14-09-2010, 12:37 PM
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
weng_gt Wrote:Gamelan adalah instrumen tradisional dengan skala nada 'pentatonis'
Beberapa daerah memiliki perangkat yang agak berbeda yang disesuaikan dengan budaya masing-2 ... misalnya gamelan Jawa - Sunda - Bali ...
Yang diberikan ilustrasi ini berdasarkan 'gamelan Jawa'
Komponen Gamelan dan fungsinya kira-2 bila diibaratkan dengan sebuah 'ensemble music'
- Gambang
- Gender
- Slenthem
- Saron
-----------( sbg melody tala)
- Rebab
-----------(sbg melody gesek)
- Celempung/Siter
-----------(sbg melody petik)
- Suling (sbg melody tiup)
- Bonang
- Kenong
----------(sbg pengiring/rythem)
- Kempul
- Siyem
- Gong
----------(sbg penala nada rendah/bass)
- Kendang
----------(sbg penentu ketukan/drum)
- Kempyang
- Ketuk
----------(sbg perkusi yg bernada)
Bagi rekan-2 yang mau menambahkan dan mengkoreksi ... diharapkan, agar info ini bisa lebih bermanfaat
Antoni Pasaribu Wrote:Makasih,pak. Skrg saya udah tau nama2nya.
Saya tertarik sama Kempyang dan Ketuk. Nadanya gimana,pak? Apakah di tala dgn pentatonis yg sama??
Bagaimana dgn selendro?
Terima kasih untuk tambahan wawasan di kepala saya hari ini.
subagyo Wrote:..saya Anggota Seni Gamelan Karawitan dg nama "NGUDI MANUNGGALING KARSO"..namaun beberapa bulan ini Vacum gara 2, yg namanya pelatihnya tinggal di daerah Lumpur Lapindo..& rumah dia termasuk tenggelam terkena dampak lumpur, shg dia tdk lagi bisa konsen utk melatih..
Sedikit ikut nambah: ma af kalu kurang tepat / salah mohon diluruskan...Alat musik gamelan proses penalaannya berdasarkan insting dari ahli pembuat gamelan..jadi sejauh yg sy ketahui tdk ada alat macam garpu tala..jd murni kepekaan dari si pembuat gamelan..
Slendro..tangga nadanya cuman 5 nada/tingkat sbb: 1-2-3-5-6 Sedangkan selain slendro ada istilahnya : Pelog ( bukan pilek lho..) Kalo pelog terdiri dari 7 nada/tingkat : 1-2-3-4-5-6-7 hampir sama dg tangga nada diatonis/solmisasi moderen . mangkanya yg sering/ mudah dikolaborasikan dg alat2 musik moderen biasanya gamelan pelog...( kalo ada salah mohon dikoreksi..pak weng/moderator)
weng_gt Wrote:@mas Bagyo ....
makasih nich atas commentnya ... diharapkan khusus utk forum ini ... mas Bagyo bisa sering ngasih input, maklum sy rada gaptrad (gagap musik tradisional), tapi karena harus bertugas ... ya dilaksanakan aja.
Dengan segala kerendahan hati ... sy mohon mas Bagyo bisa aktif di forum inin agar bisa menambah wawasan bagi yang lain
Antoni Pasaribu Wrote:Nah tambah seru ni....
Nanya lg ni,pak.
Apakah nada2 pelog tsb bs modern setelah mengalami adaptasi musik modern, atau emang dr zaman dulu, nadanya emang begitu??
