26-05-2011, 08:23 AM
Pengertian Hambatan Listrik
Hambatan suatu bahan adalah ukuran resistensi bahan untuk mengalirkan arus listrik. Arus listrik mengalir didalam kawat penghantar jika terdapat beda potensial antara ujung-ujung penghantar itu. Pada tahun 1826, George Simon Ohm menyelidiki hubungan antara kuat arus listrik dengan tegangan dan didapatkan bahwa kuat arus yang mengalir di dalam suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensial ujung-ujung penghantar tersebut.
Semakin besar beda potensialnya maka semakin
besar arus yang mengalir pada penghantar tersebut,
akan tetapi besar perbandingan antara beda potensial
dengan arusnya akan selalu tetap uantuk penghantar
yang sama.
Perbandingan tegangan listrik dengan kuat arus I nya tetap. Hasil bagi ini dinamakan hambatan listrik atau resistansi dengan satuan ohm (W).
Hambatan listrik pada kehidupan sehari-hari digunakan untuk membatasi arus dalam suatu rangkaian. Muatan listrik dapat mengalir jika melalui kawat penghantar yang elektron-elektronnya bergerak bebas.
Aliran arus listrik dalam sebuah kawat penghantar dapat diibaratkan seperti halnya air yang mengalir dalam suatu paralon. Semakin panjang paralon semakin besar hambatannya, tetapi jika diameter paralon diperbesar hambatan semakin kecil.
Menurut hukum Ohm, hambatan adalah perbandingan antara arus yang mengalir dengan tegangan yang diberikan.
Harga hambatan R bergantung pada panjang penghantar ( ) , jenis hambatan () dan berbanding terbalik dengan luas penampang penghantar (A).
Secara matematis dapat dituli
Dimana :
R = hambatan penghantar (W)
p = hambat jenis (Wm)
A = luas penampang penghantar (m2)
l = panjang penghantar (m)
tabel hambat jenis beberapa bahan
![[Image: igly1k.jpg]](http://i55.tinypic.com/igly1k.jpg)
dikutip dari :
:: Bahan Pelajaran Edukasi.net ::
Hambatan suatu bahan adalah ukuran resistensi bahan untuk mengalirkan arus listrik. Arus listrik mengalir didalam kawat penghantar jika terdapat beda potensial antara ujung-ujung penghantar itu. Pada tahun 1826, George Simon Ohm menyelidiki hubungan antara kuat arus listrik dengan tegangan dan didapatkan bahwa kuat arus yang mengalir di dalam suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensial ujung-ujung penghantar tersebut.
Semakin besar beda potensialnya maka semakin
besar arus yang mengalir pada penghantar tersebut,
akan tetapi besar perbandingan antara beda potensial
dengan arusnya akan selalu tetap uantuk penghantar
yang sama.
Perbandingan tegangan listrik dengan kuat arus I nya tetap. Hasil bagi ini dinamakan hambatan listrik atau resistansi dengan satuan ohm (W).
Hambatan listrik pada kehidupan sehari-hari digunakan untuk membatasi arus dalam suatu rangkaian. Muatan listrik dapat mengalir jika melalui kawat penghantar yang elektron-elektronnya bergerak bebas.
Aliran arus listrik dalam sebuah kawat penghantar dapat diibaratkan seperti halnya air yang mengalir dalam suatu paralon. Semakin panjang paralon semakin besar hambatannya, tetapi jika diameter paralon diperbesar hambatan semakin kecil.
Menurut hukum Ohm, hambatan adalah perbandingan antara arus yang mengalir dengan tegangan yang diberikan.
Harga hambatan R bergantung pada panjang penghantar ( ) , jenis hambatan () dan berbanding terbalik dengan luas penampang penghantar (A).
Secara matematis dapat dituli
Dimana :
R = hambatan penghantar (W)
p = hambat jenis (Wm)
A = luas penampang penghantar (m2)
l = panjang penghantar (m)
tabel hambat jenis beberapa bahan
![[Image: igly1k.jpg]](http://i55.tinypic.com/igly1k.jpg)
dikutip dari :
:: Bahan Pelajaran Edukasi.net ::
