16-12-2010, 04:04 PM
Ini penjelasan dari om TommyKwitang di blognya. Mungkin bs membantu. tommykwitang.blogspot.com
A. Berdasarkan tehnik pembuatannya microphone terbagi atas:
1. Dynamic Microphone, terbuat dari bahan magnet dengan lilitan kawat yang terhubung dengan membran (selaput tipis sejenis plastik), lihat gambar 1. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk pengoperasiannya. Getaran yang diterima akan menggerakkan lilitan kawat mundur maju yang akan menghasilkan sinyal listrik sebagai akibat perubahan tingkat kekuatan medan magnet terhadap gerakan lilitan. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk pengoperasiannya. Kebanyakan Dynamic Microphone mudah rusak bila terguncang kuat karena jatuh atau terbanting, kerusakan bersifat permanent, tetapi ada juga pabrik mic tertentu yang menyediakan part untuk mengganti cartridge yang rusak. Tetapi ada juga merk2 tertentu yang tahan banting. Bila kita mampu merawat dengan baik jenis Dynamic Microphone bisa sangat panjang usia pakainya ( lebih dari 30 tahun bahkan ada yang tahan lebih dari 100_tahun).
2. Electret Condenser Microphone (ECM), terbuat dari sebuah bidang logam sangat tipis yang berhadapan dengan logam yang cukup tebal membentuk sebuah kondensator yang dihubungkan kesebuah transistor FET (lihat gambar 2). Perubahan nilai kapasitas pada membran akan mempengaruhi laju arus pada transistor FET yang mengikuti getaran pada membran. Perubahan laju arus pada FET itulah yang merupakan sinyal listrik keluaran dari Mic. Karena ECM menggunakan komponen aktif transistor FET, maka untuk pengoperasiannya membutuhkan catu daya yang biasa disebut dengan Phantom Power. Jenis ECM memiliki kepekaan lebih tinggi dari pada Dynamic Microphone, lebih tahan banting, tetapi usia pakainya akan dibatasi oleh usia komponen electronicnya dan diapragmanya tidak boleh kena udara lembab atau air. Bila persediaan spare part masih tersedia kerusakan pada microphone jenis ini bias diperbaiki.
B. Berdasarkan arah tangkapan suara microphone terbagi atas:
1. Omnidirectional Microphone, menangkap suara dari semua arah (depan, belakang, samping, atas dan bawah, lihat gambar 3). Microphone jenis ini sangat tidak baik bila digunakan diluar studio seperti dalam pertunjukan musik hidup. (kecuali memang sengaja untuk merekam suara alam), dan sangat besar kemungkinan mengalami gaung (feedback) bila digunakan bersama peralatan pengeras suara ditempat yang sama. Lebih banyak digunakan untuk wawancara diruangan tertutup yang kedap tanpa kehadiran loudspeaker monitor diruangan. Tetapi bila digunakan untuk miking dengan jarak yang sangat dekat dengan sumber suara sangat baik karena tidak memiliki PROXIMITY EFFECT seperti jenis Cardioid yang akan dijelaskan berikut dibawah ini. Mic jenis ini sangat baik untuk digunakan didalam studio rekaman. Adapun yang dimaksud dengan proximity effect adalah perubahan pada suara yang dihasilkan, semakin dekat jarak sumber suara ke microphone semakin kuat nada bassnya. Bila nada bass ini terlalu kuat pada saat ada ucapan yang mengandung huruf B,P,D akan menimbulkan suara letupan pada loudspeaker.
2. Cardioid (Unidirectional) Microphone, menangkap suara hanya dari satu arah saja biasanya dari depan dengan sudut cakupan sekitar 130 derajat.
3. Supercardioid, sudut tangkapan dari arah depan sekitar 115 derajat, tetapi jenis ini memiliki kepekaan terhadap suara yang datang dari arah belakang dengan sudut tangkapan sekitar 125 derajat. Perlu hati2 menggunakan Mic jenis ini bila kita menggunakan Loudspeaker Floor Monitor, karena bisa mengakibatkan gaung (feedback).
4. Hypercardioid, sudut tangkapan dari arah depan sekitar 105 derajat, tetapi jenis ini memiliki kepekaan terhadap suara yang datang dari arah belakang dengan sudut tangkapan sekitar 110 derajat. Juga perlu hati2 seperti dijelaskan dalam Supercardioid. Tetapi untuk reporter yang mewawancara seseorang diluar studio, kedua jenis mic Super dan Hypercardioid sangat membantu. Sudut yang sempit dan kepekaan dari arah belakang akan mencegah kebisingan disekitar ikut masuk tertangkap, suara reporter dan orang yang diwawancara bisa di tangkap hampir sama baiknya.
5. Bidirectional Microphone, dengan sudut tangkapan 90 derajat dari arah depan dan 90 derajat dari arah belakang. Jenis Mic ini paling baik untuk reporter yang mewawancara seseorang diluar studio.