subagyo Wrote:(..waduh pak weng kalo foto profilnya pake' yg ini, mirip sekali sama idolaku SUJIWO TEJO.)..dengan kerendahan hati pula.. segala apa yg aku tau..akan kuberikan untuk kita semua..Untuk bung antoni, nada dalam gamelan tidak bisa dirubah alias pakem, jadi tidak mengalami "modernisasi" jadi dlm kolaborasi kecenderungannya musik moderen menyesuaikan dg gamelan. Satu lagi , dlm musik gamelan tidak mengenal nada dasar, shg vokal harus mengikuti nada gamelan, bedanya dg musik moderen, musik bisa disesuaikan dgn suara kita ( sy yakin anda sdh sangat faham )
[/spoiler]
[spoiler]
Antoni Pasaribu Wrote:subagyo Wrote:Untuk bung antoni, nada dalam gamelan tidak bisa dirubah alias pakem, jadi tidak mengalami "modernisasi" jadi dlm kolaborasi kecenderungannya musik moderen menyesuaikan dg gamelan. Satu lagi , dlm musik gamelan tidak mengenal nada dasar, shg vokal harus mengikuti nada gamelan, bedanya dg musik moderen, musik bisa disesuaikan dgn suara kita ( sy yakin anda sdh sangat faham )
Maksud saya begini, pak :
bisa saja, gamelan yang ada sekarang (mungkin termasuk yg bapak gunakan tsb) di buat pada era yg telah mengenal nada. karena ada rasa "curiga" saya sama pelog yang udah stem 7 nada yg persis sama dengan tangga nada modern itu, pak.
apakah pada gamelan-gamelan yang udah berumur tua (100 tahunan), stem pelognya jga demikian? :mikir:
thanx pencerahannya, pak.....
subagyo Wrote:..ma af, ini jg berdasarkan analisa/pengamatan pribadi sy ( ma af kpd para pakar GAMELAN JAWA kalau analisa sy tdk tepat mohon diluruskan ) gini bung, pengalaman sy, dlm bermain gamelan bila menggunakan tangga nada slendro ( 5 nada ) cenderung memainkan lagu2 klasik/kuno/bhs. kawi...sedang kalau kita main dg tangga nada pelog, cenderung memainkan lagu jawa yg relatif agak baru..shg analisa sy, awalnya mungkin gamelan itu hanya slendro, mungkin dengan pengaruh sistim nada moderen / barat, shg diciptakan Pelog, dan jangan salah, walau 7 nada, namun jarak nadanya tdk sama dg solmisasi moderen yg 1 & 1/2...Oke selamat ber GamelanRia.. & kalau saudara nantinya selain pakar keyboard & ahli Gamelan, akan sy anugrahi nama kehormatan jawa menjadi RADEN MAS ANTONI PASARIBU SASTRO SATRIYO UTOMO ..
Antoni Pasaribu Wrote:subagyo Wrote:kalau kita main dg tangga nada pelog, cenderung memainkan lagu jawa yg relatif agak baru..shg analisa sy, awalnya mungkin gamelan itu hanya slendro, mungkin dengan pengaruh sistim nada moderen / barat, shg diciptakan Pelog, dan jangan salah, walau 7 nada, namun jarak nadanya tdk sama dg solmisasi moderen yg 1 & 1/2...Oke selamat ber GamelanRia.. & kalau saudara nantinya selain pakar keyboard & ahli Gamelan, akan sy anugrahi nama kehormatan jawa menjadi RADEN MAS ANTONI PASARIBU SASTRO SATRIYO UTOMO ..
nah, dapat poinnya :-)
berarti sedikit "kecurigaan" saya sedikt beralasan toh :-D
makasih pencerahannya, pak.
saya ga sangka, bapak juga aktif di musik tradisional :mantap:
Wuihhhh kepanjangan namanya, pak....
kalo bikin id card, bisa gede bgd cardnya :ngakak:
weng_gt Wrote:wah ... tambah menarik nich bahasan tentang Gamelan.
Ikutan nimbrung mengenai skala nada di dalam musik tempoe doeloe.
Kita telah dan sangat faham bahwa kehidupan hanyalah merupakan sebuah siklus pengulangan ... demikian juga dengan nada-nada yang terakulturisasi dalam musik sehingga bisa dinikmati.
Sepakat dengan mas Bagyo, "bahwa nada dalam gamelan tidak bisa dirubah alias pakem, jadi tidak mengalami "modernisasi" ... bahkan sebaliknya (menurut saya) musik modern terilhami oleh nada-2 dasar gamelan, baik salendro ataupun pelog. Sebagai ilustrasi ... saat kini telah mulai terkuak bahwa 'peradaban tinggi' telah ada di wilayah kita (wilayah Sunda Besar) yang sekarang dikenal dengan wilayah Nusantara sejak 1500 SM --- sekarang mulai jadi perbincangan budayawan dan para ahli purbakala --- yang merupakan awal dari seluruh peradaban di dunia.
