17-04-2014, 04:30 PM
|
Cara Merancang Amplifier
|
|
17-04-2014, 07:42 PM
Salut kang bimo...
22-04-2014, 07:56 AM
Buat yang lagi belajar merancang amplifier sendiri, bisa mulai dengan amplifier yang sederhana seperti ini: "http://anistardi.wordpress.com/2014/04/19/aksa-55-dalam-simulasi/"
Sudah saya berikan juga contoh layout-nya. Kalau berhasil silakan upload foto-fotonya di sini.
22-04-2014, 11:03 AM
Bang Bimo, buka topik baru saja untuk bahas "Blameless Amplifier 270 Watt Untuk Public Address (PA)".
Saya ingin coba, sayang waktu satu bulan ke depan masih padat... ada project yg mesti dikelarin dan sudah dekat deadline. Mungkin kalo sempat =))
22-04-2014, 04:33 PM
(22-04-2014, 11:03 AM)cafemanado Wrote: Bang Bimo, buka topik baru saja untuk bahas "Blameless Amplifier 270 Watt Untuk Public Address (PA)". Silakan buka topik sendiri. Nanti saya ikutan nimbrung buat beri usulan-usulan. Kalau disain dipikir rame2 mungkin hasilnya lebih baik.
24-04-2014, 08:15 PM
Salah satu rahasia kenapa amplifier dengan topologi voltage feedback amplifier (VFA) bisa bersuara lebih "enak" adalah dengan merancang agar cacat harmonik kedua dominan dibandingkan dengan cacat harmonik di atasnya. Contoh "pengakuan" Hugh Dean, perancang amplifier AKSA yang terkenal di "http://www.diyaudio.com/forums/solid-state/168554-based-hugh-deans-aksa-55-a-78.html#post3903297"
Lalu VAS LTP seperti SYMASIM atau sebelumnya sempat dipopulerkan oleh Goldmund yang legendaris, juga menghasilkan cacat harmonik kedua yang dominan. Jadi untuk topologi VFA, setelah didapatkan kompromi antara THD dan slew rate, maka dicari agar cacat harmonik keduanya dominan. Biasanya THD akan sedikit naik. Untuk amplifier dengan topologi current feedback amplifier (CFA), biasanya cacat harmonik keduanya selalu dominan. Ini sebabnya amplifier CFA selalu terdengar lebih enak. Karena umumnya slew rate nya lebih tinggi daripada amplifier VFA maka amplifier CFA terdengar lebih unggul pada frekuensi tinggi. Cacat harmonik kedua akan terdengar "sweet" namun cacat harmonik tetap tidak baik, karena output menjadi tidak akurat. Buat cacat harmonik sekecil-kecilnya lalu atur agar cacat harmonik kedua yang dominan.
27-04-2014, 09:34 AM
Kenapa cacat harmonik menjadil lebih tinggi jika amplifier dibebani dengan impedansi yang lebih rendah? Misalnya cacat harmonik dengan beban 4 ohm selalu lebih tinggi dari beban 8 Ohm.
Jika transistor final memakai transistor bipolar, maka yang paling berkontribusi terhadap masalah ini adalah semakin tinggi arus kolektor semakin kecil hFE transistor final tersebut. Kita bisa lihat grafik hFE terhadap arus kolektor pada datasheet transistor tersebut. Transistor 2N3055 penurunan hFE terhadap arus kolektor sangat curam. Sehingga cacat harmonik pada beban 4 Ohm bisa 3x dari beban 8 Ohm. Sedangkan transistor yang lebih modern penurunan hFE ini tidak terlalu curam bahkan ada transistor tertentu dalam range arus kolektor yang lebar hFE nya hampir tidak berubah. Cara mengurangi cacat harmonik yang meningkat tajam pada beban ohm rendah dengan memparalelnya. Cara ini memaksa transistor final bekerja pada range arus kolektor yang lebih sempit, sehingga penurunan hFE nya pada range tersebut tidak terlalu tajam. Ini hanya salah satu karakteristik dari transistor final. Beda karakteristik beda juga cara mengoptimalkan transistor tersebut dalam sebuah disain. Namum orang awam umumnya menilai transistor final hanya dari sisi kemasannya =)) (jengkol-an karena banyak yg suka jengkol) Tapi saya yakin banyak member forum ini yang tidak seperti itu.
05-05-2014, 09:06 AM
Laporan uji dengar dari Thimios salah satu member diyaudio.com yang sudah mencoba macam2 input stage (IPS) dengan triple emitter follower rancangan Ostripper. (Thimios juga mencoba rancangan IPS saya dan mendapatkan sinyal kotak 200kHz 25Vpp pada beban 4Ohm yang terbaik :-) ):
- IPS CFA unggul di frekuensi tinggi Ini disebabkan slew rate nya yang jauh lebih tinggi - IPS VFA unggul di frekuensi rendah Ini disebabkan PSRR VFA yang tinggi di frekuensi rendah Belum ada topologi amplifier yang "sempurna". Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
05-05-2014, 09:57 AM
(05-05-2014, 09:06 AM)bimo_tok Wrote: Laporan uji dengar dari Thimios salah satu member diyaudio.com yang sudah mencoba macam2 input stage (IPS) dengan triple emitter follower rancangan Ostripper. (Thimios juga mencoba rancangan IPS saya dan mendapatkan sinyal kotak 200kHz 25Vpp pada beban 4Ohm yang terbaik :-) ): jadi makin menarik pembahasannya.. dari semua pembahasan kang bimo dari awal sampai akhir saya pernah denger, tp karena males praktek y cuma bisa lewat teori dan ga tau bner ato tidak. dari point diatas, misal antara CFA dan VFA di aplikasikan jadi satu sehingga bisa didapat frek tinggi dan rendah yg bagus sepertinya bisa tidak? |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Users browsing this thread: 2 Guest(s)
