08-05-2014, 05:43 PM
ini saya pindahkan dari thread "Perang Mumet" :-)
@kloengsoer
@Dokter_Punjung
@icm
@kloengsoer
(06-05-2014, 08:10 PM)kloengsoer Wrote: adalalh solfgath sebagai salah satu ajang " kopy darat " sesama solfer namun demikian seiring perjalanan waktu sepertinya ada nilai yang bergeser, tidak pas dalam tanda kuitip " dalam pemikiran saya"
kalau kita amati dalam dua solfgath terakhir yang digelar kebetulan di jawa timur sepertinya secara tidak sadar kita membentuk opini " jago jagoan " sebagai akibat arena adu power amplifier, adu gengsi siapa terbaik meracik PA, sehingga tersemai benih persaingan yang lepas dari itu semua pada akhirnya faktor finansial yang bicara, sedang sebagian dari kita ada yang masih senin kemis untuk merakit sebuah ampli.
ini didasari pengalaman masa lalu breaker tiga meteran (fm 78 - 105 mhz) dimana tiap tuan rumah akan berusaha membuat pemancar sebesar mungkin dayanya bahkan pada saati itu ada yang sampai memaksakan diri.
kedepan kalau dimungkinkan lebih bijaksana dalam adu - adu an mungkin bedah sistem SS lebih mengena untuk mengoptimalkan apa yang ada yang kita miliki, bisa jadi SS yang suaranya sudah baik setelah di ukur teryata "gingsul atau ompong " atau ada yang tidak sepadan dengan daya yang dibutuhkan, dan sisik melik SS lain,
namun demikian tidak sependapat juga kalau sabung PA ditiadakan dimana terkandung nilai/spirit inovasi disana cuma kemasannya dibuat gimana gitu, nah ini sebagai sumbang saran untuk triiiiiiiiiit perang mumetttttttt
lebih dan kurang mohon maklum adanya
@Dokter_Punjung
(07-05-2014, 08:36 AM)Dokter_Punjung Wrote: penggunaan istilah ''adu power'' dalam kamus Solfgath sebenarnya hanya untuk memberikan ''konotasi heboh dan mumet'' yang seolah-olah ada suatu peperangan atau pertumpahan darah antar perakit power demi suatu gengsi popularitas.
Padahal...
Kalo sudah berada di tengah kerumunan solfers, didepan deretan power ''balap'' , semua solfer penasaran dengan teknologi yang dipakai, trik yang diterapkan, kerapian perakitan, hingga kualitas suara yang dihasilkan. Suasana guyup rukun, tanya-jawab, saling curhat, ngobrol akrab saling berbagi ilmu dan pengalaman masing-masing.
Dasar memang semua peserta solfgath orang mumet, yang menang malah tersipu malu, yang kalah (powernya kebul-kebul) malah ketawa bangga dan mendapat tepuk tangan sangat meriah =))
kalo kita pake istilah ''See test, feel test, dan blind test'' rasanya kuping mumet ini kurang berasa.
Tapi kalo pake istilah ''Adu power'' ,sinyal adrenalin langsung siap tempur...:bd
Siap perang mumet... :bd
(07-05-2014, 02:41 AM)Antoni Pasaribu Wrote: permasalahannya ini nyasar ke "perang mumet", pak @kloengsoer
silahkan buka wacana di sub forum Solfgath :-)
saya selalu monitoring ke koordinator Solfgathnya, @Dokter_Punjung :-)
sebaiknya kita evaluasi bersama, pak.
sampai kita ketemu komposisi yang paling pas untuk semua orang dan khususnya misi utama komunitas kita ini :-)
@icm
(07-05-2014, 08:36 PM)icm Wrote: Saya akan coba sedikit menanggapi, tentang solfgath itu pasti ada materi yang dibahas dan diskusikan. Dari yang pernah saya ikuti diantaranya Tuning System di solfgath porong, Lingkup Bidang Pekerja Sound System di nggalek, Line Array dan sub steering di Ngunut, Power class D dan Ground bridge di Malang terakhir ini.
Kemudian muncul pertanyaan kenapa ada pertandingan power amplifier ??,
Hal itu muncul bukan tanpa sebab, tetapi untuk mengapresiasi pekerja, perancang, perakit power amp yang lebih banyak berdiskusi di Solfegio Forum ini. Kalau ada pertandingan lomba menyanyi, lomba mixing, lomba tuning system sangat dimungkinkan dilakukan jika waktu, tempat, peserta, serta biaya tersedia tentunya.
Sebenarnya besar sekali harapan saya jika bisa multi diskusi, pembahasan, praktek equipment dan tuning misalkan bagaimana take data serta memixing yang baik, bagaimana menyanyi yang baik, bagaimana menjadi pemain musik yang baik saat live perform dsb, tetapi saya kurang tahu juga kenapa anggota SF yang berkecimpung tersebut enggan kopi darat ?
Pada saat pertandingan power amp dibagi terhadap beberapa tingkat pertandingan. Hal ini dilakukan untuk mengakomodir terhadap realitas penggunaannya, sebagai contoh ocL 140 yang menurut perkiraan saya bermodalkan ratusan ribu berhasil melibas power bermodalkan jutaan di tingkat blind test dengan hasil juara suara "terenak", karena enak ngga harus mahal. Kemudian power class H berhasil melibas power-power lain dalam hal output daya tertinggi, ini membutikan bahwa power yang baik di tingkat see test osiloscope. dan power lainnya dengan ketahanan tinggi saat di tekan paksa pada tingkat Feel test getaran, karena soundman kadang tidak selalu mendengar tetapi juga merasakan getaran terhadap fisiknya sendiri.
Anehnya tidak ada power amp yang menang lebih dari satu piala, tebaklah kenapa demikian ?, :-)
Untuk penyelenggaraan solfgath tahun berikutnya kemungkinan ngawi, ponorogo, blitar, solo atau sekitarnya, tempat lainnya belum ada yang mengajukan ketersediaan tempat dan waktu tetapi kalau ada tentu menjadi tambahan informasi.

:bd
^ ^