21-01-2011, 01:14 PM
Seorang pria, diajukan ke pengadilan karena terbukti membawa lari sepeda motor teman kencannya.
Inilah kutipan pembelaan pria tsb di pengadilan:
“Saya tidak mencuri motor itu Pak Hakim. Gadis itu sudah memberikannya dengan ikhlas.” kata pria tsb dengan suara memelas.
Pria tsb melanjutkan, “Kami berkenalan, menjadi akrab lalu berjalan-jalan pakai sepeda motornya ke taman yang sepi."
"Kemudian setelah kami parkir, gadis itu berbisik ditelingaku, 'ambillah milikku yang paling berharga', sambil dia membuka semua pakaiannya, terus lari masuk semak-semak," tambah pria tsb.
"Aku pikir, daripada baju dan celananya, kurasa lebih berharga sepeda motornya. Iya kan Pak Hakim…?!”
Inilah kutipan pembelaan pria tsb di pengadilan:
“Saya tidak mencuri motor itu Pak Hakim. Gadis itu sudah memberikannya dengan ikhlas.” kata pria tsb dengan suara memelas.
Pria tsb melanjutkan, “Kami berkenalan, menjadi akrab lalu berjalan-jalan pakai sepeda motornya ke taman yang sepi."
"Kemudian setelah kami parkir, gadis itu berbisik ditelingaku, 'ambillah milikku yang paling berharga', sambil dia membuka semua pakaiannya, terus lari masuk semak-semak," tambah pria tsb.
"Aku pikir, daripada baju dan celananya, kurasa lebih berharga sepeda motornya. Iya kan Pak Hakim…?!”
