18-04-2011, 03:51 PM
dokter punjung link=topic=6255.msg75808#msg75808 date=1303110884 Wrote:tulisan bang_dewa: yg lagi ngumpet dg bakul Kopi \:D/
Sebenarnya tidak ada patokan baku atau aturan pasti yang mengikat seperti apa semua perangkat akan dirangkai / routing. Sound System adalah system tata suara yang diatur sedemikian rupa untuk menyajikan suara yang dapat dinikmati oleh audiens/penonton.
Namun system tersebut selalu berkembang terus menerus, makanya diatas sudah saya sebutkan kalau tidak ada patokan khusus dan aturan yang mengikat karena system tersebut terus berkembang seiring dengan hadirnya perangkat² baru dengan teknologinya yang terus berkembang.
[size=12pt]Prinsip dasarnya : source ( sumber bunyi ) --> mic --> mixer --> PA -->speaker [/size]
Mungkin jaman eyang kakung akan terpatok untuk merangkai seperti itu karena pada jaman eyang kakung menyewakan sound belum ada perangkat tambahan dan suara mungkin seperti radio mbah kakung saya, namun setelah muncul perangkat EQ maka terjadi perubahan susunan perangkat dengan menyisipkan EQ setelah mixer
[size=12pt]Menjadi: source ( sumber bunyi ) --> mic --> mixer --> EQ --> PA --> speaker
[/size]
ketika X-over diproduksi, terjadi perubahan susunan lagi
[size=12pt]menjadi: source ( sumber bunyi ) --> mic --> mixer --> EQ --> X- over --> PA --> speaker [/size]
namun ketika fasilitas insert diberikan di mixer, terjadi perubahan lagi dengan menyisipkan EQ difasilitas insert channel
[size=12pt]menjadi: source ( sumber bunyi ) --> mic --> mixer --> X-over --> PA --> speaker
? ?
EQ [/size]
lalu compressor kembali diluncurkan melengkapi perangkat SS dan mempengaruhi perubahan susunan dengan menginsert juga di channel mixer
menjadi: [size=12pt] compressor
? ?
source ( sumber bunyi ) -->mic --> mixer --> X-over --> PA --> speaker
? ?
EQ [/size]
kok jadi rumit gini gambarnya dan ketika kerumitan terjadi di lapangan, muncul lagi produk baru untuk meringkas semua kerumitan kabel yang terjadi di lapangan dengan hadirnya pahlawan bernama DLMS yang berisi EQ, compressor dan X-over di dalamnya secara digital dan perkabelan
[size=12pt]menjadi : source ( sumber bunyi ) --> mic --> mixer --> DLMS --> PA --> speaker
[/size]
namun perkembangan selanjutnya menjadi lebih spesifik untuk tiap produsen yang memproduksi perangkatnya.
mereka melengkapi produksinya menjadi paket " pasti pas " dengan menambahkan controller yang disiapkan agar match/cocok dengan produk mereka karena DLMS dirasa masih terlalu universal dan kurang spesifik dengan produk mereka agar proses instalasi dan setting di lapangan semakin cepat dikerjakan.
biasanya dijual dalam 1 paket: controller --> PA -->speaker
sehingga routingnya menjadi: [size=12pt]source ( sumber bunyi ) --> mic --> mixer --> controller --> PA --> speaker
[/size]
Ternyata perlombaan tidak berhenti disitu, tehnologi terus berkembang dan produsen terus berlomba untuk mengoptimalkan produk mereka. dalam waktu singkat disusul oleh controller yang disertai software yang mendukung totalitas kemampuan produk mereka.
Pertanyaannya bagi pemilik SS adalah,
Bagaimana Anda merangkai seluruh perangkat yang Andamiliki untuk menghasilkan suara yang dapat dinikmati oleh penonton ditempat Anda menyewakan SS tersebut?
karena selera masyarakat berbeda disetiap wilayah dan perbandingan modal dengan harga sewa apakah sudah seimbang?
EQ mau diletakkan dimanapun juga silahkan saja selama Anda meyakini bahwa EQ tersebut mendukung performa SS Anda, karena tidak ada patokan khusus harus diletakkan dimana.
Produsen hanya memberi saran, tidak mengharuskan EQ harus diletakkan dimana. mau ditaruh sebelum DLMS atau mau diinsert dimanapun,
Silahkan saja pertimbangan akan berbeda antara 1 individu dengan yang lainnya tergantung wawasan dan pengalaman masing² individu tersebut. Mari kita fleksibel dalam menggunakan SS tersebut, aturan dan ketentuan disusun hanya untuk merapikan barisan.
Akhirnya artikel ini selesai disusun dengan menghabiskan 1 gelas kopi dan 6 batang rokok, pak dokter harus ganti rugi biaya kopi dan rokok gud luck :-bd
