09-01-2011, 10:29 PM
Impedansi beban kecil, efeknya:
- Arus besar --> transistor output semakin panas ---> efisiensi amplifier semakin kecil
- Damping factor semakin kecil ---> low frekuensi akan semakin "loose" karena semakin besar damping factor maka low frekuensi akan semakin "tight".
- Semakin keil beban semakin besar kemungkinan transistor output dirusak oleh "back EMF" dari speaker dengan damping factor yang kecil.
Saya ambil contoh Power "Blazer" dengan damping factor 200:1 pada 8 ohm, jika impedansi beban turun menjadi 2 ohm maka damping factor hanya 50:1. jauh daripada yang direkomendasikan yaitu besar dari 100:1. Bandingan dengan amplifier builtup seperti crest audio rata-rata damping factor 300:1 atau "Crown Audio" K series yang damping factor bahkan mencapai 3000:1
- Arus besar --> transistor output semakin panas ---> efisiensi amplifier semakin kecil
- Damping factor semakin kecil ---> low frekuensi akan semakin "loose" karena semakin besar damping factor maka low frekuensi akan semakin "tight".
- Semakin keil beban semakin besar kemungkinan transistor output dirusak oleh "back EMF" dari speaker dengan damping factor yang kecil.
Saya ambil contoh Power "Blazer" dengan damping factor 200:1 pada 8 ohm, jika impedansi beban turun menjadi 2 ohm maka damping factor hanya 50:1. jauh daripada yang direkomendasikan yaitu besar dari 100:1. Bandingan dengan amplifier builtup seperti crest audio rata-rata damping factor 300:1 atau "Crown Audio" K series yang damping factor bahkan mencapai 3000:1
