(26-04-2014, 04:25 PM)gantex Wrote: mungkin kang bimo bisa jawab lebih detailnya.
tapi kalau menurut saya bikin suara bulat tidak hanya bergantung pada powernya tapi bergantung juga pada karakteristik speaker dan pembuatan boxnya, karena karakter suara bisa berubah disini karena tidak semua frek dapat direspon disini jadi harus dihitung berapa freknya.
lain halnya dengan powernya, semisal dengan nilai komponen yg di uji coba akang dapat suara yg diinginkan tapi apa iya semudah itu. tidak kan, apalagi nilai komponen yg tertera pada komponen diukur tidak seperti nilai yg tertera, bisa lebih bisa kurang. nah disini mau tidak mau harus pake tester digital. contoh mudahnya Adalah resistor, semisal akang beli 10 buah belum tentu nilainya sama, coba akang ukur dengan tester digital, pasti akang kaget.
mungkin yang dimaksud bulat itu akurat atau bagus ya? :-D
mas gantex bener banget.... speaker paling menentukan
power amplifier dengan kombinasi sensitifitas speaker menentukan seberapa kencang/keras suaranya...
yang suka kenceng2 suaranya, sering ngga peduli dengan kualitas suaranya..., kasaranya suara gitar akustik keluarnya jadi gitar elektrik ngga peduli... yang penting kenceng sampai telinganya sakit (atau ngga bakalan sakit karena sudah kebal?)
Lalu yang suka dengan kualitas suara umumnya orang2 yang sudah tua, karena sudah mapan dan kaya sehingga sanggup beli amplifier dan speaker yang mahal, tapi mereka lupa bahwa makin tua kualitas pendengarannya makin turun terutama untuk frekuensi tinggi...
Orang yang mulai tua pasti range frekuensi yang bisa didengarnya menurun. Waktu mudanya dia sanggup mendengar frekuensi sampai 15kHz bahkan 20kHz, waktu tuanya bisa hanya sampai 10kHz. Lalu lama-lama pakai alat bantu pendengaran karena semua range frekuensi audio sudah ngga jelas baginya.
Hobi audio itu hanya buat orang muda.
