26-01-2017, 03:20 PM
lelah sehabis pegang gergaji , nulis dikit moga ada manfaatnya
MIXER AUDIO, MIXING CONSOLE
Mixer , sebutan yg sering kita dengar di kalangan audio , baik itu live show maupun recording ataupun broadcast radio/TV . Mixer fungsinya untuk mencampur beberapa sinyal audio baik itu dari microphone maupun dari instrument music ataupun dari music playback menjadi 2 channel atau lebih dalam bentuk stereo maupun individual mono .
Awalnya mixer sederhana hanya terdiri dari susunan beberapa pre amp , volume masing masing channel dan sepasang mixing stage untuk output 2 channnel , perkembangan selanjutnya penambahan Tombol Gain setiap channel ditambahkan Equalisazi ( Equalizer ) baik yg sederhana berupa tone control low/high ( bass / treble ) , Low Mid dan high , kemudian penambahan untuk freq mid ( sweepable mid ) , Low mid / high mid sampai ke full parametric , perkembangan selanjutnya menambahkan fungsi fungsi lain sesuai kebutuhan , live show , recording maupun mixer khusus monitor, penambahan fungsi seperti efx send return untuk efek , aux send , aux return , direct out, sub out monitor out sampai matrix out . Penambahan fasilitas LPF, PAD , tombol pre /post ,tombol PFL ( solo ) tombol routing dan phantom power untuk keseluruhan channel maupun phantom untuk masing masing channel
I. Bagian bagian mixer
a. Preamp
b. Eq/ equalizer
c. Mixing stage
d. Master stage
e. Power suplay
II. Penjelasan masing masing bagian dan fungsinya
a. Pre amp ,
Pre amp berfungsi untuk menguatkan sinyal audio yg levelnya masih lemah dari mic atau dari instrument music , awalnya pre amp hanya terdiri dari 1 transistor sebagai penguat , kemudian 2 transistor , lalu menggunakan ic opamp ( operational Amplifier ) sampai ke gabungan Transistor dan IC . Pre amp adalah penentu pertama kualitas sinyal yg akan diolah mixer , klu dari preamp suara sudah tdk baik , distorsi , noise dan sebagainya , maka bagain mixer selanjutnya tdk akan bisa berbuat banyak untuk mengembalikan sinyal menjadi layak atau bersih kembali .
Preamp yg baik harus yg inputnya balance atau terdiri dari 3 pin , yg mengunakan konektor XLR , Pin1 untuk ground , pin 2 untuk hotsignal atau ( + ) dan pin 3 untuk untuk cold signal atau min ( -) . untuk saat ini di era digital pre amp masih tdk tergantikan , semua mixer digital masih mengandalkan input lewat pre amp analog , ada yg langsung pada mixernya ataupun yg terpisah berupa stage box yg disalurkan ke mixer secara digital lewat cabel cat ( LAN ) maupun system data lainnya . Salah satu perusahaan Software audio ( Waves Audio ) malahan membuat simulasi dari mixer terkenal ( SSL ) menjadi berupa software yg dapat disinergikan ( diinsert ) di berbagai mixer , ibaratnya pake mixer Yamaha kemudian diinsert dengan software SSL , dari software tersebut dapat disetting seperti pada channel Mixer SSL aslinya , hanya saja dinamika sinyal mungkin berbeda karena pre amp bawaan mixer . Jadi kualitas sebuah mixer dapat dinilai mulai dari kualitas preampnya . kabar baiknya sekarang salah satu brand terkenal ( MIDAS ) telah memproduksi preamp rack mount dengan type XL8 yg setiap unitnya terdiri dari 8 channel , preamp ini bisa dikombinasikan dengan mixer yg sdh kita miliki , misalnya behringer + pre amp Midas , minimal daya tampung terhadap input besar bisa ditangani dengan baik . saya tdk membahas pre amp tube atau sejenisnya disini soalnya kelasnya sdh berbeda . Beberapa artis tanah air pada saat live selalu mengandalkan preamp outboard sendiri , semua demi menjaga sinyal yg sempurna dan sesuai karakter yg diinginkan sebelum masuk ke mixer .