A. Berdasarkan tehnik pembuatannya microphone terbagi atas:
1. Dynamic Microphone, terbuat dari bahan magnet dengan lilitan kawat yang terhubung dengan membran (selaput tipis sejenis plastik), lihat gambar 1. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk pengoperasiannya. Getaran yang diterima akan menggerakkan lilitan kawat mundur maju yang akan menghasilkan sinyal listrik sebagai akibat perubahan tingkat kekuatan medan magnet terhadap gerakan lilitan. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk pengoperasiannya. Kebanyakan Dynamic Microphone mudah rusak bila terguncang kuat karena jatuh atau terbanting, kerusakan bersifat permanent, tetapi ada juga pabrik mic tertentu yang menyediakan part untuk mengganti cartridge yang rusak. Tetapi ada juga merk2 tertentu yang tahan banting. Bila kita mampu merawat dengan baik jenis Dynamic Microphone bisa sangat panjang usia pakainya ( lebih dari 30 tahun bahkan ada yang tahan lebih dari 100_tahun).
2. Electret Condenser Microphone (ECM), terbuat dari sebuah bidang logam sangat tipis yang berhadapan dengan logam yang cukup tebal membentuk sebuah kondensator yang dihubungkan kesebuah transistor FET (lihat gambar 2). Perubahan nilai kapasitas pada membran akan mempengaruhi laju arus pada transistor FET yang mengikuti getaran pada membran. Perubahan laju arus pada FET itulah yang merupakan sinyal listrik keluaran dari Mic. Karena ECM menggunakan komponen aktif transistor FET, maka untuk pengoperasiannya membutuhkan catu daya yang biasa disebut dengan Phantom Power. Jenis ECM memiliki kepekaan lebih tinggi dari pada Dynamic Microphone, lebih tahan banting, tetapi usia pakainya akan dibatasi oleh usia komponen electronicnya dan diapragmanya tidak boleh kena udara lembab atau air. Bila persediaan spare part masih tersedia kerusakan pada microphone jenis ini bias diperbaiki.
B. Berdasarkan arah tangkapan suara microphone terbagi atas:
1. Omnidirectional Microphone, menangkap suara dari semua arah (depan, belakang, samping, atas dan bawah, lihat gambar 3). Microphone jenis ini sangat tidak baik bila digunakan diluar studio seperti dalam pertunjukan musik hidup. (kecuali memang sengaja untuk merekam suara alam), dan sangat besar kemungkinan mengalami gaung (feedback) bila digunakan bersama peralatan pengeras suara ditempat yang sama. Lebih banyak digunakan untuk wawancara diruangan tertutup yang kedap tanpa kehadiran loudspeaker monitor diruangan. Tetapi bila digunakan untuk miking dengan jarak yang sangat dekat dengan sumber suara sangat baik karena tidak memiliki PROXIMITY EFFECT seperti jenis Cardioid yang akan dijelaskan berikut dibawah ini. Mic jenis ini sangat baik untuk digunakan didalam studio rekaman. Adapun yang dimaksud dengan proximity effect adalah perubahan pada suara yang dihasilkan, semakin dekat jarak sumber suara ke microphone semakin kuat nada bassnya. Bila nada bass ini terlalu kuat pada saat ada ucapan yang mengandung huruf B,P,D akan menimbulkan suara letupan pada loudspeaker.
2. Cardioid (Unidirectional) Microphone, menangkap suara hanya dari satu arah saja biasanya dari depan dengan sudut cakupan sekitar 130 derajat.
3. Supercardioid, sudut tangkapan dari arah depan sekitar 115 derajat, tetapi jenis ini memiliki kepekaan terhadap suara yang datang dari arah belakang dengan sudut tangkapan sekitar 125 derajat. Perlu hati2 menggunakan Mic jenis ini bila kita menggunakan Loudspeaker Floor Monitor, karena bisa mengakibatkan gaung (feedback).
4. Hypercardioid, sudut tangkapan dari arah depan sekitar 105 derajat, tetapi jenis ini memiliki kepekaan terhadap suara yang datang dari arah belakang dengan sudut tangkapan sekitar 110 derajat. Juga perlu hati2 seperti dijelaskan dalam Supercardioid. Tetapi untuk reporter yang mewawancara seseorang diluar studio, kedua jenis mic Super dan Hypercardioid sangat membantu. Sudut yang sempit dan kepekaan dari arah belakang akan mencegah kebisingan disekitar ikut masuk tertangkap, suara reporter dan orang yang diwawancara bisa di tangkap hampir sama baiknya.
5. Bidirectional Microphone, dengan sudut tangkapan 90 derajat dari arah depan dan 90 derajat dari arah belakang. Jenis Mic ini paling baik untuk reporter yang mewawancara seseorang diluar studio.
