20-02-2011, 08:05 AM
Jika kita perhatikan kegunaan yang sangat mendasar dari audio mixer kita ini, janganlah Anda dibuat pusing oleh fasilitas² yang "berjubel" di mixer :xx
let's start teman²...
langkah pertama adalah bacalah manual book-nya :D lalu ikuti alur perjalanan sinyalnya dari awal hingga akhi, sedangkan langkah selanjutnya yang paling sederhana adalah proses memasukkan sumber suara Anda yang MONO ke channel yang MONO, baik itu berupa line level ataupun mic level. Setelah itu carilah headroom-nya, lalu pikirkan mau kita rute-kan kemana sinyal kita yang sudah CIAMIK ini. Seandainya kita hanya ingin mengirimkan ke main out yang kiri saja, maka kita akan menekan tombol MAIN atau MASTER atau L - R ataupun STEREO MIX atau apapun namanya, lalu kita putar PAN POT kita ke kiri sampai habis ( jam 7 ). Demikian sebaliknya, jika kita mau ke kanan saja atau bahkan ke-2 tempat ini dengan level yang sama, maka PAN POT kita akan berada ditengah ( jam 12 ). Biasanya untuk sumber² suara yang stereo, misalnya: digital keyboarb, FX processor, dan sebagainya, sebuah mixer akan khusus menyediakan fasilitas channel yang stereo, maka dengan sebuah fader saja, kita dapat mengontrol langsung 2 buah channel sekaligus ( tentunya dengan posisi PAN ditengah )
minum kopi dulu dan sedoooooot dulu rokoknya, lalu lanjut lagi yuk :D
Biasanya! Umumnya! artinya tidak selalu :xx OK... mudheng kan :-bd
Pada mixer yang digunakan untuk pertunjukan live ataupun pada saat mixing di sebuah profesional recording studio, sekumpulan channel ( biasanya 8 channel ) dari drum dikirimkan ke-2 buah group yang berbeda ( misalnya group 1 dan 2 , tergantung pada posisi PAN-nya ), baru setelah itu dari group yang bersangkutan dikirimkan yang ganjil ke MAIN L, sedangkan yang genap ke MAIN R :-bd dengan demikian, jika jika drum mix yang sudah kita mix dengan susah payah ternyata secara keseluruhan levelnya perlu dikecilkan ataupun dibesarkan kita dapat melakukannya via kedua group ini tanpa harus susah payah mengubah ke-8 channel yang berasal dari drum ini. Channel² lain yang 1 keluarga, misalnya backing vocal diperlakukan IDEM ( sama dengan cara diatas ), tentunya pada 2 group lain yang tentunya berbeda. Sedangkan channel² lain yang individual langsung dikirimkan ke MAIN L ataupun MAIN R, tergantung selera dan kebutuhan :) yang perlu diingat adalah JANGAN PERNAH mengirimkan channel ke MAIN L-R, baik secara langsung maupun via group secara bersamaan [-X mudheng :-/ hal ini akan berakibat terjadinya " phase cancelation" :xx yang akan sangat mengganggu, kecuali jika yang dianggap mengganggu ini "menyenangkan" kedua telinga kita :xx
sedooooooooot lagi rokoknya :\/
Pada mixer recording, routing sinyal flow-nya akan sangat berbeda, MAIN L - R tidak dikirimkan ke speaker yang menuju ke penonton ( karena tidak ada penontonnya =)) ) tapi dikirimkan ke mastering devices, misalnya DAT atau CD recorder. Sedangkan group dikirimkan ke track recorder yang bersangkutan, yang biasanya seperti ini :
Group 1 dikirimkan ke track 1, 9 dan 17
Group 2 dikirimkan ke track 2, 10 dan 18
Group 3 dikirimkan ke track 3, 11 dan 19
Group 4 dikirimkan ke track 4, 12 dan 20
Group 5 dikirimkan ke track 5, 13 dan 21
Group 6 dikirimkan ke track 6, 14 dan 22
Group 7 dikirimkan ke track 7, 15 dan 23
Group 8 dikirimkan ke track 8, 16 dan 24
Control room output akan dikirimkan ke nearfield/farfield monitor kita, studio room output akan kita kirimkan ke headphone amplifier untuk monitor para pemain musik yang berada di ruang studio, mastering devices akan kita kirimkan ke-2 track input atau external input (fasilitas input yang dapat langsung dikirimkan ke C/R enggak lewat MAIN L - R :D ), sedangkan fasilitas yang lain akan diperlakukan sama seperti jika kita menggunakan mixer untuk live. mungkin mod gwendy dapat mengkoreksi kalau ada yang kurang tepat dan dapat menambahkan karena saya kurang faham mengenai recording routing :D
Straigh to the point: our JAM TERBANG is very² important!
