13-02-2011, 03:32 AM
Kalau saya pakai lagu yg rekamannya flat seperti Ungu album 2006 dgn tone control dimixernya dibikin flat. Kemudian mulai dari frekuensi 500Hz naikkan kepuncak atas hingga tedengar suara didaerah frekuensi itu terdengar cacad, lalu turunkan hingga mentok kebawah akan terasa ada suara yg hilang di frekuensi itu, setelah itu naikkan lagi pelahan keatas hingga suara pada frekuensi itu terdengar paling mulus. Kemudian lakukan juga cara itu pada frekuensi 1KHz, 2 Khz, 250Hz, 4KHz, 250Hz, 8KHz, 125Hz, 16KHz dan 31Hz.
Kemudian tinggal memperhalus sedikit stelan semua frekuensi, krn waktu kita stel salah satu frekuensi biasanya akan ada band frekuensi yg merupakan harmonik atau subharmonic yg ikut terpengaruh sedikit, sehingga suara musik terdengar paling jernih dengan detail suara yg jelas. Dalam kondisi suara terbaik ini dengan sendirinya penyebab feedback bisa ditekan. Karena penyebab feedback adalah response frekuensi pada speaker yg tidak datar.
Pada dasarnya feedback timbul dari response speaker yg terlalu tinggi disuatu frekuensi, didaerah tsb juga suara akan terasa kasar dan menyakitkan telinga. Bila daerah2 yg menghasilkan suara kasar tsb bisa diperhalus, maka penyebab feedback bisa ditekan.
Kemudian tinggal memperhalus sedikit stelan semua frekuensi, krn waktu kita stel salah satu frekuensi biasanya akan ada band frekuensi yg merupakan harmonik atau subharmonic yg ikut terpengaruh sedikit, sehingga suara musik terdengar paling jernih dengan detail suara yg jelas. Dalam kondisi suara terbaik ini dengan sendirinya penyebab feedback bisa ditekan. Karena penyebab feedback adalah response frekuensi pada speaker yg tidak datar.
Pada dasarnya feedback timbul dari response speaker yg terlalu tinggi disuatu frekuensi, didaerah tsb juga suara akan terasa kasar dan menyakitkan telinga. Bila daerah2 yg menghasilkan suara kasar tsb bisa diperhalus, maka penyebab feedback bisa ditekan.
Quote:[size=12pt]Catatan:[/size]
Banyak orang keliru memahami istilah flat atau datar pada ss. Mereka mengira FLAT itu datar dengan suara bass dan treble tidak terasa lebih kuat dari suara mid. Padahal flat itu adalah response terhadap frekuensi dari paling rendah 20Hz hingga tertinggi disekitar 20KHz sama kuat diseluruh bidang frekuensi. Sebuah ss yg flat akan meghasilkan suara yg jernih tidak menyakitkan telinga meski kita berada dekat speaker. Bila treble di mixer kita naikkan pada batas wajar akan terdengar jernih, begitu pula suara bass bila kita naikkan di mixer akan terdengar mulus dan bulat tidak sember. Kunci untuk mencapai flat ini ada di stelan Graphic Eq yg dipasang antara Mixer dengan power amplifier, atau sebelum active cross over bila kita menggunakan active x-over. Hasil terbaik didapat dengan GEQ 31 Band.
