24-09-2011, 11:55 AM
Jika saya ingin menggulung trafo yang mampu mengalirkan arus sebesar 20A, berapa diamater kawat tembaga (enamel) yang harus digunakan? pertanyaan yang sering muncul dan mudah-mudahan setelah ini tidak lagi muncul pertanyaan itu.
Standar yang sering digunakan adalah 2,5 - 3 Ampere/mm[sup]2[/sup].
Contoh:
Saya menginginkan keluaran sekunder trafo 20 Ampere, jadi diameter kawat tembaga enamel yang harus saya gunakan adalah (berpatokan pada 3 ampere/mm[sup]2[/sup]):
Luas penampang (A) kawat yang dibutuhkan adalah = 20 ampere / 3 ampere/mm[sup]2[/sup]
= 6,67 mm[sup]2[/sup]
Karena penampang kawat berupa lingkaran maka berdasarkan rumus luas lingkaran A = phi.R[sup]2[/sup], jadi :
R = (A / phi)[sup]1/2 [/sup]= 1,46 mm
Diamater kawat (D) = 2.R = 2 * 1,46 mm = 2,92 mm
Lihat tabel AWG
![[Image: copper-awg-metric-table.jpg]](http://xtronic.org/wp-content/uploads/2010/05/copper-awg-metric-table.jpg)
Jadi yang paling mendekati adalah menggunakan kawat tembaga enamel AWG 9 dengan diamater 2,91 mm
* (MOMOD) maaf, jika double posting mohon dihapus saja..Thx.
Standar yang sering digunakan adalah 2,5 - 3 Ampere/mm[sup]2[/sup].
Contoh:
Saya menginginkan keluaran sekunder trafo 20 Ampere, jadi diameter kawat tembaga enamel yang harus saya gunakan adalah (berpatokan pada 3 ampere/mm[sup]2[/sup]):
Luas penampang (A) kawat yang dibutuhkan adalah = 20 ampere / 3 ampere/mm[sup]2[/sup]
= 6,67 mm[sup]2[/sup]
Karena penampang kawat berupa lingkaran maka berdasarkan rumus luas lingkaran A = phi.R[sup]2[/sup], jadi :
R = (A / phi)[sup]1/2 [/sup]= 1,46 mm
Diamater kawat (D) = 2.R = 2 * 1,46 mm = 2,92 mm
Lihat tabel AWG
![[Image: copper-awg-metric-table.jpg]](http://xtronic.org/wp-content/uploads/2010/05/copper-awg-metric-table.jpg)
Jadi yang paling mendekati adalah menggunakan kawat tembaga enamel AWG 9 dengan diamater 2,91 mm
* (MOMOD) maaf, jika double posting mohon dihapus saja..Thx.
