04-10-2010, 12:41 PM
Tahun 2000 dari survey saya di wilayah Bekasi, menggunakan hitungan tarif/KW. Jadi semakin besar perangkat yg disewa semakin tinggi harga sewanya. Nampaknya hitungan harga berdasarkan daya dan fasilitas extra yg diminta seperti wireless mic, personal monitor, dll dicharge biaya tambahan cukup adil.
Faktor lain yang sangat diharuskan adalah kemampuan Soundman dalam melakukan seting perangkat sound dan balancing pada mixer. Kemampuan crew dalam menata, kerapihan dan estetika sangat penting meskipun alatnya bukan kelas atas, karena banyak sekali orang2 yg takut listrik, jadi kabel yang berantakan sangat menurunkan simpati penyewa, mereka khawatir kalau sampai ada anak2 yg mati tersengat listrik atau jatuh tersandung kabel, pesta meriah berakhir dikantor polisi.
Di Bekasi kebanyakan rental mulai dari sound rakitan. Dari profesionalisme kerja itu telah mengangkat mereka dari rental ss kelas bawah menjadi kelas cafee/mall, yg ordernya bisa bersambung terus. Sebagian besar kegiatan yg menggunakan sound system kelas bawah dan menengah di Jakarta dikuasai oleh rental2 Bekasi. Jadi dari pengamatan saya yang dapat mengangkat kelas rental ss adalah kemampuan sm dan crew dilapangan, bukan alatnya. Kalau rentalnya banyak order dengan tarif yg bagus, maka dengan sendirinya peningkatan peralatan mudah dilakukan. Itulah sebabnya penting sekali memperhatikan kwalitas dan kesejahteraan sm dan crew, agar mereka mudah meningkatkan kemampuan bila pelatihan dan kesejahteraannya memadai. Biasanya tarif akan naik sendiri bila kita telah meraih minat masyarakat, dan uang tip untuk crew jadi lebih mudah keluar bila pelanggan puas. Karena pelanggan ingin bila suatu saat butuh lagi, akan mendapat prioritas dalam antrian pemesan, maka mereka berusaha untuk menjadi pelanggan yang diperhitungkan dengan cara berani membayar lebih.
Saya juga mengamati bahwa banyak artis penyanyi dan musisi tidak bisa meningkat kelasnya karena tidak didukung soundman yg baik, sehingga kemampuan para seniman itu tidak terekspose dengan baik (kita pernah mendengar nama Ikhsan anak seorang tukang becak dari Medan, tiba2 jadi penyanyi terkenal, karena didukung sound system yang ditangani oleh SE profesional berkelas yg honornya 5jt sekali manggung). Artis adalah pembuka jalan untuk masuknya order bagi rental ss. Soundman yg baik adalah seorang musisi yang bukan pegang gitar, bukan keyboard, bukan drum, tapi memainkan alat musik "audio mixer" dan alat2 bantunya. Orang berani mengeluarkan dana lebih untuk mendatangkan artis yg mereka puja, keluarga besar pemilik hajat akan turun tangan untuk ikut membiayai acara yang akan membuat mereka puas. Jangan lupa, orang Indonesia didaerah punya kebiasaan gotong-royong saat hajat, asalkan ada alasan yg kuat agar seluruh keluarga besar bersedia mendukung dana yg lebih besar.
Nah, kalau kita sudah mampu mewujudkan hal2 penting ini, barulah kita membuat hitungan, berapa tarif yg pantas agar investasi kita bisa balik modal dalam 2 tahun. Sehingga bila hitungannya meleset minimal 4 tahun sudah balik modal. Bila kita tidak mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakan jasa kita, sebaiknya kita hitung berapa total harga alat2 kita kalau dijual semuanya, persiapan kalau bangkrut.
@mas Menying: Terimakasih, tapi sebaiknya kalau terwujud dipilih orang yg masih muda yg masih gesit. Saya cukup sebagai pemain belakang layar, jadi kalau saya mati duluan, tidak jadi musibah bagi anggota.