Jadi bila mas Bagyo menyatakan bahwa: "Salendro dulu baru Pelog belakangan" ... bisa dianggap benar bila diliat dari sudut pandang saat kini ... tapi bila diliat dari masa lalu ... mungkin Pelog dulu baru salendro ... sekarang 'melog' lagi, sebagai sebuah 'pranata kekal', yaitu pengulangan.
Mencoba utk tidak berargumentasi tentang awal dan akhir ... menurut pengamatan saya, Pelog or 7 nada or what ever yg memfasilitas skala tersebut ... adalah deret nada musikalis yang di apresiasi oleh estetika luar dan popular ... sedangkan salendro or pentatonis, menala apresiasi yang lebih dalam dan sakral (bila kita tidak berani menyebutnya spiritual).
Semoga ini bisa menambah 'kecurigaan' bung Antoni ... he x3,
Mas Bagyo, yang menekuni seni karawitan ... diharapkan bisa meng-explore', utk menjawab rasa penasaran sy atas budaya nusantara
Antoni Pasaribu Wrote:Tambah "curiga"nih ...
mau merenung dulu
bloedrex Wrote:Sedikit menambahkan
*Dalam Laras pelog ada dua nada dasar yaitu pathet 6(nem) dan pathet barang.
- Pathet 6(nem) nada dasarnya adalah 6, Do = 6(nem) bila di samakan suara keyboard atau gitar ada di posisi Bes
Urutannya - Do = 6 (di baca Nem) = Bes
- Re = 7 (di baca Pi) = Cm
- Mi = 1 (di baca ji) = Dm
- Fa = 2 (di baca Ro) = D#
- Sol = 3 (di baca Lu) = F
- La = 4 (di baca Pat) = Gm
- Si = 5 (di baca Mo) = A
- Pathet Barang nada dasarnya 3. DO = 3 Bila di samakan suara keyboard atau gitar ada di posisi F
Urutannya - Do = 3
- Re = 4
- Mi = 5
- Fa = 6
- Sol = 7
- La = 1
- Si = 2
*Dalam Slendro ada Pathet Menyuro dan Pathet Songo Tapi mohon maaf rinciannya saya kurang tau. Mungkin yg lain bisa menambahkan. Dan sekali lagi mohon maaf bila salah mohon di koreksi.
Salam Hangat
Reki.A
[/spoiler]
[spoiler]
Antoni Pasaribu Wrote:Wah, nambah wawasan lg. Makasih mas Reki.
Nanya lg :
1. apakah tiap phatet tersebut tangga nadanya benar2 seperti di keyboard?
Misal do di gamelan sama dgn do di keyboard?? Dgn asumsi bes=do.
2. Apakah setiap laras di sebuah instrument hrs di samakan dgn instrument lain? Dlm arti, jika 1 item tuning di phatet barang, apakah semuanya hrs di phatet barang jg?? Apakah jika yg 1 slendro, semuanya hrs slendro? Ato bs di gabung??
Trims
bloedrex Wrote:Wah, nambah wawasan lg. Makasih mas Reki.
Nanya lg :
1. apakah tiap phatet tersebut tangga nadanya benar2 seperti di keyboard?
Misal do di gamelan sama dgn do di keyboard?? Dgn asumsi bes=do.
2. Apakah setiap laras di sebuah instrument hrs di samakan dgn instrument lain? Dlm arti, jika 1 item tuning di phatet barang, apakah semuanya hrs di phatet barang jg?? Apakah jika yg 1 slendro, semuanya hrs slendro? Ato bs di gabung??
Trims
1. Jika Pathet 6 iya, bener2 sama dengan Bes di keyboard dan urutannya jg sama persis seperti yg saya sebutkan di atas.
2. Jika memainkan laras slendro semuanya memang harus slendro dan sebaliknya jika main pelog,maka semua harus main pelog. Tidak bisa di gabung.Sudah di pilah2. Jadi tiap nama item gamelan itu memang ada 2 jenis . Misalkan Bonang itu ada dua ( slendro dan pelog) Saron juga begitu (ada slendro dan pelog),slenthem jg ada dua (slendro dan pelog) dan yg lainnya jg begitu. Kecuali kendang.
