16-01-2011, 08:42 PM
VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Hanya mengandalkan edit ulang style bukanlah pekerjaan mudah pak. Apalagi seperti yg saya katakan sebelumnya, konsumen dilapangan sana tahunya kalau style pop si yamaha enak buat main pop, nah pendapat yg begini khan sdh mengisyaratkan bahwa konsumen yg mengatakan tsb tdk tahu soal pembuatan atau pengeditan style, jd tdk mungkin disuruh mengedit ulang style2nya.. Kalau si konsumen tahu cara membuat atau mengedit style, saya rasa dia tdk akan mengatakan pendapat kalau utk pop si yamaha paling ok. Ini sdh saya tunjukkan di bbrp video yg saya upload baik dirumah lama maupun rumah baru.
Memang tidak ada yang mudah koq, Pak, apalagi mengenai masalah bad design ini. Masalahnya setelah mengungkap penyakit Yamaha ini, lantas apa yang diharapkan? Agar pengguna Yamaha mengakui dosa2nya dan bertobat dengan berbondong2 menjual keyboardnya dan membeli Roland E60? Tidak toh? Bukankah daripada hanya mengungkap penyakit Yamaha ini, ada baiknya kita juga coba mencari obatnya? Apalagi tidak semua orang bisa seberuntung Bapak dapat mengutak-atik keyboard kapan saja.
VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Kalau ada kesempatan, coba bpk jam bareng dgn teman atau siapalah dan main dlm satu tim band, cukup terdiri dr 4 org, 1 pemain drum, 1 pemain bass, 1 pemain gitar dan 1 pemain keyb. Bermain lah dgn suara drum tanpa masuk sound system (utk mengeliminasi semua faktor termasuk tangan2 soundman) sedang yg lainnya gunakan saja cube supaya baik suara drum maupun suara yg lainya bs balance. Coba bermain dgn lagu pop lalu ganti dgn lagu rock dan simak suara drumnya maka baik main pop ataupun main rock, tetap saja akan terdengar suara hentakkan drum nya sangat dinamik baik utk hentakkan bas drum, snare, tom2 dll nya punya dinamika yg baik, tdk datar utk main pop lalu penuh hentakan utk main rock.
Kembali ke masalah bad design, saya bisa mengerti yang bapak tekankan soal dynamic khususnya pada drum, di mana kita mengharapkan suara drum yang begitu asli dan hidup. Tetapi kalau yang dimaksud adalah hentakan dalam arti tenaga dan speed dari tangan si drummer saat memukul drumnya sama saja antara musik pop/ ballad ataupun rock, maka bagi saya ada yang ga beres nih dengan drummernya. Masa iya sih genre antara pop/ ballad dan rock sama feelnya? Nah, jika begitu berharapnya saya dengan hentakan seperti itu, saya ganti saja suara drum di style saya dengan electric kit sekalian, kan lebih cadas tuh. \m/ Dan lagi, saya jadi bingung, sejak kapan hentakan menjadi semacam peraturan wajib? Just my humble opinion ya Pak?
VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Begitu si Yamaha masuk sound maka seperti video di awal topik lanjutan ini dan di tulisan saya sebelumnya, yg dominan justru suara gitar bassnya (bukan bas dlm arti kata frek rendah yah...) sehingga hentakkan bas drum seakan menghilang. Nah kalau karakter outputnya begini, bukan hanya track drum yg hrs di edit tapi jg track bass nya dgn mengecilkan mixing track gitar basnya.
Nah itu dia, kalau ini masalahnya paling tidak ada 3 yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya:
a. Cara singkat dan darurat (untuk konsumen pada umumnya), yakni seperti yang Bapak katakan, setelah masuk sound system, bereksperimenlah di mixing. Naikin volume drumnya, kecilin Bass nya, lalu save di registration memory.
b. Cara panjang dan menyeluruh (khususnya untuk solfers pengguna Yamaha yang mengikutin tread ini), yakni mencoba jenis drum kit lain (saya biasa pakai power kit, kalau di S910) serta mengedit velocity (alias hentakan jari kita) saat membuat style, untuk masing2 not. Karena bagi saya, velocity lah yang menentukan dan mengekspresikan feel (bukan fill yah?) seorang drummer dari setiap genre, khususnya yang dua ini, pop sama rock.