Mengapa inputnya harus balance ( 3 pin ) ? . sebaiknya kita terawang jauh kedalam rangkaiannya biar bisa lebih paham . Sirkuit input balance pada dasarnya terdiri dari 2 penguat sinyal , penguat yg satu yg inputnya tersambung ke pin 2 menguatkan sinyal plus dari input mic dan penguat lainnya yg tersambung ke piun 3 menguatkan sinyal min ( - ) , kedua output penguat ini kemudian digabungkan dengan penguat differential , dimana hasilnya akan menguatkan sinyal yg berbeda fasa dan menghilangakn sinyal yg sefasa , dari sinilah fungsinya , biasanya noise akibat kabel panjang , noise dari alternator kendaraan ataupun dari pemancar radio/TV dan HP klu masuk ke mica tau kabel mic sinyalnya selalu sefasa , klu sinyal ini masuk ke penguat differential dipastiakn noisenya hilang apalagi bunyi hp yg lagi aktif , makanya pada system menggunakan koneksi balance manaruh HP di mixer bukan masalah , lain halnya klu HP ditempatkan di dekat ampli guitar atau bass atau dikantongi saat main dijamin bunyinya akan masuk ke system klu aktif . lanjut masih preamp , dalam penguat differential inilah diatur penguatan atau gain ( tombol Gain /sens ) fungsinya untuk mengatur berapa kali penguatan terhadap sinyal yg masuk , amannya setting gain ini sambil menekan tombol PFL sambil meliat lampu indikator , jgn sampai peak . setting yg kurang pas akan berakibat pada keseluruhan hasil mixing, saya kira ini tugas sang operator atau sound engineer meracik gain yg pas untuk masing masing sinyal pada mixernya. Pengaturan gain yg salah juga bikin gampang feedback , banyak noise dan distorsi . Jadi settinglah gain pada preamp dengan benar tdk lebih tdk kurang .
Sampai disini dulu lain kali bagian selanjutnya disambung .
Salam Solfegio . Gwendy
MIXER AUDIO, MIXING CONSOLE
Mixer , sebutan yg sering kita dengar di kalangan audio , baik itu live show maupun recording ataupun broadcast radio/TV . Mixer fungsinya untuk mencampur beberapa sinyal audio baik itu dari microphone maupun dari instrument music ataupun dari music playback menjadi 2 channel atau lebih dalam bentuk stereo maupun individual mono .
Awalnya mixer sederhana hanya terdiri dari susunan beberapa pre amp , volume masing masing channel dan sepasang mixing stage untuk output 2 channnel , perkembangan selanjutnya penambahan Tombol Gain setiap channel ditambahkan Equalisazi ( Equalizer ) baik yg sederhana berupa tone control low/high ( bass / treble ) , Low Mid dan high , kemudian penambahan untuk freq mid ( sweepable mid ) , Low mid / high mid sampai ke full parametric , perkembangan selanjutnya menambahkan fungsi fungsi lain sesuai kebutuhan , live show , recording maupun mixer khusus monitor, penambahan fungsi seperti efx send return untuk efek , aux send , aux return , direct out, sub out monitor out sampai matrix out . Penambahan fasilitas LPF, PAD , tombol pre /post ,tombol PFL ( solo ) tombol routing dan phantom power untuk keseluruhan channel maupun phantom untuk masing masing channel
I. Bagian bagian mixer
a. Preamp
b. Eq/ equalizer
c. Mixing stage
d. Master stage
e. Power suplay
II. Penjelasan masing masing bagian dan fungsinya
a. Pre amp ,
Pre amp berfungsi untuk menguatkan sinyal audio yg levelnya masih lemah dari mic atau dari instrument music , awalnya pre amp hanya terdiri dari 1 transistor sebagai penguat , kemudian 2 transistor , lalu menggunakan ic opamp ( operational Amplifier ) sampai ke gabungan Transistor dan IC . Pre amp adalah penentu pertama kualitas sinyal yg akan diolah mixer , klu dari preamp suara sudah tdk baik , distorsi , noise dan sebagainya , maka bagain mixer selanjutnya tdk akan bisa berbuat banyak untuk mengembalikan sinyal menjadi layak atau bersih kembali .
