03-02-2011, 09:52 AM
kalo aku sementara ini hanya menggunakan SS yang setidaknya cukup memenuhi keinginan PELANGGAN SS...
Mixer sampe Power menggunakan OPLOSAN....
udah aku cek sound tst test.1 2 3 dicoba....
hasilnya? (yang mendengarkan banyak orang setidaknya PEMILIK PONDOK PESANTREN+SANTRInya dan beberapa orang yang suka dangdutan)
1. Kata Pak Kyai : Bagus mas, suara bicara (mungkin yang dimaksud VOCAL) Buat Pidato...bisa empuk...ga terlalu keras tapi suara GA MBULEG (suara bisa plong/lepas)
2. Kata Orang Kampung (yg nonton Orgen tunggal) : enak mas suarane
3. Kata Bapakku : kurang nge-bass nih.....
4. Kata temen2 sesama Tukang SS : wah... kamu curang nih... bikinin buat orang kok ga seperti ini....? dasar tukang... milik sendiri dibuat lebih bagus dari orang lain... ( ini pendapat dari 3 orang yang pernah rakit SS sama aku....dan 1 orang pulang karena MARAH..... dan yang marah adalah MANTAN PARTNER JOIN OPERATION SS sama aku...)
walau speaker masih 1 sayap....udah ada yang NGEJOB BUAT PENGAJIAN MAULID.. (mushola dan Pondok PEsantren+Masjid pondok)
Kalo menurut q sih semua power itu tetap harus mempunyai standar tertentu seperti SNI, SII atau yg lainnya. Nah utk mendapatkan standar yg dimaksud faktor2 apa yg harus diperhatikan.
Kalo standarnya kita ambil dari pendengaran banyak org pasti gak akan bisa standar krn pendapat org pasti beda, tapi namanya standar pasti udah ada ketentuan tersendiri, masalah penerapannya terserah sipengguna untuk apa power itu digunakan.
Contohnya : Peavey CS 800, pabriknya mengeluarkan type ini utk midle, tapi kenyataannya banyak yg pake buat sub, akhirnya suara keteteran, trus nyalain powernya gak kuat. Tetapi power mengeluarkan type itu pasti sudah melalui penelitian dan pengujian yg akurat dgn STANDAR-STANDAR YG SUDAH DITENTUKAN, nah..... standar itu maksud q.[/color]
Umpamanya power itu harus mempunyai proteksi yg lengkap diantaranya : proteksi panas, DC out, anti short, soft star, pengaman over bias final, dll.
Q pengen kita selaku TUKANG OPREK bisa merakit power yg standar spt dimaksud diatas, paling minim SNI. Makanya q minta pendapat rekan yg lebih tau tentang standar2 itu. :)>- :)>- :)>-
Mixer sampe Power menggunakan OPLOSAN....
udah aku cek sound tst test.1 2 3 dicoba....
hasilnya? (yang mendengarkan banyak orang setidaknya PEMILIK PONDOK PESANTREN+SANTRInya dan beberapa orang yang suka dangdutan)
1. Kata Pak Kyai : Bagus mas, suara bicara (mungkin yang dimaksud VOCAL) Buat Pidato...bisa empuk...ga terlalu keras tapi suara GA MBULEG (suara bisa plong/lepas)
2. Kata Orang Kampung (yg nonton Orgen tunggal) : enak mas suarane
3. Kata Bapakku : kurang nge-bass nih.....
4. Kata temen2 sesama Tukang SS : wah... kamu curang nih... bikinin buat orang kok ga seperti ini....? dasar tukang... milik sendiri dibuat lebih bagus dari orang lain... ( ini pendapat dari 3 orang yang pernah rakit SS sama aku....dan 1 orang pulang karena MARAH..... dan yang marah adalah MANTAN PARTNER JOIN OPERATION SS sama aku...)
walau speaker masih 1 sayap....udah ada yang NGEJOB BUAT PENGAJIAN MAULID.. (mushola dan Pondok PEsantren+Masjid pondok)
Kalo menurut q sih semua power itu tetap harus mempunyai standar tertentu seperti SNI, SII atau yg lainnya. Nah utk mendapatkan standar yg dimaksud faktor2 apa yg harus diperhatikan.
Kalo standarnya kita ambil dari pendengaran banyak org pasti gak akan bisa standar krn pendapat org pasti beda, tapi namanya standar pasti udah ada ketentuan tersendiri, masalah penerapannya terserah sipengguna untuk apa power itu digunakan.
Contohnya : Peavey CS 800, pabriknya mengeluarkan type ini utk midle, tapi kenyataannya banyak yg pake buat sub, akhirnya suara keteteran, trus nyalain powernya gak kuat. Tetapi power mengeluarkan type itu pasti sudah melalui penelitian dan pengujian yg akurat dgn STANDAR-STANDAR YG SUDAH DITENTUKAN, nah..... standar itu maksud q.[/color]
Umpamanya power itu harus mempunyai proteksi yg lengkap diantaranya : proteksi panas, DC out, anti short, soft star, pengaman over bias final, dll.
Q pengen kita selaku TUKANG OPREK bisa merakit power yg standar spt dimaksud diatas, paling minim SNI. Makanya q minta pendapat rekan yg lebih tau tentang standar2 itu. :)>- :)>- :)>-