selama audio mixer Anda lampu²nya tidak merah ( PEAK ) dan BUNYI... maka Anda sudah melaksanakan tugas Anda :-bd
let's start teman²...
langkah pertama adalah bacalah manual book-nya :D lalu ikuti alur perjalanan sinyalnya dari awal hingga akhi, sedangkan langkah selanjutnya yang paling sederhana adalah proses memasukkan sumber suara Anda yang MONO ke channel yang MONO, baik itu berupa line level ataupun mic level. Setelah itu carilah headroom-nya, lalu pikirkan mau kita rute-kan kemana sinyal kita yang sudah CIAMIK ini. Seandainya kita hanya ingin mengirimkan ke main out yang kiri saja, maka kita akan menekan tombol MAIN atau MASTER atau L - R ataupun STEREO MIX atau apapun namanya, lalu kita putar PAN POT kita ke kiri sampai habis ( jam 7 ). Demikian sebaliknya, jika kita mau ke kanan saja atau bahkan ke-2 tempat ini dengan level yang sama, maka PAN POT kita akan berada ditengah ( jam 12 ). Biasanya untuk sumber² suara yang stereo, misalnya: digital keyboarb, FX processor, dan sebagainya, sebuah mixer akan khusus menyediakan fasilitas channel yang stereo, maka dengan sebuah fader saja, kita dapat mengontrol langsung 2 buah channel sekaligus ( tentunya dengan posisi PAN ditengah )
minum kopi dulu dan sedoooooot dulu rokoknya, lalu lanjut lagi yuk :D
Biasanya! Umumnya! artinya tidak selalu :xx OK... mudheng kan :-bd
Pada mixer yang digunakan untuk pertunjukan live ataupun pada saat mixing di sebuah profesional recording studio, sekumpulan channel ( biasanya 8 channel ) dari drum dikirimkan ke-2 buah group yang berbeda ( misalnya group 1 dan 2 , tergantung pada posisi PAN-nya ), baru setelah itu dari group yang bersangkutan dikirimkan yang ganjil ke MAIN L, sedangkan yang genap ke MAIN R :-bd dengan demikian, jika jika drum mix yang sudah kita mix dengan susah payah ternyata secara keseluruhan levelnya perlu dikecilkan ataupun dibesarkan kita dapat melakukannya via kedua group ini tanpa harus susah payah mengubah ke-8 channel yang berasal dari drum ini. Channel² lain yang 1 keluarga, misalnya backing vocal diperlakukan IDEM ( sama dengan cara diatas ), tentunya pada 2 group lain yang tentunya berbeda. Sedangkan channel² lain yang individual langsung dikirimkan ke MAIN L ataupun MAIN R, tergantung selera dan kebutuhan :) yang perlu diingat adalah JANGAN PERNAH mengirimkan channel ke MAIN L-R, baik secara langsung maupun via group secara bersamaan [-X mudheng :-/ hal ini akan berakibat terjadinya " phase cancelation" :xx yang akan sangat mengganggu, kecuali jika yang dianggap mengganggu ini "menyenangkan" kedua telinga kita :xx
sedooooooooot lagi rokoknya :\/
Pada mixer recording, routing sinyal flow-nya akan sangat berbeda, MAIN L - R tidak dikirimkan ke speaker yang menuju ke penonton ( karena tidak ada penontonnya =)) ) tapi dikirimkan ke mastering devices, misalnya DAT atau CD recorder. Sedangkan group dikirimkan ke track recorder yang bersangkutan, yang biasanya seperti ini :
Group 1 dikirimkan ke track 1, 9 dan 17
Group 2 dikirimkan ke track 2, 10 dan 18
Group 3 dikirimkan ke track 3, 11 dan 19
Group 4 dikirimkan ke track 4, 12 dan 20
Group 5 dikirimkan ke track 5, 13 dan 21
Group 6 dikirimkan ke track 6, 14 dan 22
Group 7 dikirimkan ke track 7, 15 dan 23
Group 8 dikirimkan ke track 8, 16 dan 24
Control room output akan dikirimkan ke nearfield/farfield monitor kita, studio room output akan kita kirimkan ke headphone amplifier untuk monitor para pemain musik yang berada di ruang studio, mastering devices akan kita kirimkan ke-2 track input atau external input (fasilitas input yang dapat langsung dikirimkan ke C/R enggak lewat MAIN L - R :D ), sedangkan fasilitas yang lain akan diperlakukan sama seperti jika kita menggunakan mixer untuk live. mungkin mod gwendy dapat mengkoreksi kalau ada yang kurang tepat dan dapat menambahkan karena saya kurang faham mengenai recording routing :D
Straigh to the point: our JAM TERBANG is very² important!
selama audio mixer Anda lampu²nya tidak merah ( PEAK ) dan BUNYI... maka Anda sudah melaksanakan tugas Anda :-bd
