19-04-2014, 07:32 AM
(19-04-2014, 12:40 AM)gantex Wrote: sip kang bimo penjelasanya. jadi berfungsi sebagai filter di frek tinggi kang? sehingga mengurangi atau mencegah osilasi karena frek tinggi itu.
kalo semisal nilai tidak kritis, apa tidak berpengaruh di kwalitas output audionya kang?
semisal saja, yg sering digunakan adalah 10R dan 100n. semisal nilai R dirubah katakan setengahnya 5R apa tidak berpengaruh di outputnya kang? kan otomatis out semakin dekat dengan ground.
mungkin ada rumus atau kalkulasi atau mungkin trik selain yg saya sebut diatas kang biar mudah untuk pengaplikasianya karena saya kira tidak semua diyers bisa mengaplikasikan sinyal kotak yg akang jelaskan tadi.
Bukan sebagai filter tapi sebagai beban / load.
Pada frekuensi yang sangat tinggi impedansi capacitor mendekati nol. Jadi beban amplifier pada frekuensi tinggi hampir sama dengan resistor pada rangkaian zobel tersebut. Pada frekuensi audio impedansi rangkaian zobel cukup tinggi sehingga tidak mempengaruhi sinyal audio tersebut.
Rangkaian zobel ini untuk mengatasi osilasi Output Stage (OPS) terutama karena induktansi dari kabel speaker. Untuk OPS jenis emitter follower lebih stabil terhadap beban induktif daripada complementary feedback pair (cfp). Umumnya R pada zobel nilainya dipilih yang paling mendekati nilai resistansi speaker. Misalnya speaker 8 Ohm memakai R 8,2 Ohm atau 10 Ohm. Speaker 4 Ohm memakai R 4,7 Ohm. Namun ini hanya pendekatan praktis saja, karena induktansi kabel speaker tidak diketahui.
Nilai R=10 dan C = 100n adalah nilai praktis jadi sebaiknya dipakai nilai ini saja.
Sedangkan untuk mengatasi osilasi karena beban kapasitif digunakan induktor. Nilai induktor juga tidak kritis karena tidak diketahui beban kapasitif berapa besar. Namun banyak designer yang menginginkan amplifiernya stabil dengan beban 2uF yang diparalel dengan speaker, karena umumnya kapasitansi kabel speaker kurang dari 2uF.
