27-08-2014, 11:29 AM
Baca peraturan forum dulu ya kang, dilarang menggunakan panggilan bos, gan, juragan dan kawan - kawan. Pasang avatar juga terus masuk ke thread perkenalan.
|
Cara Merancang Amplifier
|
|
27-08-2014, 11:29 AM
Baca peraturan forum dulu ya kang, dilarang menggunakan panggilan bos, gan, juragan dan kawan - kawan. Pasang avatar juga terus masuk ke thread perkenalan.
27-08-2014, 05:35 PM
(27-08-2014, 10:55 AM)gantex Wrote: :-? Oy kang, punya solusi biar THD tidak berubah ketika voltase dinaikkan ? Maksudnya power supply dinaikkan? Bisa saja kang, tapi slew rate jadi korbannya. Hasil dari berbagai macam simulasi, rata2 power supply amplifier yang optimal antara 30 - 70V. Di atas 70V perlu perlu perubahan mendasar, karena terbentur dengan dissipasi daya maksimal transistornya. Misalnya pada input LTP, jika dipilih arus kolektor tinggi ngga bisa pakai kemasan TO92 yang disipasi daya maksimalnya antara 300 - 600mW. Pasti pakai cascode, yang bagian atasnya pakai transistor kemasan TO126. Untuk transistor VAS jika arusnya besar maka harus pakai transistor kemasan TO220, yang nilai Cob nya jarang ada yang rendah. Solusi lainnya untuk meningkatkan disipasi adalah dengan memparalel transistor. Perlu ada resistor emitor tiap2 transistor yg di paralel agar pembagian arusnya merata. Untuk kelas H, target power bandwidth minimal 100kHz, sudah cukup baik.
27-08-2014, 07:02 PM
wah. . repot juga akhirnya nanti :-D , kalo semisal metodenya menggunakan supply terpisah misal seperti desain crest, apakah THD maupun slew rate dan mungkin juga untuk PSRR bisa dibikin stabil kang, maksudnya untuk metode kelas H ?
27-08-2014, 07:28 PM
(27-08-2014, 07:02 PM)gantex Wrote: wah. . repot juga akhirnya nanti :-D , kalo semisal metodenya menggunakan supply terpisah misal seperti desain crest, apakah THD maupun slew rate dan mungkin juga untuk PSRR bisa dibikin stabil kang, maksudnya untuk metode kelas H ? Untuk kelas H, simulasinya pakai High Voltage semua. Nanti kalau sudah fix, baru bagian outputnya diberi stepper. Mengukur spesifikasinya dengan High Voltage semua. Jadi spesifikasinya akan konsisten pada semua tegangan power supply. Perlu dipertimbangan penggunaan driver kelas B (alasan efisiensi), dimana resistor emitor dihubungkan ke output. Untuk pre-driver bisa pakai kelas A. Jika memakai 3EF.
27-08-2014, 11:46 PM
ok kang, mumpung ada ide terlintas :-D
28-08-2014, 08:13 AM
Untuk amplifier daya tinggi, kayanya wajib memakai pre-amp.
Misalnya output maksimumnya 130V peak, gainnya 30x, maka butuh input 4,3V peak. Pre-amp dengan gain 4x cukup, kalau perlu besar gainnya bisa dipilih dengan saklar putar atau switch.
28-08-2014, 09:38 AM
Sharing sedikit "https://docs.google.com/file/d/0B3BSl0M0L1ntWnZDQWczNW5jX2M/edit?usp=docslist_api"
28-08-2014, 11:27 AM
(28-08-2014, 09:38 AM)gantex Wrote: Sharing sedikit "https://docs.google.com/file/d/0B3BSl0M0L1ntWnZDQWczNW5jX2M/edit?usp=docslist_api" kang gantex, 3EF impendansi inputnya tinggi jadi ngga perlu arus VAS yang besar., 5 - 10 mA cukup respon frekuensinya ada peak di frekuensi tinggi dan phase masrgin kurang saya modif dikit untuk memperbaiki respon frekuensi dan phase margin, saya kirim ke email
28-08-2014, 12:03 PM
Ok kang, soalnya terkadang masih bingung nge plot gain ,phase margin sama ngeliat psrr nya :-D
Nanti saya cek lagi :bd
29-08-2014, 09:21 AM
THD 0.07 di beban 2 ohm apakah masih bagus kang ?
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|