14-09-2010, 01:04 PM
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
[spoiler]
[/spoiler]
[size=14pt]Siap dilanjut...[/size]
Antoni Pasaribu Wrote:Klik :
Artikel Blues di Blog Solfegio
bloedrex Wrote:Dalam seni karawitan ada jenis musik atau apa istilahnya saya kurang tau(mohon di koreksi bgi yg tau) antara lain : Lancaran,Ladrang,Ketawang,langgam. Dan ada lagi : sampak,Srepeg (biasanya dlm pewayangan). Yg tiap jenis musik itu punya patokan pakem. Yg paling kentara bedanya ada di kendang. Kalau di musik modern mungkin ada Pop,Rock,Jazz dsb.
Salam Hangat
Reki.A
Rachman Wrote:Sebelumnya Salam kenal dulu untuk semua. Saya pendatang baru, td lupa sy mohon petunjuk dr reken2 yg sudah beken dan senior di forum ini. Unik and pelik memang kl kita bicara tentang nada pentatonis. Sedikit menambahkan, mudah2an bermanfaat. Banyak diantara kita tidak paham betul apa beda antara laras slendro dan pelog. Kl tidak salah perbedaan pokok antara keduanya adalah pd interval nadanya. Pada laras slendro memiliki jarak nada yg sama untuk tiap2 not, sedang pada laras pelok cenderung indentik dg nada diatonis, walaupun tidak sama persis. Mohon dikoreksi jika salah . .
Wisnu Wrote:Saya aja yg orang jawa blass gak tau...
tedjo Wrote:ikutan ah.
salam kenal mas...ikutan nimbrung nih..hehehe..
mungkin biar bisa membandingkan head to head, untuk membandingkan antara pelog nem, pelog barang dan slendro..
silahkan download dulu midinya di www.harodilia.com
sebagai referensi, untuk lagu yang berirama :
Pelog nem : yen ing tawang,resepsi,loro bronto ,setyo tuhu (nada keyboard yang biasa dimainkan dengan orgen tunggal biasanya A, tapi bila dengan campursari dan karawitan biasanya Bes), seperti yang disampaikan mas Bloedrex, memang ada 2 jenis gamelan dengan stem nada A dan BES ,tergantung permintaan pembuatannya, namun untuk gamelan kuno(lebih dari 20 tahun) .. bisa dipastikan bernada dasar BES, kenapa muncul gamelan dengan nada dasar A?, menurut saya.. itu memang dipelopori Bpk Manthous dengan gebrakan campursarinya pada 2 dasawarsa terakhir ini, dimana penyesuaian nada dari BES ke nada A yang lebih rendah, agar musik campursari bisa diterima dan dinyanyikan semua lapisan masyarakat.karena nada BES biasanya untuk penyanyinya mesti dengan latihan dan olah vocal khusus (Pesinden/gerong+pedalangan)
Pelog barang :sarung jagung, dadi ati
untuk keybord tunggal biasanya pake nada dasar E, tapi untuk karawitan biasanya pakai F
Slendro : Caping gunung, sri huning, ali ali
sebenernya dalam slendro ini masih dibagi lagi menjadi slendro manyuro dan slendro 9, namun nada dasar yang digunakan keduanya sama, untuk orgen biasanya pakai G, utk karawitan biasanya pakai nada Bes.
sedangkan notasi untuk slendor dan pelog, sudah diterangkan di koment diatas.......
demikian sedikit info dari saya, mohon dikoreksi bila ada salah.......
Menurut saya, gamelan jawa itu jenis musik yang unik.. dan bisa universal.karena dengan sedikit penyesuaian.. lagu apapun bisa di iringi hehehe
juga sekilas info, dalam irama jawa, masih ada jenis musik lain, utk contoh lagu yang saya infokan diatas adalah jenis lagu LANGGAM, diluar itu masih ada GENDING, LADRANG, jadi.. dalam protokoler upacara adat jawa, dalam penyembutan lagu juga mesti lengkap sesuai dengan jenis nada dan lagunya misalnya :
LANGGAM setyo tuhu PELOG nem
LAMGGAM dadi ati PELOG barang
Caping gunung iromo SLENDRO PATET MANYURO
Ali ali iromo SLENDRO PATET SONGO
LADRANG Ayun ayun patet nem
GENDING Ibupertiwi patet nem
GENDING Puspowarno patet barang
dll
maksud dalam penyebutan itu adalah, sebagai informasi kepada pengrawit/musisi... untuk menentukan jenis gamelan yang mesti ditabuh(nada dasar lagu tersebut), sebagai mana yang disampaikan moderator, dalam setiap pentas karawitan, gamelan yang dibawa juga komplit untuk semua nada dan irama tersebut.
bisa dibayangkan kalo salah pukul. hehe
demikian saja..
mohon maaf terlalu panjang heheh
suwun
tedjo asli kidul SOLO
indra_co_maniz Wrote:terima-kasih
[/spoiler]
[spoiler]
subagyo Wrote:..wee.tambah lengkap nih referensinya,wawasan ttg gamelan
Wawank Wrote:saran buat temen2 yang mau belajar gamelan : kalau kita baca teori akan semakin bingung, karena gamelan jawa memang sangat rumit. mendingan langsung praktek mengenali nada2 pada gamelan kepada yang sudah berpengalaman.
rosa bay-0 Wrote:@tedjo : mantaps mas, sy juga penggemar campursari
bjO Wrote:gamelan...
disini sendiri laras terdapat beberapa macam
berdasar (laras) kraton jogja, kraton solo dan RRI solo. entah dulunya bagaimana.
