04-03-2012, 08:32 PM
Artinya dengan menggunakan multitester kita bisa membedakan ada beberapa lilitan yang menyambung antara satu ujung dengan ujung yg lain.
beberapa set (primer & sekunder) dapat dipisahkan dengan yg lain.
Tetapi tantangannya adalah pertama2 untuk menentukan yg mana gulungan tegangan tinggi & yg mana tegangan rendah, selanjutnya rasio gulungan tanpa menyambungkan trafo ke tegangan (jala2 PLN). Jadi kalau masih ragu jangan sekali2 coba2 dicolok trafonya, berbahaya!
Untuk mengidentifikasi sebuah gulungan, gunakan ohmmeter untuk mengukur ujung gulungan yg menyambung. Untuk lilitan tegangan yg lebih tinggi maka diukur nilai tahanan yg lebih besar.
Jadi kalau ohmmeter menunjukkan nilai tahanan yg terbesar berarti itulah tegangan tingginya (biasanya primer kalau trafo biasa/step down)
Trafonya dapet di mana ni?
Pastikan trafonya dapat bekerja di 220volt 50Hz dulu ya.
kalau sudah pasti bisa di 220Vac/50Hz baru boleh ditest, caranya ngetes pakai "bulb tester" + sekering yg kecil misal 0,5A.
beberapa set (primer & sekunder) dapat dipisahkan dengan yg lain.
Tetapi tantangannya adalah pertama2 untuk menentukan yg mana gulungan tegangan tinggi & yg mana tegangan rendah, selanjutnya rasio gulungan tanpa menyambungkan trafo ke tegangan (jala2 PLN). Jadi kalau masih ragu jangan sekali2 coba2 dicolok trafonya, berbahaya!
Untuk mengidentifikasi sebuah gulungan, gunakan ohmmeter untuk mengukur ujung gulungan yg menyambung. Untuk lilitan tegangan yg lebih tinggi maka diukur nilai tahanan yg lebih besar.
Jadi kalau ohmmeter menunjukkan nilai tahanan yg terbesar berarti itulah tegangan tingginya (biasanya primer kalau trafo biasa/step down)
Trafonya dapet di mana ni?
Pastikan trafonya dapat bekerja di 220volt 50Hz dulu ya.
kalau sudah pasti bisa di 220Vac/50Hz baru boleh ditest, caranya ngetes pakai "bulb tester" + sekering yg kecil misal 0,5A.
