01-03-2014, 03:20 PM
Karena untuk audio teknis itu susah di lepas dari unsur subyektif, makanya susah untuk mendiskusikan audio. Kecuali kalau seleranya sama, mudah berdiskusi.
Didiet
Didiet
|
matrix 1.4
|
|
01-03-2014, 03:20 PM
Karena untuk audio teknis itu susah di lepas dari unsur subyektif, makanya susah untuk mendiskusikan audio. Kecuali kalau seleranya sama, mudah berdiskusi.
Didiet (01-03-2014, 03:20 PM)didiet78 Wrote: Karena untuk audio teknis itu susah di lepas dari unsur subyektif, makanya susah untuk mendiskusikan audio. Kecuali kalau seleranya sama, mudah berdiskusi. Ngga juga, soal teknis ya teknis. Soal subyektif ya subyektif. Buktinya di forum luar bisa berdiskusi soal teknis. Misalnya seperti Ostripper yang disainnya banyak diikuti orang bisa menerima masukan dari orang lain. Misalnya soal penggunaan jenis transistor untuk cermin arus di Honey Badger. Dia menerima usulan dari Keantoken untuk menggunakan transistor yang VCE saturasinya rendah karena memang masuk akal. Bonsai menerima masukan untuk menggunakan speaker protector dari mosfet. Dan masih banyak lagi. Kalau memilih "trade-off" atau kompromi itu memang ada unsur subyektif, tapi tiap-tiap orang bisa menjelaskan bahwa dia memilih hal tersebut karena alasan subyektif. Seperti aku lebih mementingkan slew rate daripada cacat harmonik. Bob Cordell dan Douglas Self yang bikin buku tentang amplifier dan seperti menjadi bacaan wajib bagi disainer amplifier juga masih menerima masukan dan kritikan dari orang lain. Sedangkan kita apa dibandingkan dengan Bob Cordell dan Douglas Self? Misalnya ada rumus arus kolektor sama dengan arus basis dikalikan hFE. Kan ngga mungkin orang berdebat karena alasa subyektif dia ngga menerima rumus itu. Lalu V = I x R, ada ngga terima rumus itu karena alasan subyektif. Memangnya dia hidup di "dunia lain" ? Teknis itu pasti dan bisa dibuktikan, bisa diukur. Subyektif itu sesuatu yang tidak pasti yang tidak bisa diukur. Aku yakin orang sekolah pasti bisa membedakan hal ini.
02-03-2014, 02:51 AM
(This post was last modified: 02-03-2014, 02:54 AM by bangrobertthea.)
Ikut belajar :-D
Colek Kang @nafiri : Silahkan disimulasikan skematik ini.... Power Amp 750Wrms/2-Ohms LS FG i.6 RLVA
02-03-2014, 09:18 AM
@bimo_tok : saya setuju, sesuatu yang objektif memang bisa diukur oleh siapapun karena parameter yang dipakai acuan sudah jelas. Misal si A mengukur tegangan bias, mestinya sama jika yang mengukur si B asal alat ukurnya standar.
Berbeda dengan selera seseorang, sama-sama duduk di depan sebuah speaker fullrange ACR 500 w si A berkomentar suaranyanya pas di telinga, si B yang duduk disebelahnya mengatakan kurang ngebass sedikit.
04-03-2014, 10:03 AM
Rumus Ic = Ib x hfe bisa didebat karena hfe berubah tergantung Ic.
Jadi bisanya hfe = Ic/Ib . HFE turun dengan naiknya Ic. Didiet
04-03-2014, 01:07 PM
Byuh,..tambah ilmu buanyak,..walau kadang kurang mengerti maksudnya,..
