19-04-2014, 12:40 AM
(18-04-2014, 05:16 PM)bimo_tok Wrote: Kalau zobel network pada output amplifier gunanya agar amplifier stabil di frekuensi tinggi. Jadi amplifier selalu ada beban untuk sinyal frekuensi tinggi. Nilainya tidak terlalu kritis, tapi yang perlu diperhatikan adalah daya resistor zobel network tersebut.
Ada juga zobel network pada rangkaian crossover pasif, tujuannya agar impedansi yang dilihat oleh rangkaian crossover tersebut flat terhadap frekuensi. Hal ini disebabkan impedansi speaker tidak flat terhadap frekuensi.
Jika amplifier tidak dipasang zobel network stabil, tidak diperlukan zobel network tersebut. Cara test nya beri sinyal kotak antara 10 kHz sampai 20 kHz. Jika amplifier tidak osilasi berarti bagus. Hati-hati jangan diberi tegangan kotak terlalu tinggi, bisa terbakar resistor pada zobel network tersebut.
Amplifier yang bagus (suaranya) selalu memerlukan zobel network karena amplifier bagus memiliki bandwidth yang lebar sehingga rentan terhadap osilasi di frekuensi tinggi. Umumnya amplifier audio mampu mereproduksi sinyal kotak 10 kHz dan terlihat sempurna di osiloskop.
(Amplifier saya yang terbaru sanggup mereproduksi sinyal kotak 200 kHz dengan baik ;-) )
sip kang bimo penjelasanya. jadi berfungsi sebagai filter di frek tinggi kang? sehingga mengurangi atau mencegah osilasi karena frek tinggi itu.
kalo semisal nilai tidak kritis, apa tidak berpengaruh di kwalitas output audionya kang?
semisal saja, yg sering digunakan adalah 10R dan 100n. semisal nilai R dirubah katakan setengahnya 5R apa tidak berpengaruh di outputnya kang? kan otomatis out semakin dekat dengan ground.
mungkin ada rumus atau kalkulasi atau mungkin trik selain yg saya sebut diatas kang biar mudah untuk pengaplikasianya karena saya kira tidak semua diyers bisa mengaplikasikan sinyal kotak yg akang jelaskan tadi.
