frekuensi harmonik, karena adanya beberapa faktor maka sinyal input (frekuensi harmonik) banyak atau sedikit berbeda pada outputnya, dan ini disebut cacat harmonik, dari keseluruhan itu maka didapat atau dijumlahkan sehinga disebut dengan THD.
THD pada amplifier akan merubah warna suara / hasil suara yg dihasilkan atau dikeluarkan jika THDnya cukup besar.
THD pada suatu amplifier nilainya berubah jika daya dan frekuensinya berubah pada beban yang sama.
THD makin besar jika bebannya makin kecil.
THD memang bukan satu-satunya spesifikasi yang menggambarkan kualitas dari amplifier. Namun THD penting sebagai panduan dalam merancang amplifier. Pengertian THD ini sulit dipahami oleh banyak orang, bahkan orang yang merancang amplifier dan menjualnya. Umumnya orang beranggapan bahwa amplifier tidak memiliki cacat. Sinyal masukan akan dikuatkan secara sempurna sehingga bentuk sinyal keluaran akan sama persis dengan sinyal masukan.
semoga ini lebih bisa dipahami, mohon maaf jika ada salah kata :-)
