11-04-2012, 02:57 PM
jnr timestamp='1333648592' post='147799 Wrote:frekwensi jala-jala PLN kok belum masuk rumus kang, karena trafo kita kerja pada frekwensi itu, juga pertimbangan kwalitas kern yang dipakai. jumlah lilitan yg sama pada kern berbeda tentunya berbeda hasil, bagaimana mensiasatinya ?
Frekuensi jala2 PLN yg dipakai 50Hz, jadi gk perlu masuk rumus.
Kecuali trafonya mau dipakai di luar negeri.
Jumlah lilitan memang berbeda untuk kern yg berbeda, untuk mensiasatinya misalnya kita menggulung ulang trafo maka jumlah gulungannya diperbanyak. Dilebihkan & diperhitungkan agar semua lilitan bisa masuk pada kern.
Saya sudah kasi rumus & ada software jg. Silakan dicoba softwarenya, ada setelan frekuensi & flux.
Disedot dulu pada halaman 3 post #53
Yg disetel pada kolom fluxnya saja, yg lain kira2 mudah dipahami kok
untuk trafo kotak pada Flux bisa diisi 0.8 jika ingin trafonya adem, 1.0 untuk standar & biasanya pabrikan(trafo pasaran) jg makai yg ini,... 1.2 kalau punya inti yg bagus, tp saya yakin jarang ada yg nemunya.
Untuk toroid dicoba 1.4 sampai 1.6
Untuk mengetahui inti yg dipakai apakah bagus apa tidak saya jg tdk tahu cara ngetesnya selain dirakit trafo saja
Untuk itu saya akan rakit trafo, klo sdh jadi mau saya review di sini biar jelas yg pada mau rakit trafo...