c. Cara professional (soal ini pengetahuan saya sama sekali minus Pak) mungkin bisa dengan memanfaatkan sound sampling bagi keyboard yang sudah available untuk itu, demi mendapatkan suara drum yang lebih realistis. Saya mungkin belum ngerti, juga belum punya keyboard, tapi saya akan punya dan mempelajarinya suatu hari. Itu pasti, ya, dan amin (loh koq jadi khotbah yak? Hehehe…:P )
Saya pikir 3 itu cukup untuk membantu saya mengatasi problem ini, sisanya saya percayakan kepada kehandalan soundman (mungkin saja suatu saat sudah ada soundman yang mengenal dan memanfaatkan multiprocessor seperti kata Bang Ihut. Bang, bisa bikin tread khusus mbahas ini? Saya pengen belajar juga :) )
Sekedar share pengalaman (ni share ya Pak, bukan perbandingan jam terbang, secara jam terbang saya masih sangat jauh dibanding solfers lainnya terlebih Bapak, hehe.. :D )
Saya penasaran dengan yang namanya mengconvert style (Untuk ini saya pengen belajar dari Bapak soal konversi style, Bapak bersedia bikin tread buat mbahasnya?). Lalu saya ambil style dari Yamaha, kali ini Piano Ballad, lalu convert ke keyboard lain, saya mix volumenya supaya seperti style aslinya di Yamaha tsb. Tapi hasilnya koq lebih tak enak yah? Cek volume, dah bener, cek panning, udah sama persis, tapi tetap rasanya beda. Sekalipun saya cek drumnya datar2 saja seperti yang Bapak katakan, ternyata yang rata itu ada di velocity, juga drum kitnya kurang hidup.
Saya juga pernah bandingkan style pop/ ballad milik seorang pemain organ tunggal dengan style preset pada keybordnya (bukan Yamaha), ternyata yang Bapak katakan tadi justru ada di situ: suara Bass drum tertelan dengan suara gitar Bass-nya, padahal ini belum masuk sound loh. Sementara ketika saya coba buatan si keybordis tadi, lebih powerful dan menghentak. Kalau keyboard ini dipakai sembarang orang tanpa mengutak-atik volume di keyboardnya, ini tak jarang bikin terkejut soundman.
VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Memang workaround nya bs seperti yg bpk uraikan, tapi prakteknya sangat sulit pak karena setelah menekan Filin A dulu (hrs ketukkan pertama yah supaya benar2 Filin A yg dijalankan) lalu menekan main D nya hrs benar2 diujung bar dr Filin A tsb. Utk bermain dgn style balad yg punya tempo 70 sih mungkin masih ok lah, kalau sdh memainkan style dgn tempo 130, sdh ribet deh...
Itu satu hal, hal lainnya adalah seperti yg barusan saya mentiond, Fillin hrs ditekan di ketukkan pertama, kalau kita menekan Filin bukan di ketukkan pertama maka aransemen Filin asliya tdk dijalankan, Filin hanya menjalankan aransemen Filin drum asli si Filin dan sisa track lainnya (utk track2 bas, chord, phase dll) yg dijalankan adalah aransemen main dimana lampu led nya menyala . Coba deh perhatikan di video yg saya upload di rumah lama saat topik br benar2 dimulai, saat saya memainkan style2 dangdut dimana Filin style dangdut tsb Filinnya jd punya aransemen yg aneh kalau kita tdk menekan Filin di ketukkan pertama. Kasusnya sangat kompleks....
Menurut saya tidak juga Pak, modal kebiasaan saja. Lagipula Fill keyboard lain yang pernah saya coba itu juga ada masalah yang menurut saya justru jauh lebih fatal, di mana jika kita coba2 menekan di ketukan keempat, maka pada bar berikutnya fill akan terjadi lagi.
Kemudian, sepanjang yang saya gunakan, 4 Variasi style khususnya dalam Preset Style di Yamaha biasanya digunakan dalam 4 situasi: Main A saat singer sedang puisi di tengah lagu, Main B untuk mulai bernyanyi, Main C untuk Refrein, dan Main D untuk Refrein klimaksnya. Saya jarang bertemu perpindahan aransemen dari Main A ke D maupun sebaliknya. Tetapi kalaupun ada, misalnya dari Main D ke Main A, saya gunakan cara yang saya sebutkan sebelumnya. Sementara dari Main A ke main D (biasanya untuk klimaks lagu), saya gunakan fill in bertingkat: Ketukan pertama di B, ketukan kedua di C, dan ketukan ketiga di D, yang mana mengantarkan saya kedalam klimaks lagu yang dimaksud.
Terlepas dari itu, IMHO, kebiasaan menekan fill bukan pada ketukan pertama justru merupakan penyakit keyboardis yang harus diselesaikan (sama seperti penyakit ketergantungan saya pada transpose, hehe). Kalau di tempo 70 pun dah g bisa, bagaimanapula di tempo yang lebih tinggi?
VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Pengguna Yamaha memang dimanjakan dgn begitu banyaknya style gratisan tapi kenyatannya hampir semua style gratisan si yamaha itu cacat di chord 7 nya tapi user yamaha jg tdk ada yg merasakannya.
