14-12-2014, 03:12 PM
|
Bahasan Kit OCL 140
|
|
14-12-2014, 07:28 PM
16 ohm 25 watt Pak... kalau penambahan trafo 2A ct pakai sekundernya saja gmn Pak?? setelah out elco... (power supply 5a biasa 18/25vct) kira-kira bisa kebakar lagi gk pak?
14-12-2014, 09:46 PM
(14-12-2014, 07:28 PM)Milito Wrote: 16 ohm 25 watt Pak... kalau penambahan trafo 2A ct pakai sekundernya saja gmn Pak?? setelah out elco... (power supply 5a biasa 18/25vct) kira-kira bisa kebakar lagi gk pak? P = V * V / R V = akar (16 * 25) = 20 V rms Tegangan puncak = 1,414 * 20 = 28,28 V. Power supply maksimal +- 35V DC atau pakai trafo 24 - 25 V CT. Lebih dari ini tegangannya, dayanya terlalu besar bagi speakernya.
16-12-2014, 09:01 AM
dengan OCL yg BWnya lebar , osilasi sedikit saja bisa bikin gosong voice coil , masalahnya bukan daya yg terlalu besar , daya 10 watt saja klu osilasi pasti bikin gosong VC . jadi pake OCL harus extra hati hati , membatasi BW lebih baik, untuk TOA biasa impedansi 16 ohm, yg dibutuhkan bukan trafo matching 100 V tapi trafo 8 ohm ke 16 ohm . saran saya bila masih ingin menggunakan OCL 140 untuk TOA selain elko output hindari osilasi . klu ingin aman rakit saja power amp yg memang khusus untuk TOA ( klu mau awet ) .
16-12-2014, 12:05 PM
(16-12-2014, 09:01 AM)gwendy Wrote: dengan OCL yg BWnya lebar , osilasi sedikit saja bisa bikin gosong voice coil , masalahnya bukan daya yg terlalu besar , daya 10 watt saja klu osilasi pasti bikin gosong VC . jadi pake OCL harus extra hati hati , membatasi BW lebih baik, untuk TOA biasa impedansi 16 ohm, yg dibutuhkan bukan trafo matching 100 V tapi trafo 8 ohm ke 16 ohm . saran saya bila masih ingin menggunakan OCL 140 untuk TOA selain elko output hindari osilasi . klu ingin aman rakit saja power amp yg memang khusus untuk TOA ( klu mau awet ) . Saya nanya apakah pakai trafo 100V di speakernya atau tidak untuk mengetahui impedansi speakernya berapa. Bukan menyarankan untuk memakai tarfo 100V dgn amplifier yg tidak memenuhi standard untuk amplifier distribusi 100V. Tanpa mengetahui impedansinya kan tidak bisa menghitung dayanya. Amplifier berapa besarnya pun bandwidth nya, kalau dirancang dengan benar, akan sulit terjadi osilasi. Yang penting apakah phase margin dan gain marginnya mencukupi atau tidak. Pakai induktor untuk mengisolasi beban yg bersifat kapasitif atau tidak. Tapi saya setuju untuk memakai amplifier yang khusus untuk speaker TOA. Amplifer tersebut ngga butuh kualitas tinggi suaranya, yang penting handal. "https://anistardi.wordpress.com/2014/11/04/sound-system-yang-terdistribusi/" "https://anistardi.wordpress.com/2014/11/09/merancang-amplifier-untuk-sound-system-yang-terdistribusi-bagian-i/" "https://anistardi.wordpress.com/2014/11/13/merancang-amplifier-untuk-sound-system-yang-terdistribusi-bagian-ii/"
17-12-2014, 11:52 AM
mas bimo, saya tertarik dg "Yang penting apakah phase margin dan gain marginnya mencukupi atau tidak. " tolong di jelaskan lebih lanjut.
Saya dulu pernah bikin PA pake IC, saya operasikan dengan gain lebih rendah dari gain minimum yang diperbolehkan. hasilnya IC panas, saya rasa terjadi osilasi, cuma ndak ada osiloskop waktu itu. jadi ndak bisa tahu pasti penyebabnya. tetapi setelah gain dinaikkan, PA bisa normal. (17-12-2014, 11:52 AM)zia Wrote: mas bimo, saya tertarik dg "Yang penting apakah phase margin dan gain marginnya mencukupi atau tidak. " tolong di jelaskan lebih lanjut. Phase margin dan gain margin merupakan kriteria kestabilan sistem tertutup atau sistem yang menggunakan umpan balik negatif. Phase margin adalah besarnya fasa loop gain saat gainnya sama dengan 0 dB. Sedangkan gain margin adalah besarnya gain pada loop gain saat fasa pada loop gain sebesar -180 derajat. Loop gain adalah gain loop terbuka dikurangi gain loop tertutup. Baik phase margin dan gain margin disebut safety margin. Jika gain margin kurang dari nol atau phase margin kurang dari nol, maka umpan balik menjadi POSITIF dan menyebabkan sistem berosilasi. Pada amplifier dan sebagian op-amp tidak dikompensasi agar stabil pada penguatan/gain berapun (dari 0 dB sampai open loop). Tapi mereka dikompensasi agar stabil pada gain tertentu. Misalnya pada NE5534 stabil pada gain > 3x, kalau kurang dari 3x maka perlu tambahan kompensasi. Pada LM1875 kompensasi pada gain > 10x. Yang saya bahas di sini adalah keseluruhan sistem. Karena sebagian sistem juga bisa berosilasi, bukan karena kompensasi global yang kurang pas. Misalnya output Sziklai biasanya memerlukan kompensasi, output triple emitter follower perlu kompensasi, dan sebagainya. Jadi kita harus melihat sistem tersebut secara lokal dan global. Lokal sebelum diterapkan umpan balik, global setelah diterapkan umpan balik. Cara kompensasi amplifier bermacam2. Yang umum adalah Miller compensasition, ada lead, ada lag, ada TPC, TMC, shunt, Cherry, dan lain2 dan berbagai kombinasinya.
18-12-2014, 06:02 PM
Thanks penjelasannya.
Wah ini bener2 masuk teknik kendali deh...nyerah total kalo gini hehehe... Kalau untuk prakiraan safety margin secara mudah dan cepat, apakah ada trik2 tertentu (tricky)? atau memang harus dalam kalkulasi yang njlimet? soalnya gini, kalau harus ngitung sampai bodeplot, nyquist, pole, zero dll mending saya ngopi2 saja hehe...
18-12-2014, 07:02 PM
(18-12-2014, 06:02 PM)zia Wrote: Thanks penjelasannya. Pakai software simulasi saja. Yang penting kita memahami konsepnya. Kalau perhitungannya biar komputer yang ngerjain. Pada software simulasi LTSpice, ada 2 cara untuk mengetahui phase margin dan gain margin. Sudah dikasih contohnya di folder ..\examples\Educational yaitu cara Middlebrook dan Tian Probe. Tian Probe lebih presisi.
19-12-2014, 06:20 AM
Thanks, dicoba dulu...
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Users browsing this thread: 1 Guest(s)

^^