Preamp yg baik harus yg inputnya balance atau terdiri dari 3 pin , yg mengunakan konektor XLR , Pin1 untuk ground , pin 2 untuk hotsignal atau ( + ) dan pin 3 untuk untuk cold signal atau min ( -) . untuk saat ini di era digital pre amp masih tdk tergantikan , semua mixer digital masih mengandalkan input lewat pre amp analog , ada yg langsung pada mixernya ataupun yg terpisah berupa stage box yg disalurkan ke mixer secara digital lewat cabel cat ( LAN ) maupun system data lainnya . Salah satu perusahaan Software audio ( Waves Audio ) malahan membuat simulasi dari mixer terkenal ( SSL ) menjadi berupa software yg dapat disinergikan ( diinsert ) di berbagai mixer , ibaratnya pake mixer Yamaha kemudian diinsert dengan software SSL , dari software tersebut dapat disetting seperti pada channel Mixer SSL aslinya , hanya saja dinamika sinyal mungkin berbeda karena pre amp bawaan mixer . Jadi kualitas sebuah mixer dapat dinilai mulai dari kualitas preampnya . kabar baiknya sekarang salah satu brand terkenal ( MIDAS ) telah memproduksi preamp rack mount dengan type XL8 yg setiap unitnya terdiri dari 8 channel , preamp ini bisa dikombinasikan dengan mixer yg sdh kita miliki , misalnya behringer + pre amp Midas , minimal daya tampung terhadap input besar bisa ditangani dengan baik . saya tdk membahas pre amp tube atau sejenisnya disini soalnya kelasnya sdh berbeda . Beberapa artis tanah air pada saat live selalu mengandalkan preamp outboard sendiri , semua demi menjaga sinyal yg sempurna dan sesuai karakter yg diinginkan sebelum masuk ke mixer .
Mengapa inputnya harus balance ( 3 pin ) ? . sebaiknya kita terawang jauh kedalam rangkaiannya biar bisa lebih paham . Sirkuit input balance pada dasarnya terdiri dari 2 penguat sinyal , penguat yg satu yg inputnya tersambung ke pin 2 menguatkan sinyal plus dari input mic dan penguat lainnya yg tersambung ke piun 3 menguatkan sinyal min ( - ) , kedua output penguat ini kemudian digabungkan dengan penguat differential , dimana hasilnya akan menguatkan sinyal yg berbeda fasa dan menghilangakn sinyal yg sefasa , dari sinilah fungsinya , biasanya noise akibat kabel panjang , noise dari alternator kendaraan ataupun dari pemancar radio/TV dan HP klu masuk ke mica tau kabel mic sinyalnya selalu sefasa , klu sinyal ini masuk ke penguat differential dipastiakn noisenya hilang apalagi bunyi hp yg lagi aktif , makanya pada system menggunakan koneksi balance manaruh HP di mixer bukan masalah , lain halnya klu HP ditempatkan di dekat ampli guitar atau bass atau dikantongi saat main dijamin bunyinya akan masuk ke system klu aktif . lanjut masih preamp , dalam penguat differential inilah diatur penguatan atau gain ( tombol Gain /sens ) fungsinya untuk mengatur berapa kali penguatan terhadap sinyal yg masuk , amannya setting gain ini sambil menekan tombol PFL sambil meliat lampu indikator , jgn sampai peak . setting yg kurang pas akan berakibat pada keseluruhan hasil mixing, saya kira ini tugas sang operator atau sound engineer meracik gain yg pas untuk masing masing sinyal pada mixernya. Pengaturan gain yg salah juga bikin gampang feedback , banyak noise dan distorsi . Jadi settinglah gain pada preamp dengan benar tdk lebih tdk kurang .
Sampai disini dulu lain kali bagian selanjutnya disambung .
Salam Solfegio . Gwendy
