11-03-2014, 03:22 PM
(10-03-2014, 06:54 PM)bimo_tok Wrote: Sebelum berkomentar ada baiknya belajar dulu. Biar bisa berkomentar yang bersifat teknis, bukan yang bersifat subyektif.setuju banget kang,,
Apakah beban VAS yang berupa resistor yang di bootstrap lebih baik baik daripada sumber arus? Kalau tidak kenapa?
Bagaimana meminimalkan cacat harmonik pada audio amplifier?
Bagaimana memaksimalkan slew rate pada audio amplifier?
Dari sekian banyak topologi rangkaian audio amplifier apa kelebihan dan kekurangannya?
Bagaimana agar cacat harmonik tidak naik secara drastis ketika amplifier dibebani dengan impedansi rendah, katakanlah 2 Ohm?
Jika belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, lebih baik belajar dulu. Atau iseng2 baca blog saya: http://anistardi.wordpress.com biar tambah penasaran.
(yang lagi baca buku terbaru dari Douglas Self, Audio Power Amplifier Design 6th)
Coba tanya sama pembuatnya, spesifikasi dari amplifiernya seperti apa?
Tentang cara mengukur spesifikasi audio amplifier baca http://solfegio.com/forum/showthread.php?tid=14170
Jika belum pernah diukur, tanyakan hasil spesifikasinya dari simulator.
Jika ngga ada juga hmmmmm..... (buat sendiri file simulatornya :-D)
Bikin disain audio amplifier agar sekedar berfungsi adalah sesuatu yang gampang, karena saya sudah membuktikannya berkali-kali. Tapi membuat disain audio amplifier yang berkualitas tinggi adalah sesuatu yang sulit bagi saya.

) dari toko ecek2 sampai toko yang jual barang2 mahal. Dengerin juga alat2 musik aslinya secara langsung tanpa melalui sond system sebagai perbandingan.