dalam perkembangan campursari, disini sudah banyak gamelan yang di laras (tuning) dengan diatonis.
hal berbeda dilakukan begawan musik alm.Sapto Hudoyo (jogjakarta), beliau men-tune keyboardnya dengan gamelan jawa..
nah lo. apapun caranya mari berbangga berbudaya Indonesia.
kusrax Wrote:numpang tanya mas, gimana sih solmisasi gamelan di keyboard, slendro, pelog, barang, dll
thanks
korg Wrote:mantab... sayang aku ga ngerti gamelan, cuma bisa bedakan mana slendro dan mana pelog, kalo slendro lagu nya biasanya agak sedih2, seperti kalo gitar dgn awalan chord minor. pa lg memainkan, gesek rebab aja ga bisa bunyi hhehe.. tp kalo masang mic untuk acara live gamelan, agak pengalaman sih.. maklum deket kota sragen, hampir tiap hari ada gamelan berbunyi. untuk gamelan sekarang ada yg di ubah nada dasar menjadi A, biasanya digunakan untuk music campursari, tp cuma sharon, peking dan depok aja, banyak penyanyi campursari yg ga kuat dgn nada BES, mungkin hanya sinden aja yg mampu di nada BES.
Wahyu90 Wrote:Sekedar nambah, maaf kalo nambah bingung...Quote:Maksudnya begini :
jika, scalenya sedikit saya balik menjadi :
F - G# - Bes - C - D#
chord yg terbentuk adalah FminorSUS7
yang saya tahu gamelan adalh musik polipony ( bukan pengertian polipony di keyboard ) dalam arti setiap nada selalu berdiri sendiri tidak di mungkinkan membentuk akord seperti musik diatonis, kita coba dengar setiap jatuh pukulan selalu tiap instrument membunyikan nada yg sama.....
sekedar meramaikan....maaf kalo rada aneh bahasa
monggo yg nyambung....
wahyu
m.amin Wrote:http://clubbing.kapanlagi.com/archive/in...15400.html
tambahan bagi yang pingintahu sejara gamelan jawa silahkan klik link diatas.
salam hangat
ferry siregar Wrote:wah ra mudeng aku ... ... ...
[/spoiler]
[spoiler]
Wahyu90 Wrote:Wawank Wrote:saran buat temen2 yang mau belajar gamelan : kalau kita baca teori akan semakin bingung, karena gamelan jawa memang sangat rumit. mendingan langsung praktek mengenali nada2 pada gamelan kepada yang sudah berpengalaman.
kelihatan males di ajak latihan, maunya langsung ngamen....hahaha :P
aku juga kadang bingung akan perbedaan pathet yg ada...apalagi pathet laras slendro...
m.amin Wrote:saya aja latihan terakir wkt smp. dah ampir 30 th masih inget nggak ya...
:D
taying05 Wrote:bagi para pengamat musik gamelan nich, khan ada tu saron yang model baru ada 9 logam ato ntnya trus urutannya gimana, please pencerahannya
tomlat Wrote:rame juga bahasan gamelan ini..
iseng2 baca dari awal, jadi tertarik utk numbang pengalaman.!
yg pasti saya dan kawan sedaerah org ambon, tidak atau kurang tahu tentang gamelan.
tapi kalo ditanya "gong" pasti tahu.!
nah.!.. dalam salah satu seni musik tradisional maluku, dikenal "totobuang", yaitu seperangkat "gong" yg disusun seperti gamelan di pulau jawa. hanya bedanya tiap gong sudah memiliki nada yang sama dengan nada diatonis (kalo tidak salah istilah) modern.
musik "totobuang" dimaiinkan oleh seorang pemain sebagi leader, diringi guitar, ukulele dan tifa (gendang) berbagai ukuran.
pengalaman saya... wkt pesan gong di salah satu keluarga pembuat di bogor (lupa nama) yg rupanya terkenal krn turun temurun.
nyata beliau kesulitan menala gong sesuai pesanan saya, ini menurut saya krn pembuat gong sunda sudah paham campuran dan cara membentuk gong, dan nadanya otomatis sesuai dgn gamelan sunda.
menurut istilah beliau, yang saya pesan itu namanya "bonang", untuk itu beliau membeli sebuah pianica kecil, agar memudah penalaan gong yg saya pesan.
akhirnya.. selesai juga barang pesanan saya, tentu ada sekian buah gong dgn nada mulai dari: c, c#, d, d#, e, f dst.
barang di terima, ditest ok.
tapi saya juga diberi satu martil khusus dan petunjuk cara menala, kalo dikemudian hari gong-nya "false". juga trik untuk menaikan-menurun nada dari tiap gong.
saronseru Wrote:permisi bapak dan mas skalian...
sedikit berbagi pengalaman, gamelan tidak mempunyai nada standar
maksudnya adl kl nada C di kibord maupun piano kan sama, tp nada 6 tidak sama di smua gamelan. contoh gamelan di tempat saya nada 6 = A, lha gamelan di tempat mas reki bisa jadi nada 6 = Bes. perbedaan inilah yg disebut embat
terciptaya embat dgn nada tinggi, sedang dan rendah dimaksudkan untuk pembentukan karakter gamelan sebagai pengiring. contoh dalam iringan tari diperlukan embat yg tinggi agar karakter lebih kuat. contoh lain...nunggu komentar...(he3 mohon pelurusan jika ada yg salah).
salam kenal:saronseru (Tri purnomo)
[/spoiler]
[size=14pt]Siap dilanjut...[/size]
Maaf lama gak aktif