Jadi Misalkan lagunya/langgamnya/gendingnya Pelog pathet 6,berarti semuanya memainkan itu.
NB: Untuk gamelan sekarang sudah banyak yg di modifikasi suaranya mengikuti nada pada keyboard(tergantung mau nada dasar apa). Biasanya gamelan seperti ini khusus untuk campursari. Tetapi cuma item2 tertentu yg di pakai. Biasanya cuma Gender,balungan(demung,saron,slinthi)dan gong dan gendang.
Mohon maaf mungkin bahasanya ga jelas dan kalau salah mohon di benarkan.
Salam hangat
Reki.A
weng_gt Wrote:wah tambah seru nich ...,
kayanya bung Antoni mau kolaborasi musik modern ama tradisional.
stand-by monitor ... lanjutin dech, sambil nyimak
indra_co_maniz Wrote:wah rame yah :D ikutan baca aja deh itung-itung nambah wawasan..
jhonycharl Wrote:wah puyeng aku bacanya :roll: :bego:
bloedrex Wrote:..ma af, ini jg berdasarkan analisa/pengamatan pribadi sy ( ma af kpd para pakar GAMELAN JAWA kalau analisa sy tdk tepat mohon diluruskan ) gini bung, pengalaman sy, dlm bermain gamelan bila menggunakan tangga nada slendro ( 5 nada ) cenderung memainkan lagu2 klasik/kuno/bhs. kawi...sedang kalau kita main dg tangga nada pelog, cenderung memainkan lagu jawa yg relatif agak baru..shg analisa sy, awalnya mungkin gamelan itu hanya slendro, mungkin dengan pengaruh sistim nada moderen / barat, shg diciptakan Pelog, dan jangan salah, walau 7 nada, namun jarak nadanya tdk sama dg solmisasi moderen yg 1 & 1/2..
Secara logika saya sependapat dengan Pak Subagyo ini tetapi benar salahnya saya yakin tidak ada yg tau persis. Saya ambilkan contoh dalam iringan gamelan dalam pewayangan jawa (surakarta & DIY) semua gending pengiringnya adalah SLENDRO. Misalkan ada pelognya,itu lebih karena kreasi saja. Iringan pakemnya tetap SLENDRO. Jadi misalkan pementasan wayang itu cuma di iringi dengan gamelan laras slendro saja tetap bisa berjalan tanpa mengurangi intisari pementasan wayang tersebut. Tetapi pementasan wayang tidak mungkin bisa berjalan jika cuma di iringi gamelan pelog saja. Mohon di koreksi jika ada salah.....
Salam Hangat
Reki.A
[/spoiler]
[spoiler]
Antoni Pasaribu Wrote:bloedrex Wrote:Jadi misalkan pementasan wayang itu cuma di iringi dengan gamelan laras slendro saja tetap bisa berjalan tanpa mengurangi intisari pementasan wayang tersebut. Tetapi pementasan wayang tidak mungkin bisa berjalan jika cuma di iringi gamelan pelog saja. Mohon di koreksi jika ada salah.....
belum mudeng,mas. :D
kl saya baca lg dr atas, yg saya tangkap, adalah :
nada2 pada Pentatonis Slendro ADA di scale Pelog!!
Kenapa seperti ada kekhususan pada slendro.
Dgn kata lain, kl punya pelog, bukankah kl mau main slendro, tinggal menskip/melompati nada2 yg bukan slendro?
Thanx
Sunaryo Wrote:Saya pernah belajar gamelan selama bbrp bulan bbrp thn yang lalu, namun sampai saya berhenti krn harus pindah nyangkul di Tangerang saya masih belum bisa menyimpulkan tentang nada dasar. Dengan tulisan2 diatas pemahaman saya jadi bertambah. Thx rekan2 utk sharingnya. Saya akan coba refresh kalau ada waktu. Kebetulan di Global setting Korg ada fasilitas utk merubah scale jadi slendro dan pelog ( I5s dan PA500 semua ada fasilitas tsb)
Salam,
Sunaryo
Antoni Pasaribu Wrote:Boleh tau tuning tiap nada yg bapak buat dlm membentuk scale tsb di korg,pak?
Di keyboard lain, termasuk Roland E50 Jg ada fasilitas untuk tuning scale,pak.
