31-03-2011, 01:35 PM
Kemudian untuk menjaga level suara agar baik dan konstan levelnya usahakan untuk mendekatkan mic kedekat mulut dan hidung ketika level suara kita rendah, jauhkan mic ketika level kita kuat misalnya saat teriak. Seberapa dekat dan seberapa jauh jarak mic kemulut kita harus dicoba dan dilatih, agar saat tampil dipanggung gerak pengaturan jarak mic kemulut terjadi secara otomatis karena kebiasaan yang benar. Kadang bila mic terlalu dekat suara hembusan angin yang keluar dari mulut bisa menjadi gangguan, untuk mengatasi gangguan hembusan angin tsb sebaiknya mic dipasangkan wind screen (penapis angin) yang terbuat dari bahan karet sponse. Untuk mic shure sm58 wind screen sudah terpasang didalamnya, sehingga jarang dibutuhkan wind screen tambahan.1.Microphone.
Microphone adalah sebuah alat untuk pengambilan suara, bekerja dengan cara mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik yang dihasilkan kemudian dihubungkan melalui kabel audio ke penguat depan (pre amplifier) yang terdapat di Audio Mixer untuk diperkuat sebelum diolah lebih lanjut di Audio Mixer
Ada juga microphone tanpa kabel atau Wireless Microphone (secara teory, karena pada kenyataan untuk menghubungkan penerima ke audio mixer tetap harus pakai kabel). Untuk masalah Wireless Microphone ini akan dibahas setelah kita tuntas membahas Microphone dengan kabel.
A. Berdasarkan tehnik pembuatannya microphone terbagi atas:
1. Dynamic Microphone, terbuat dari bahan magnet dengan lilitan kawat yang terhubung dengan membran (selaput tipis sejenis plastik), lihat gambar 1. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk pengoperasiannya. Getaran yang diterima akan menggerakkan lilitan kawat mundur maju yang akan menghasilkan sinyal listrik sebagai akibat perubahan tingkat kekuatan medan magnet terhadap gerakan lilitan. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk pengoperasiannya. Kebanyakan Dynamic Microphone mudah rusak bila terguncang kuat karena jatuh atau terbanting, kerusakan bersifat permanent, tetapi ada juga pabrik mic tertentu yang menyediakan part untuk mengganti cartridge yang rusak. Tetapi ada juga merk2 tertentu yang tahan banting. Bila kita mampu merawat dengan baik jenis Dynamic Microphone bisa sangat panjang usia pakainya ( lebih dari 30 tahun bahkan ada yang tahan lebih dari 100_tahun).
r: Educational Content
2. Electret Condenser Microphone (ECM), terbuat dari sebuah bidang logam sangat tipis yang berhadapan dengan logam yang cukup tebal membentuk sebuah kondensator yang dihubungkan kesebuah transistor FET (lihat gambar 2). Perubahan nilai kapasitas pada membran akan mempengaruhi laju arus pada transistor FET yang mengikuti getaran pada membran. Perubahan laju arus pada FET itulah yang merupakan sinyal listrik keluaran dari Mic. Karena ECM menggunakan komponen aktif transistor FET, maka untuk pengoperasiannya membutuhkan catu daya yang biasa disebut dengan Phantom Power. Jenis ECM memiliki kepekaan lebih tinggi dari pada Dynamic Microphone, lebih tahan banting, tetapi usia pakainya akan dibatasi oleh usia komponen electronicnya dan diapragmanya tidak boleh kena udara lembab atau air. Bila persediaan spare part masih tersedia kerusakan pada microphone jenis ini bias diperbaiki.
Educational Content
3. Carbon Microphone, karena suaranya yang tidak sempurna, sudah langka dan sangat jarang digunakan kecuali pada pesawat telepon kuno maka rasanya tidak perlu kita bahas.
B. Berdasarkan arah tangkapan suara microphone terbagi atas:
1. Omnidirectional Microphone, menangkap suara dari semua arah (depan, belakang, samping, atas dan bawah, lihat gambar 3). Microphone jenis ini sangat tidak baik bila digunakan diluar studio seperti dalam pertunjukan musik hidup. (kecuali memang sengaja untuk merekam suara alam), dan sangat besar kemungkinan mengalami gaung (feedback) bila digunakan bersama peralatan pengeras suara ditempat yang sama. Lebih banyak digunakan untuk wawancara diruangan tertutup yang kedap tanpa kehadiran loudspeaker monitor diruangan. Tetapi bila digunakan untuk miking dengan jarak yang sangat dekat dengan sumber suara sangat baik karena tidak memiliki PROXIMITY EFFECT seperti jenis Cardioid yang akan dijelaskan berikut dibawah ini. Mic jenis ini sangat baik untuk digunakan didalam studio rekaman. Adapun yang dimaksud dengan proximity effect adalah perubahan pada suara yang dihasilkan, semakin dekat jarak sumber suara ke microphone semakin kuat nada bassnya. Bila nada bass ini terlalu kuat pada saat ada ucapan yang mengandung huruf B,P,D akan menimbulkan suara letupan pada loudspeaker.
