17-12-2010, 11:55 PM
hanz link=topic=2845.msg31466#msg31466 date=1292565923 Wrote:detonasi atau knocking terjadi karena pembakaran yang terlalu awal, dalam setengah langkah kompresi,campuran bahan bakar sudah tebakar duluan, bisa karena jadwal penyalaan busi yang terlalu awal bisa juga kerena campuran bahan bakar nyala karena panasnya kompresi dan kwalitas oktan yang tak tahan tekanan tinggi. Dalam hal ini hidro beroktan 130 dan hanya sebagai suplemen, justru akan mengurangi bahkan menghilangkan detonasi nyang mungkin ada.....jadi tidak perlu ubah sana sini engine standart,motor/ mobil standart, pasang, stel karbu ulang, dah selesai.motorku dan punyae adec, sudah 2 tahun terpasang dan oke2 aja, tanpa kendala....cuma saja jarang mampir SPBU \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/
Untuk engine injeksi jangan asal pasang HCS or HHO.....bukan malah irit tapi malah BOROS, dikarenakan sistem injeksi suplai BBM tergantung laporan dari sensor yang terpasang di ex.....jika sensor laporan ke ECU, banyak oksigen, ECU menambah debit premium, jika sensor melapor banyak carbon,ECU mengurangi debit premium. Dalam keadaan standart,jika injeksi dipasang HCS or HHO, sensor akan menangkap banyak oksigen yang keluar,bahkan oksigen yang berikatan kembali dengan hydrogen menjadi H2O alias air.....yang padahal tu menandakan terjadinya pembakaran yang sempurna....jika tanpa set ulang ECU,pemasangan HCS or HO di engine injeksi justru akan mengacaukan sistem pembakaran...set paling mudah cukup menahan aliran listrik yang ke sensor.(pembahasan lebih lanjut)
memang detonasi terjadi di awal, kenapa detonasi bisa terjadi di motor standart
ruang bakar sudah berkerak sehingga menimbulkan panas berlebih, dengan pemakaian bahan bakar oktar rendah akan memicu detonasi
ruang bakar bersih pemakaian bahan bakar nilai oktan tinggi, dengan tingginya oktan dengan tekanan kompresi yang masih standart dengan timing standart bahan bakar akan terbakar di akhir timing ignition sehingga membuat campuran bahan bakar tidak terbakar sempurna, yang akan keluar dan diumpan balik oleh sistem pembuangan dari pipa knalpot yang dari pabriknya memang sudah di desain demikian sehingga bisa menghemat bahan bakar, dengan kembalinya sisa gas pembakaran yang tidak sempurna tersebut maka akan memanaskan kembali gas baru yang masuk ke combustion chamber, alhasil nilai oktan yang seharusnya tinggi menjadi rendah karena sudah di preheat oleh sisa gas yang tidak habis terbakar.
kenapa timing ignition dibuat 8 atau 10 derajat sebelum TMA, untuk menyempurnakan pembakaran di puncak kompresi, dengan nilai oktan standart rekomendasi pabrik, dengan itu saja jika mekanik salah dalam penyetelan masih menimbulkan sisa pembakaran yang tidak sempurna dengan tanda masih ada bau premiumnya, kenapa satria FU direkom memakai pertamax oleh pabrik, karena nilai perbandingan kompresi satria FU sudah melebih angka 10 sedang motor standart lain kecuali injection masih dipatok antara 9 sampai 9.8 : 1, mengapa demikian karena satria FU ditujukan untuk para penghobi roda dua dengan kantong tebal yang bisa minum pertamax, dan pertamax plus yang bernilai 92 dan 95, jika sampai 130 berapa perbandingan kompresi yang harus kita buat untuk meledakkan bahan bakar tersebut dan berapa ribu volt yang harus dikuarkan oleh spark plug untuk membakar bahan bakar, sengakan perbandingan kompresi rendah, oktan tinggi, memang dengan pembakaran yang jatuh di akhir bisa memperpanjang usia motor dan memang betul dengan semakin tinggi nilai oktan itu baik buat mesin tapi menurut ilmu yang pernah saya pelajari itu diimbangi oleh perbandingan kompresi yang tepat dan timing ignition yang tepat pula serta kualitas dari pengapian bagus
:)>- :)>- :)>- :)>- :)>- :)>-
tukar ilmu tukar wawasan jadinya bisa pinter semua
majulah indonesia