Kita tunggu sharing dr bapak.
bloedrex Wrote:belum mudeng,mas. Very Happy
kl saya baca lg dr atas, yg saya tangkap, adalah :
nada2 pada Pentatonis Slendro ADA di scale Pelog!!
Kenapa seperti ada kekhususan pada slendro.
Dgn kata lain, kl punya pelog, bukankah kl mau main slendro, tinggal menskip/melompati nada2 yg bukan slendro?
Tambah bingung ya bang,....heheheh.Saya jg bingung mau menjelaskan maksud saya. "Dgn kata lain, kl punya pelog, bukankah kl mau main slendro, tinggal menskip/melompati nada2 yg bukan slendro?". Gini,...gamelan slendro dan pelog itu terpisah,misalkan gamelan slendro itu ada di depan player,berarti gamelan yg pelog ada di samping kanan atau kiri player,jadi bukan 1 item. seperti yg pernah saya sebutkan di atas bahwa slendro dan pelog itu sendiri2/terpisah(barangnya jg terpisah). slendro = 1-2-3-5-6 dan pelog = 1-2-3-4-5-6-7 angka 1 di slendro dan 1 di pelog itu beda nadanya, angka 2 di slendo dan 2 di pelog itu jg beda,angka 3 di slendro dan 3 di pelog SAMA. angka 4 di slendro tidak ada di pelog ada. angka 5 di selndro dan 5 di pelog jg beda.angka 6 di slendo dan 6 di pelok SAMA,angka 7 di slendro tidak ada. Kalau saya samakan nada di gamelan dengan di Gitar/keyboard
Slendro ---> 1 = C, 2 = D#, 3 = F, 5 = G#, 6 = Bes
Pelog ----> 1 = D, 2 = D#, 3 = F, 4 = G, 5 = A, 6 = Bes
Kalau masih bingung aku jg tambah bingung bang
:roll: Mohon di benarkan kalau ada yg salah.
Salam Hangat
Reki.A
Antoni Pasaribu Wrote:bloedrex Wrote:Kalau saya samakan nada di gamelan dengan di Gitar/keyboard
Slendro --->
1 = C
2 = D#,
3 = F
5 = G#
6 = Bes
thanx pencerahannya,mas. Otak saya tambah lg isinya. Mudah2an msh muat kl di tambahin lg :D
saya fokus dulu ke tuning slendro yg di kasi mas Reki. Saya berasumsi jika di tala A=440Hz..
Secara ga sadar nih, mungkin bapak2 & rekan2 yg lain udah duluan tau soal ini :D
kita perhatiin tuning Slendro yg di kasi mas Reki =
C - D# - F - G# - Bes
ini justru scale yg di pake seluruh dunia :D bahkan seluruh musisi pasti doyan sama scale ini.
Maksudnya begini :
jika, scalenya sedikit saya balik menjadi :
F - G# - Bes - C - D#
chord yg terbentuk adalah FminorSUS7 :D
kalo kita urun lg scale pentatonisnya, menjadi scale pentatonis untuk musik BLUES :D sedaaappppp
coba aja main pentatonis tersebut bolak-balik seperti main blues, lalu untuk chord yg sederhananya, main aja chord F7 dan Bes7....
Silahkan dicoba
thanx mas Reki atas ilhamnya, nanti saya share pendapat lg tentang Pelognya... Skrg lg nyoba main blues pake sound gamelan :D
i love Indonesia :indonesia:
bloedrex Wrote:Antoni Pasaribu Wrote:Maksudnya begini :
jika, scalenya sedikit saya balik menjadi :
F - G# - Bes - C - D#
chord yg terbentuk adalah FminorSUS7
Nah yg ini saya malah ga mudeng maksudnya.....heheheheheh :bego: Wong yg saya tau cuma chord standart aja. Kalo dah pake SUS7 dsb mumet. Kalo ada artikel untuk chord boleh dong bang,.... gitar boleh piano jg boleh. Kalo bisa dua2nya. japri jg gpp(maaf oot)
[/spoiler]
Maaf lama gak aktif

![[Image: 24xgfb7.jpg]](http://i42.tinypic.com/24xgfb7.jpg)
![[Image: 2j2stmq.jpg]](http://i42.tinypic.com/2j2stmq.jpg)