07-04-2011, 01:57 PM
Fakta tentang Keyboard Yamaha:
1. Keyboard Yamaha paling mudah berafiliasi dengan berbagai software yang beredar saat ini. Contohnya: Cakewalk Pro Audio 9. Struktur midi dan style Yamaha sangat dekat dengan sistem Cakewalk. Buktinya, style Yamaha bisa dibuat dengan hanya menambahkan kode marker fn: Main A, fn: Fill in AA, dst pada bar midi di Cakewalk. Merek keyboard lainnya memiliki sistem yang berbeda dengan Cakewalk.
2. Banyak orang tertarik mengembangkan software untuk Yamaha. Misalnya, midi2style (software membuat style dari midi dengan program java), One Man Band (software untuk main keyboard di komputer, memutar midi, dan membuat style Yamaha). Selain yang saya sebutkan ini, masih banyak software lainnya, misalnya style player, style maker dengan pengembangan CASM, Voice editor, OTS editor, dan lain-lain.
3. Yamaha paling banyak merilis tipe keyboard dari low end, medium end, hingga profesional end. Produk Yamaha antara lain tipe PSR (PSR 210, 420, 350, 450, 550, 630, 720, 1000, 1500, 2000, 2100, 3000, 9000, PSR E-213, E-413, E-423, PSR S-500, S-550, S700, S-710, S-900, S910), tipe DGX, YPT, Tyros 1,2,3, dan 4, dan dll.
4. Kursus musik di Indonesia kebanyakan menggunakan keyboard Yamaha (baik yang versi piano maupun yang versi arranger).
5. Pengoperasian yang mudah dengan menggunakan istilah teknis yang mudah dipahami. Misal, Intro, Main, Fill-in, Ending, Start/Stop, transpose, metronom, voice (di keyboard lain ada yang menyebutnya tone, program) style (di keyboard lain, misalnya Casio menyebutnya rhythm), dll.
6. Style Yamaha relatif mudah didapatkan baik yang gratis (ada ribuan di internet dengan kualitas bervariasi (bagus, tidak bagus), maupun yang berbayar.
7. Promosi Yamaha sangat gencar di seluruh dunia (banyak video tentang Yamaha bisa ditonton lewat Youtube, dan banyak situs (resmi dan tidak resmi) yang secara langsung maupun tidak langsung mempromosikan Yamaha.
8. Keyboard Yamaha hampir pasti bisa ditemukan di semua toko keyboard, dan akhirnya Yamaha bisa dengan mudah kita temukan ke mana saja kita pergi di seluruh nusantara.
Kontroversi tentang Yamaha:
1. Beberapa user mengatakan bahwa Yamaha kurang dalam inovasi. Sebagai contoh Tipe PSR 1500, 3000, S700, S710, S900, S910 tidak ada tampak inovasi, “hanya” perubahan casing dan penambahan style dan voice untuk tipe selanjutnya. (Hal ini perlu dikonfirmasi kebenarannya).
2. Ada forum (luar dan dalam negeri) yang membahas tentang “bad design” di fill in Yamaha. Ada loncatan (baca: cacat) aransement apabila kita pindah dari Main A ke Main D, dan apabila tombol fill in ditekan dengan timing yang kurang pas, maka fill in berjalan dengan tidak sempurna (hanya suara drum yang tetap berjalan secara benar, sedangkan bass dan chordnya mengikuti pola bass dan chord Main yang akan dituju, padahal pola bass dan chord di Fill in umumnya berbeda dengan yang ada di Main).
3. Banyak orang mengeluh tentang karakter output suara Yamaha kurang optimal (ada yang menyebut datar, kurang nendang, kurang tebal, kurang real, dll). Padahal yang sebenarnya adalah tidak ada suara internal keyboard yang suaranya benar-benar real seperti suara instrumen aslinya, yang ada adalah tingkat kemiripan suara masing-masing keyboard dengan instrumen aslinya berbeda-beda (sangat mirip, mirip, agak mirip).
Pendapat Pribadi tentang Keyboard:
Setelah saya mencoba banyak merek keyboard dengan berbagai tipe (Yamaha: PSR 210, 350, 450, 550, E-413, S500, S550, S710, S910; Roland: EXR-5, E-09, E-50, E-60; Korg: Pa-50, Pa-500, Technics: KN2000, KN6500, KN7000, KN2400, KN2600; Casio: CTK-881, WK-1800, WK-3800), maka saya dapat membuat kesimpulan sebagai berikut:
1. Masing-masing keyboard memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
2. Janganlah menjadi user fanatik. Kalau ada kesempatan, silahkan pakai keyboard apapun supaya anda punya perbandingan. Analogi: Jangan Anda katakan buah jeruk Anda yang paling manis, padahal Anda belum pernah memakan jeruk saya dan orang lain.
3. Bila Anda ingin membandingan keyboard secara terbuka, gunakan prinsip “fair” dengan aple vs aple (meminjam istilah Pak Tjandra), selevel, dan segenerasi. Tidak adil membandingkan Casio CTK-5000 dengan KN-7000, Yamaha PSR S -910, Korg Pa-50, Roland E-50. Contoh perbandingan yang adil adalah Casio CTK-5000 vs Yamaha PSR E-413, Korg Pa-50 sd vs Yamaha PSR S-710.
