25-02-2011, 08:52 AM
Jawabannya mas Gwendy itu udah jelas sekali.
Begini rekan2.... (sy pernah diskusikan dgn Antoni utk aplikasi recording, dan dia cuma tertawa, nggak mau mikirin seruwet itu....heheheheh)
1. Rangkaian penjumlah (mixer) itu 'ternyata' memiliki keterbatasan juga yg dikategorikan 'jenuh' bila terlalu banyak signal yg masuk sekaligus. Jumlah 'voltage' dari setiap penguatan membuat signal musik yg masuk menjadi amburadul, tidak terpisahkan secara jelas karena 'mixer' mengalami jenuh dan kelebihan muatan... (kayak truk).
2. Untuk mengatasinya, maka sejumlah signala (alat musik) yg "cenderung sama" dijumlahkan terlebih dahulu, itu yg dikenal sbg 'sub group'. Karena jumlahnya relatif sedikit, misalnya drum cuma 8 channel, maka 'penjumlahan signalnya' bisa tertangani dengan baik. Kemudian vocal, mungkin 6 - 8 mic, gitar dan synth... masing2 di sub group sehingga tiap sub group hanya menghandle alat musik/signal dalam jumlah terbatas.
3. Kemudian sub group-sub group ini ( bisa 2, 4 8 atau 16 sub group) di jumlahkan di Master mixer, artinya, Master mixer hanya menjumlahkan signal yg 2 sd 16 tadi, maka kerjaannya jadi enteng, sehingga pemilahan suara menajdi jelas.....
Kl diibaratkan, sub group itu adalah ketua2 RT yg menanpung suara se- RT, utk kemudian di gabung dengan RT2 lain di tingkat RW, untuk disuarakan ke Lurah.. bedanya, seluruh suara anggota masyarakat tiap RT bisa secara serempak berbunyi dengan harmoni, tidak hiruk pikuk..... kira-kira demikian.
Semoga mas Mei, nggak nuntut saya lagi....
Begini rekan2.... (sy pernah diskusikan dgn Antoni utk aplikasi recording, dan dia cuma tertawa, nggak mau mikirin seruwet itu....heheheheh)
1. Rangkaian penjumlah (mixer) itu 'ternyata' memiliki keterbatasan juga yg dikategorikan 'jenuh' bila terlalu banyak signal yg masuk sekaligus. Jumlah 'voltage' dari setiap penguatan membuat signal musik yg masuk menjadi amburadul, tidak terpisahkan secara jelas karena 'mixer' mengalami jenuh dan kelebihan muatan... (kayak truk).
2. Untuk mengatasinya, maka sejumlah signala (alat musik) yg "cenderung sama" dijumlahkan terlebih dahulu, itu yg dikenal sbg 'sub group'. Karena jumlahnya relatif sedikit, misalnya drum cuma 8 channel, maka 'penjumlahan signalnya' bisa tertangani dengan baik. Kemudian vocal, mungkin 6 - 8 mic, gitar dan synth... masing2 di sub group sehingga tiap sub group hanya menghandle alat musik/signal dalam jumlah terbatas.
3. Kemudian sub group-sub group ini ( bisa 2, 4 8 atau 16 sub group) di jumlahkan di Master mixer, artinya, Master mixer hanya menjumlahkan signal yg 2 sd 16 tadi, maka kerjaannya jadi enteng, sehingga pemilahan suara menajdi jelas.....
Kl diibaratkan, sub group itu adalah ketua2 RT yg menanpung suara se- RT, utk kemudian di gabung dengan RT2 lain di tingkat RW, untuk disuarakan ke Lurah.. bedanya, seluruh suara anggota masyarakat tiap RT bisa secara serempak berbunyi dengan harmoni, tidak hiruk pikuk..... kira-kira demikian.
Semoga mas Mei, nggak nuntut saya lagi....