berdasarkan simulasinya berarti aku salah satu pecinta nois yo Pak,...walaaah..:xx Padahal aku sdh terlanjur jatuh cintrong sama driver matrik,... Salah satunya adalah TRnya mulai differential-driver ndak panas,.. jika digeber yang anget cm TR driver, dan yang agak panas TR final,.. Sehingga menurutku ini PA yang andal,..utk digeber2kan (standar kuping kaleng sih) suara renyahnya kayak krupuk palembang cis,..cis gler gerakan konus speaker gesit, ndak brek2 PA Matrik yang 250 watt dgn PSU 5 A/32 VAC murni, kok ndak kalah juga dibanding Blazerku X4 dgn PSU 10A/32 VAC (blazer kurang tegangan??) Mhn koreksi jika salah dipikir pikir tambah mumet,.....nikmati aja yang ada (blmketagihanPASSA) (04-03-2014, 10:03 AM)didiet78 Wrote: Rumus Ic = Ib x hfe bisa didebat karena hfe berubah tergantung Ic. Nah, begitu. Jadi keluar deh analisa teknisnya. Kalau ngga dipancing2 ngga bakalan pada ngeluarin ilmunya. :bd Iya, hFE turun naik berdasarkan besarnya IC. Ini bisa dilihat di datasheetnya. Juga berubah terhadap suhu dan terhadap frekuensi. hfe = Ic/Ib adalah model sederhananya. (04-03-2014, 01:07 PM)garindo Wrote: Byuh,..tambah ilmu buanyak,..walau kadang kurang mengerti maksudnya,.. Ngga apa2 kalau suka mah....;-) Memang kualitas suara pada PA bukan prioritas utama. Yang utama adalah kehandalan, yang kedua efisien. Yang ketiga baru kualitas suara. Jika kualitas suara bisa ditingkatkan tanpa mengorbankan kehandalan dan efisiensi kenapa tidak? Buktinya sekarang matrix sudah diubah penguatannya. Bagi yang suka PA, saya sarankan untuk mengamati kualitas suara home audio, terutama yang kategori "high-end". Juga membadingkan suara alat musik akustik yang asli (bukan dari speaker) dengan hasil reproduksinya (melalui speaker). Ini sebagai bahan acuan saja. Kalau bisa bikin PA dengan kualitas suara yang mendekati home audio tanpa mengorbankan kehandalan dan efisiensi bukannya top :bd ?
06-03-2014, 11:40 PM
baca dari rumah lama sampai post terakhir :-) :-) sayang siempunya matrix gak nongol lg, kalo masih ada, bakal lebih seru ulasanya.
siap-siap cari part buat ngerakit simatrix ini. jadi penasaran !!!
07-03-2014, 04:58 PM
(06-03-2014, 11:40 PM)peppie Wrote: baca dari rumah lama sampai post terakhir :-) :-) sayang siempunya matrix gak nongol lg, kalo masih ada, bakal lebih seru ulasanya. Berani "beli kucing dalam karung" hehe. Kalau untuk belajar dan mencoba modifikasi bagus, kalau sekedar iseng sayang sekali. Sebaiknya ditanyakan spesifikasinya pada yang bikin disain. Contoh pengukuran dalam audio bisa dibaca di http://solfegio.com/forum/showthread.php?tid=14170 Kalau belum pernah diukur, disimulasikan dulu untuk memprediksi spesifikasinya, tidak terlalu akurat (tergantung model komponennya) tapi bisa mendekati. Dengan diskusi seperti ini, maka disain orang Indonesia akan mengalami kemajuan. Tidak saling menjelek-jelekkan tanpa argumen teknis. Masukan dengan argumen teknis akan membuat sebuah disain semakin baik. Tentu saja tidak ada disain yang ideal, karena dalam engineering yang utama adalah mengkompromikan segala sesuatunya. Pandangan tiap-tiap orang tentang titik keseimbangan dalam kompromi tersebut berbeda-beda. Yang penting bisa menjelaskan alasannya.
07-03-2014, 08:35 PM
berani mas :-) :-) dari pada cuma katanya !!!!
gagal dan hasil tidak memuaskan bin ancur mah udah biasa he..he.. berhasil yg belum pernah :xx :xx |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
| Possibly Related Threads… | |||||
| Thread | Author | Replies | Views | Last Post | |
| oprek power matrix 500 /4ohm | Dokter_Punjung | 152 | 46,976 |
27-12-2013, 07:48 PM Last Post: garindo |
|
| Rakit Matrix 1.4 75 Watt/ 8 Ohm Gagal Teyyyuuusss | bangrobertthea | 41 | 14,916 |
22-09-2012, 11:55 AM Last Post: sampoerna |
|
| Belajar Design Pcb Matrix | mukidit | 45 | 11,954 |
14-08-2012, 10:40 PM Last Post: bangrobertthea |
|