18-01-2011, 02:59 AM
Tommykwitang link=topic=3892.msg41429#msg41429 date=1295291049 Wrote:Ini software agak aneh, masa bentuk gelombang sinus tegangan peak dikali arus peak = watt? PLN enggak berani mengatakan pelanggan 220V/4A = 880Watt, tapi mereka katakan 880VA, krn untuk mendapat nilai watt harus dihitung juga factor cos phi dan efisiensinya. Kaya menghitung tegangan dan arus DC aja, V x A = W. Lha itu daerah kosong diluar sinus apa diborong juga dianggap masuk speaker anginnya?
Maaf sekedar mengkritisi softwarenya, takutnya gara2 software ini kita dianggap korupsi daya output, hehehe.... Soalnya kalau dibandingkan dgn hitungan file Excel yg bisa didownload dari lokasi sesuai petunjuk admin (Kalkulasi_Daya_Penguat_Kelas_B_AB.xls), hasilnya beda jauh. Mohon B_ABnya jangan dihubungkan dgn produk kesehatan perut yah.... ^:)^
Betul Om Tommy, daya yang dipakai diambil pada saat Vpeak x Ipeak :)) jadi ini alasan mengapa daya maksimum "Blazer X4" dibilang 400 watt, padahal Daya "RMS" hanyalah 200 watt di beban 8 ohm dan 300 watt di beban 4 ohm.
satu lagi kelemahannya kalau capasitor diparalel dianggap "short", jadi gak ada gradasi resistance antara capasitor kosong ,setengah penuh dan penuh. Padahal sebenarnya resistance dari capasitor akan naik secara kuadrat seiring pengisian (charging). Makanya kalau disimulasi power supply jika dilihat spike arus dari source 220V akan dijumpai spike arus sampai puluhan ampere untuk beban setelah trafo hanya 800 watt.
Dan kalau kita pakai simulasi ini untuk rangkaian yang ada komponen capasitor, jangan harap mendapatkan hasil yang sebenarnya, laaahh, capasitor dianggap tahanannya 0 semua :xx
Waalupun banyak kelemahan tapi simulasi dasar dari software ini sangat menolong untuk memahami cara kerja komponen elektronik.
:)>-
