02-03-2015, 06:08 AM
power 3 tingkat atau stage suaranya kasar gak mas?
|
blazer x6 bass krg nendang
|
|
02-03-2015, 06:08 AM
power 3 tingkat atau stage suaranya kasar gak mas?
06-03-2015, 09:35 AM
(This post was last modified: 06-03-2015, 09:39 AM by dimmazwahyu.)
(02-03-2015, 06:08 AM)hery Wrote: power 3 tingkat atau stage suaranya kasar gak mas? kasar atau tidak tergantung yg dengar, kalau menurut saya masih kasar cak Safari, 3 stage sifat nya Mid iseng iseng ukur DC offset: - Blazer X6 dapat -0.015 Vdc - 3 stage DC offset ga bisa anteng, berubah-ubah antara -0,010 - 0,010 Vdc Menetapkan bias Blazer juga bingung, saya pakai cara duo momod SS, mod @Gwendy dan mod @ICM, ukur Vb tr driver ke output sampai dapat 1 - 1,2 V. Itu ngukur nya dengan atau tanpa beban? Karena hasil pengukuran nya beda
06-03-2015, 04:10 PM
(06-03-2015, 09:35 AM)dimmazwahyu Wrote: kasar atau tidak tergantung yg dengar, kalau menurut saya masih kasar cak Safari, 3 stage sifat nya Mid Buat apa ngukur tegangan bias? Ini yang salah kaprah akibat penerapan tehnologi tahun 60an yg amplinya kelas B. Ini juga diajarkan di sekolah2, gurunya ngga update tehnologi, Padahal tahun 1971 sudah diadakan penelitian tentang ARUS bias optimal untuk kelas AB. "https://anistardi.wordpress.com/2014/07/06/mengatur-arus-bias-pada-amplifier-kelas-ab/" Ini tahun berapa ya? :xx Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi sudah sangat pesat....
hhha.. ngikut aja kang :-) yang penting ngak keblinger hhi..
perlu perhitungan dan pengukuran yang benar, bias gede belum tentu arus cukup untuk suply final karena arus berbanding terbalik dengan tegangan, jadi mulai sekarang, jangan berpatokan pada bias tapi cek arusnya. bias berubah karena ada efek termal atau istilah kerennya termal runway, hal ini digunakan agar final tidak kelebihan arus dan final tidak terlalu panas berlebih. kalau masih mau dan menerapkan set bias agar stabil, set bias saat power bekerja sekian lama baru tetapkan bias berapa yg akan diset, tapi saran saya, jangan berpatokan pada bias, tapi ukur kebutuhan arus finalnya.
07-03-2015, 03:08 AM
:-) kang budi sukanya gitu, kan udah pinter kang.. :bd
07-03-2015, 08:38 AM
Saya mendapat informasi dari guru elektronika STM bahwa salah satu ujian kompetensi guru adalah cara kerja OCL 150. :xx
Lalu kata teman2 lulusan STM elektronika, OCL 150 masih diajarkan dan dijadikan praktek. Ada cerita lucu dari teman saya. Dia punya saudara yg sekolah di STM disuruh bikin amplifier OCL 150 untuk ujian praktek. Oleh teman saya, saudaranya itu disuruh bikin amplifier IC LM1875 karena teman saya jualan kitnya. Saudaranya takut dimarahi gurunya, tapi teman saya berhasil membujukkan. Singkat cerita, pada akhir ujian praktek guru STM itu memang memarahinya. Lalu setelah test suara, ternyata amplifier LM1875 suaranya yg paling bagus dari seluruh amplifier yg dibuat saat ujian tersebut. Gurunya lalu ngasih nilai terbaik dan amplifier LM1875 itu dibawa pulang guru tersebut. Lucu tapi miris. Gurunya wawasannya kurang, lalu muridnya jarang yg bersikap kritis. Pokoknya terima apa saja yg diajarkan guru tanpa berpikir dan melihat ke dunia luar.
07-03-2015, 11:27 PM
haduh, di marahin pak @bimo_tok dan kang @gantex :xx
ternyata ilmu nya salah, jadi yg benar menetapkan arus final ya? Ajarin donk )mengenai cerita pak @bimo_tok itu sangat saya benar kan sekali, guru di Sekolah Kejuruan memang kurang wawasan, saya juga merasakan nya setelah tamat dari Sekolah, rata rata yang di ajarkan hanya hal yang paling dasar nya saja, itu pun memakai pemikirin jaman mereka sekolah dulu, pokok nya, tertinggal jauh dengan tekhnologi sekarang maka nya saya gabung forum ini, untuk jadi rujukan belajar, sekira nya anda semua bersedia membimbing dan membagikan ilmu nya, maaf jika saya ada salah kata :bd
08-03-2015, 12:10 AM
(07-03-2015, 11:27 PM)dimmazwahyu Wrote: maka nya saya gabung forum ini, untuk jadi rujukan belajar, sekira nya anda semua bersedia membimbing dan membagikan ilmu nya, maaf jika saya ada salah kata :bd Jangan khawatir. Yg penting kemauan untuk belajar. Saya tahu beberapa orang lulusan STM tapi karena ketekunan belajar bisa merancang produk2 elektronika yg baik. Saya kenal juga lulusan S1 teknik elektro yang tidak tahu cara menerapkan ilmunya, karena yg dikejar adalah nilai IPK bukan pemahaman ilmunya. Atasan pertama kali saya bekerja adalah orang Jepang yg hanya lulusan yg setara dgn STM. Tapi dia dihormati oleh anakbuahnya yg lulusan D3 dan S1 (orang Jepang juga). Dia dulu engineer produk televisi lalu jadi engineer produk video tape recorder. Dia jadi ketua organisasi enginner orang2 Jepang se-Asia saat itu. Orangnya bijaksana, paling baik daripada semua orang Jepang yg saya kenal.
09-03-2015, 04:26 AM
(This post was last modified: 09-03-2015, 04:27 AM by andriyanoke.)
Kok jdy curhat ya heeee
Makasih kang motifasinya. Lanjut yang baca biar katam ni forum. |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|