Microphone adalah sebuah alat untuk pengambilan suara, bekerja dengan cara mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik yang dihasilkan kemudian dihubungkan melalui kabel audio ke penguat depan (pre amplifier) yang terdapat di Audio Mixer untuk diperkuat sebelum diolah lebih lanjut di Audio Mixer
Ada juga microphone tanpa kabel atau Wireless Microphone (secara teory, karena pada kenyataan untuk menghubungkan penerima ke audio mixer tetap harus pakai kabel). Untuk masalah Wireless Microphone ini akan dibahas setelah kita tuntas membahas Microphone dengan kabel.
A. Berdasarkan tehnik pembuatannya microphone terbagi atas:
1. Dynamic Microphone, terbuat dari bahan magnet dengan lilitan kawat yang terhubung dengan membran (selaput tipis sejenis plastik), lihat gambar 1. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk pengoperasiannya. Getaran yang diterima akan menggerakkan lilitan kawat mundur maju yang akan menghasilkan sinyal listrik sebagai akibat perubahan tingkat kekuatan medan magnet terhadap gerakan lilitan. Dynamic Microphone tidak membutuhkan catu daya untuk pengoperasiannya. Kebanyakan Dynamic Microphone mudah rusak bila terguncang kuat karena jatuh atau terbanting, kerusakan bersifat permanent, tetapi ada juga pabrik mic tertentu yang menyediakan part untuk mengganti cartridge yang rusak. Tetapi ada juga merk2 tertentu yang tahan banting. Bila kita mampu merawat dengan baik jenis Dynamic Microphone bisa sangat panjang usia pakainya ( lebih dari 30 tahun bahkan ada yang tahan lebih dari 100_tahun).
r: Educational Content
2. Electret Condenser Microphone (ECM), terbuat dari sebuah bidang logam sangat tipis yang berhadapan dengan logam yang cukup tebal membentuk sebuah kondensator yang dihubungkan kesebuah transistor FET (lihat gambar 2). Perubahan nilai kapasitas pada membran akan mempengaruhi laju arus pada transistor FET yang mengikuti getaran pada membran. Perubahan laju arus pada FET itulah yang merupakan sinyal listrik keluaran dari Mic. Karena ECM menggunakan komponen aktif transistor FET, maka untuk pengoperasiannya membutuhkan catu daya yang biasa disebut dengan Phantom Power. Jenis ECM memiliki kepekaan lebih tinggi dari pada Dynamic Microphone, lebih tahan banting, tetapi usia pakainya akan dibatasi oleh usia komponen electronicnya dan diapragmanya tidak boleh kena udara lembab atau air. Bila persediaan spare part masih tersedia kerusakan pada microphone jenis ini bias diperbaiki.
Educational Content
3. Carbon Microphone, karena suaranya yang tidak sempurna, sudah langka dan sangat jarang digunakan kecuali pada pesawat telepon kuno maka rasanya tidak perlu kita bahas.
B. Berdasarkan arah tangkapan suara microphone terbagi atas:
1. Omnidirectional Microphone, menangkap suara dari semua arah (depan, belakang, samping, atas dan bawah, lihat gambar 3). Microphone jenis ini sangat tidak baik bila digunakan diluar studio seperti dalam pertunjukan musik hidup. (kecuali memang sengaja untuk merekam suara alam), dan sangat besar kemungkinan mengalami gaung (feedback) bila digunakan bersama peralatan pengeras suara ditempat yang sama. Lebih banyak digunakan untuk wawancara diruangan tertutup yang kedap tanpa kehadiran loudspeaker monitor diruangan. Tetapi bila digunakan untuk miking dengan jarak yang sangat dekat dengan sumber suara sangat baik karena tidak memiliki PROXIMITY EFFECT seperti jenis Cardioid yang akan dijelaskan berikut dibawah ini. Mic jenis ini sangat baik untuk digunakan didalam studio rekaman. Adapun yang dimaksud dengan proximity effect adalah perubahan pada suara yang dihasilkan, semakin dekat jarak sumber suara ke microphone semakin kuat nada bassnya. Bila nada bass ini terlalu kuat pada saat ada ucapan yang mengandung huruf B,P,D akan menimbulkan suara letupan pada loudspeaker.