Kalau itu mbok ya Bapak bisa kasih pencerahan gimana cara memperbaikinya toh, pada setiap customer yang ingin share ke Bapak? Di forum kita ini kan ada yang mbahas itu?
Jadi, secara keseluruhan, preset style keyboard mana sih yang tidak butuh penyempurnaan di sana sini? Saya pikir setiap keyboard yang memungkinkan penggunanya membuat style punya satu tujuan yang sama: memungkinkan user bebas berkreasi membuat style sendiri dengan memanfaatkan sound dan segala fitur yang dimiliki keyboard itu. Pengen bikin yang baru, boleh. Atau mau ambil bahan dari preset style yang ada, silahkan. Kalau ada yang kurang hidup di karakteristik soundnya, coba ganti dengan sound lain. Kalau ada yang cacat di Chord M7nya (ini biasanya karena para pembuat style sudah biasa bikin style di keyboard lain dengan memakai Chord C, seperti yang pernah Bapak bilang, masalah perbedaan desain), coba diperbaiki, atau kalau malesnya kumat, cover dengan tangan kanan (mainkan melody yang memberi kesan Chord Mayor7). Kalau 1 track ketutup ama yang lain, bermainlah di mixing, lalu save biar ga repot nantinya, dan seterusnya.
Lagipula:
VW music link=topic=249.msg13316#msg13316 date=1287481017 Wrote:BTW, pernah kejadian, ada user beli keyb yamaha di tempat saya, dia bawa dan mainkan style 'tak gendong', saya tanya dari mana style tsb, saya pikir itu style buatan dia, dia bilang dari internet, lalu saya bilang style tsb tdk punya dynamic range pak, kayak kaset aja.... datar2.... lalu saya demokan style yg sama buatan saya yg memang terdengar gubrak2.. tapi dia bilang, style begini sih bakal buat sound system jebol....
Artinya apa? Bapak bikin style sendiri toh? Dengan demikian saya pikir semuanya kembali ke pribadi user masing2. Banyak pembuat style yang puas dengan apa yang sudah mereka bikin. Padahal, kita sebagai orang yang - katakanlah punya pandangan dan perhatian lebih soal ini - melalui sharing di forum kita ini, tentu bisa dan harusnya merasa perlu mencerahkan mereka bahwa mereka sebenarnya bisa berbuat lebih. Ada yang puas dengan style yang datar2 saja, silahkan. Ada yang suka dengan hentakan di sana sini, welcome. Tetapi ada yang sudah merasakan pentingnya perbaikan itu, apa kita harus diam saja? saya yakin Bapak bakal akan menjawab tidak :)
VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Tujuannya yah itu, utk membuktikan bahwa mitos kalau mau main pop enakkan pakai merk tertentu adalah SALAH BESAR..
Bagus itu pak, soal tujuan Bapak, saya sangat setuju. Namun menurut saya, tanpa menggunakan style convertan pun Bapak sangat baik telah menunjukkan masalah ini, dan dengan sangat detail pula.
Kenapa saya sangat concern dengan yang satu ini? Karena dari sini ada 2 kesan/ kecurigaan yang mungkin timbul:
a. Bapak secara tidak langsung dan tidak sadar mengatakan bahwa Preset Style Yamaha cocok di Pop dibandingkan dengan preset style keyboard lain. Kesan ini jelas terlihat dalam thread Bapak "Keyboard KN tidak bisa main pop?", judul yang gimanaaaa gitu (temen2 saya yang mbaca sih nyebutnya provokatif, tapi saya lebih suka bilang kontroversial), yang mana sudah terdengar sangat baik bahkan terlihat memorynya lengkap 3 style.
b. Bapak sangat membenci Yamaha, segitu bencinya sampai - mengikuti kebiasaan Bapak beranalogi - menganggap Yamaha seolah2 sebagai PSK yang menghabiskan berjuta2 uang pelanggan hanya demi mengganti baju baru tiap tahun, sementara servis-nya gitu2 saja. Lalu hadirlah Bapak, menelanjangi Yamaha, mengenakannya pada gadis (keyboard) kesayangan Bapak, dan mengatakan kalau gadis itu lebih cocok memakainya ketimbang si Yamaha sendiri.
Akhirnya cita2 Bapak soal komparasi Apple to Apple malah jadi kurang fair Pak. Andai Bapak juga membandingkan masing2 preset style di keyboard masing2, saya pikir kedua kesan di atas tentu ga perlu muncul.
Maaf ya Pak, ini tentu sangat tidak enak didengar, tapi jujur inilah yang saya rasakan :(
Semuanya just my humble opinion
