26-11-2010, 06:09 PM
lektres link=topic=1459.msg23521#msg23521 date=1290595594 Wrote:maaf nih... ada pertanyaan yang tidak perlu di jawab.cukup dirasakan saja.apakah ada pengusaha sewa ss dengan modal 50-100 jt bisa jadi kaya.\..menghidupi keluarga saja.kalau ada wah hebat.kalau tidak ada kenapa masih berkepanjangan usahanya. terus tujuannya untuk apa usaha ss itu,
Ada mas, banyak kalau di Jakarta. Awalnya mereka sangat berhemat tapi punya langganan digedung yg punya ruang serba guna yg laris hampir setiap minggu dipakai hajat, jadi sistimnya join dengan pengelola gedung. Alatnya tidak perlu di gotong2, tapi nyewa tempat digedung itu asal cukup untuk menyimpan perlengkapan ssnya saja. Karena income rutin dan hemat ongkos kirim maka untungnya jadi lebih besar didapat dari penghematan ongkos kirim. Kebanyakan penyewa untuk acara perkawinan hanya meyewa OT, jarang yg menyewa Band/D-dut. Di Jakarta untuk ngangkut alat ss OT pp bisa habis sekitar 400rb, sebulan kalau 4x bisa hemat 1,6jt, setahun jadi 19,2 jt, dipotong sewa ruang kecil /tahun 5jt masih tetap untung.
Ada juga yg menyewakan untuk di mall bekerja sama dengan pengelola mall, sasarannya untuk pameran yang sering menggunakan pertunjukan OT sebagai daya tarik dan MC terkenal. Untuk yg begini perlu hubungan denga EO, saya amati ss yg digunakan diacara begini alatnya kurang dari 100jt, tapi honor MC, tukang pijat KB dan penyanyinya berjuta-juta. Dan yang paling penting untuk rental ss cara penempatan ssnya benar, tepat sasaran, enak suaranya, rapih, indah, kabel tidak terlalu terlihat dan sikap profesional yg baik.
