31-01-2012, 01:52 PM
kloengsoer timestamp='1327547192' post='130922 Wrote:sementara masih heran trafo masuk di equipmentsWah salah kamar donk...
sekilas [url="http://www.SOLFEGIO.com/topic/6965-belajar-menggulung-trafo/page__st__25"]http://www.SOLFEGIO....fo/page__st__25[/url]
mohon biar dipindah sama yg berwenang aja dah ya...
btw ada sedikit update nih...
Rumus pada post # 1
n = 45 * (V / A)
V = Tegangan primer
A = Luas (cm²)
untuk sekunder tambah 10% lilitannya untuk regulasi & mengurangi rugi2 yg ada, jadinya
n = 49.5 * (V / A)
pada rumus ini B = 1 tesla jadi gk perlu ditulis ada hitungan B nya, ini untuk trafo yg standar...
ini rumus sudah disederhanakan biar gampang hitungnya, bisa dicocokan antara rumus #1 dengan yg rumit di bawah ini maka hasilnya sama saja.
untuk membuat trafo yg adem2 aja biarpun digeber habis2an B nya dikurangi dari 1 misal 0,8. hasilnya trafo yg mau dirakit pasti mantap...
& ternyata rumus yg saya posting #1 berlaku untuk semua trafo yg intinya besi, termasuk toroid. yg membedakan adalah nilai B tersebut
apakah B tersebut?
B adalah besarnya medan magnet yg dapat digunakan pada inti besi, inti besi yg berbeda memiliki B yg berbeda
untuk trafo kotak / roti tawar / E I ---> "B" bisa bervariasi dari 0,6 sampai 1,4 tesla tergantung kualitas bahan yg dipakai untuk pembuatan inti besi tersebut.
besi pada trafo pasaran kira2 digunakan B = 1,2 makanya trafo pasaran biasanya hangat atau malah panas walaupun tanpa beban.
Saya mau rakit yg B = 0,8 s/d 0,9 dengan inti yg biasa biar trafo saya adem2 aja... biar panjang umur trafonya, konsekuensinya lilitan lebih banyak & ukuran lebih besar dari trafo standar...
Untuk trafo toroid besarnya B mulai dari 1,4 sampai 1,8 atau lebih. normalnya saya pake 1,6 tesla saja.
Terus dimasukkan pada rumus saya
(ini hitungan untuk toroid)
n / B = 45 * (V / A)
= 45/1.6 * (V / A)
= 28.125 (V / A)
V = Tegangan primer
A = Luas penampang kern (cm²)
untuk sekunder bisa aja kalau mau ditambah 5% ataupun disamakan primer, tergantung selera & keperluan masing2...
kesimpulan yg pasti untuk saat ini : bahan trafo & bentuk trafo adalah salah satu perhitungan penting untuk mendapatkan GpV (gulungan per volt)
selanjutnya arus yg bisa mengalir ditentukan oleh besar kawat penampang yg kita pakai
Rumus yg bisa dipakai adalah S (penampang kawat mm²) = 3A / mm²
ya silakan dihitung berapa penampang kawat trus = diameter kawat dibagi 4 dikali phi(3.14) kuadrat
Untuk kawat diameter 1.5mm cuma bisa dialiri 5 ampere agar tidak panas... saya jadi terkejut, masa cuma segitu.
tetapi memang segitu kalau mau trafonya benar2 awet trus dapatnya dari tukang buat trafo untuk power amp tabung juga sih.
Terus yg lebih rumit yg ini :
We need to know the turns per volt for all windings. The TPV is the same for each winding.
The next important universal transformer equation is
B = 22.55 x V x 10,000 equation (d)
F x N x T x S
Where
B = magnetic flux density in Tesla,
22.55 = a constant for all equations,
V = voltage of the winding,
10,000 = a constant for all equations,
F = frequency of operation,
N = number of turns in the winding,
T = the tongue width,
S = the stack height, allowing for the stacking factor.
All dimensions in millimetres.
sumber [url="http://www.turneraudio.com.au/powertranschokes.htm"]http://www.turneraud...transchokes.htm[/url]