@dar_mon: Memang salah satu trik terbukti banyak yg sudah berhasil seperti yg anda sampaikan.
Faktor lain yang sangat diharuskan adalah kemampuan Soundman dalam melakukan seting perangkat sound dan balancing pada mixer. Kemampuan crew dalam menata, kerapihan dan estetika sangat penting meskipun alatnya bukan kelas atas, karena banyak sekali orang2 yg takut listrik, jadi kabel yang berantakan sangat menurunkan simpati penyewa, mereka khawatir kalau sampai ada anak2 yg mati tersengat listrik atau jatuh tersandung kabel, pesta meriah berakhir dikantor polisi.
Di Bekasi kebanyakan rental mulai dari sound rakitan. Dari profesionalisme kerja itu telah mengangkat mereka dari rental ss kelas bawah menjadi kelas cafee/mall, yg ordernya bisa bersambung terus. Sebagian besar kegiatan yg menggunakan sound system kelas bawah dan menengah di Jakarta dikuasai oleh rental2 Bekasi. Jadi dari pengamatan saya yang dapat mengangkat kelas rental ss adalah kemampuan sm dan crew dilapangan, bukan alatnya. Kalau rentalnya banyak order dengan tarif yg bagus, maka dengan sendirinya peningkatan peralatan mudah dilakukan. Itulah sebabnya penting sekali memperhatikan kwalitas dan kesejahteraan sm dan crew, agar mereka mudah meningkatkan kemampuan bila pelatihan dan kesejahteraannya memadai. Biasanya tarif akan naik sendiri bila kita telah meraih minat masyarakat, dan uang tip untuk crew jadi lebih mudah keluar bila pelanggan puas. Karena pelanggan ingin bila suatu saat butuh lagi, akan mendapat prioritas dalam antrian pemesan, maka mereka berusaha untuk menjadi pelanggan yang diperhitungkan dengan cara berani membayar lebih.
Saya juga mengamati bahwa banyak artis penyanyi dan musisi tidak bisa meningkat kelasnya karena tidak didukung soundman yg baik, sehingga kemampuan para seniman itu tidak terekspose dengan baik (kita pernah mendengar nama Ikhsan anak seorang tukang becak dari Medan, tiba2 jadi penyanyi terkenal, karena didukung sound system yang ditangani oleh SE profesional berkelas yg honornya 5jt sekali manggung). Artis adalah pembuka jalan untuk masuknya order bagi rental ss. Soundman yg baik adalah seorang musisi yang bukan pegang gitar, bukan keyboard, bukan drum, tapi memainkan alat musik "audio mixer" dan alat2 bantunya. Orang berani mengeluarkan dana lebih untuk mendatangkan artis yg mereka puja, keluarga besar pemilik hajat akan turun tangan untuk ikut membiayai acara yang akan membuat mereka puas. Jangan lupa, orang Indonesia didaerah punya kebiasaan gotong-royong saat hajat, asalkan ada alasan yg kuat agar seluruh keluarga besar bersedia mendukung dana yg lebih besar.
Nah, kalau kita sudah mampu mewujudkan hal2 penting ini, barulah kita membuat hitungan, berapa tarif yg pantas agar investasi kita bisa balik modal dalam 2 tahun. Sehingga bila hitungannya meleset minimal 4 tahun sudah balik modal. Bila kita tidak mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakan jasa kita, sebaiknya kita hitung berapa total harga alat2 kita kalau dijual semuanya, persiapan kalau bangkrut.
@mas Menying: Terimakasih, tapi sebaiknya kalau terwujud dipilih orang yg masih muda yg masih gesit. Saya cukup sebagai pemain belakang layar, jadi kalau saya mati duluan, tidak jadi musibah bagi anggota.
@dar_mon: Memang salah satu trik terbukti banyak yg sudah berhasil seperti yg anda sampaikan.