4. Sah-sah saja menyampaikan kekurangan sebuah produk keyboard dengan tujuan informatif dan edukatif dan akan lebih bijak kalau Anda bisa mencarikan solusinya. Jangan Anda mengklaim bahwa merek A lebih bagus dari semua merek lainnya. Analogi: Anda pasti akan menilai bahwa pacar Anda cantik /ganteng, tapi belum tentu menurut saya, dan orang lain.
5. Bijaklah membeli keyboard sesuai kebutuhan dan kemampuan. Tidak perlu membeli keyboard harga puluhan juta kalau hanya untuk belajar atau dipakai di rumah, kecuali Anda punya alasan tertentu untuk itu.
Postingan ini bukan bermaksud bahwa saya menggurui atau menjadi penasehat bagi Anda. Ilmu saya belum seberapa, dan kita memiliki pendapat, pengetahuan, dan pengalaman yang berbeda. Akhirnya, mohon maaf bila ada kata atau tulisan yang salah atau kurang berkenan, karena saya juga tidak luput dari kesalahan. Mari saling belajar dan berbagi di Solfegio Forum!
1. Keyboard Yamaha paling mudah berafiliasi dengan berbagai software yang beredar saat ini. Contohnya: Cakewalk Pro Audio 9. Struktur midi dan style Yamaha sangat dekat dengan sistem Cakewalk. Buktinya, style Yamaha bisa dibuat dengan hanya menambahkan kode marker fn: Main A, fn: Fill in AA, dst pada bar midi di Cakewalk. Merek keyboard lainnya memiliki sistem yang berbeda dengan Cakewalk.
2. Banyak orang tertarik mengembangkan software untuk Yamaha. Misalnya, midi2style (software membuat style dari midi dengan program java), One Man Band (software untuk main keyboard di komputer, memutar midi, dan membuat style Yamaha). Selain yang saya sebutkan ini, masih banyak software lainnya, misalnya style player, style maker dengan pengembangan CASM, Voice editor, OTS editor, dan lain-lain.
3. Yamaha paling banyak merilis tipe keyboard dari low end, medium end, hingga profesional end. Produk Yamaha antara lain tipe PSR (PSR 210, 420, 350, 450, 550, 630, 720, 1000, 1500, 2000, 2100, 3000, 9000, PSR E-213, E-413, E-423, PSR S-500, S-550, S700, S-710, S-900, S910), tipe DGX, YPT, Tyros 1,2,3, dan 4, dan dll.
4. Kursus musik di Indonesia kebanyakan menggunakan keyboard Yamaha (baik yang versi piano maupun yang versi arranger).
5. Pengoperasian yang mudah dengan menggunakan istilah teknis yang mudah dipahami. Misal, Intro, Main, Fill-in, Ending, Start/Stop, transpose, metronom, voice (di keyboard lain ada yang menyebutnya tone, program) style (di keyboard lain, misalnya Casio menyebutnya rhythm), dll.
6. Style Yamaha relatif mudah didapatkan baik yang gratis (ada ribuan di internet dengan kualitas bervariasi (bagus, tidak bagus), maupun yang berbayar.
7. Promosi Yamaha sangat gencar di seluruh dunia (banyak video tentang Yamaha bisa ditonton lewat Youtube, dan banyak situs (resmi dan tidak resmi) yang secara langsung maupun tidak langsung mempromosikan Yamaha.
8. Keyboard Yamaha hampir pasti bisa ditemukan di semua toko keyboard, dan akhirnya Yamaha bisa dengan mudah kita temukan ke mana saja kita pergi di seluruh nusantara.
Kontroversi tentang Yamaha:
1. Beberapa user mengatakan bahwa Yamaha kurang dalam inovasi. Sebagai contoh Tipe PSR 1500, 3000, S700, S710, S900, S910 tidak ada tampak inovasi, “hanya” perubahan casing dan penambahan style dan voice untuk tipe selanjutnya. (Hal ini perlu dikonfirmasi kebenarannya).
2. Ada forum (luar dan dalam negeri) yang membahas tentang “bad design” di fill in Yamaha. Ada loncatan (baca: cacat) aransement apabila kita pindah dari Main A ke Main D, dan apabila tombol fill in ditekan dengan timing yang kurang pas, maka fill in berjalan dengan tidak sempurna (hanya suara drum yang tetap berjalan secara benar, sedangkan bass dan chordnya mengikuti pola bass dan chord Main yang akan dituju, padahal pola bass dan chord di Fill in umumnya berbeda dengan yang ada di Main).
3. Banyak orang mengeluh tentang karakter output suara Yamaha kurang optimal (ada yang menyebut datar, kurang nendang, kurang tebal, kurang real, dll). Padahal yang sebenarnya adalah tidak ada suara internal keyboard yang suaranya benar-benar real seperti suara instrumen aslinya, yang ada adalah tingkat kemiripan suara masing-masing keyboard dengan instrumen aslinya berbeda-beda (sangat mirip, mirip, agak mirip).
Pendapat Pribadi tentang Keyboard:
Setelah saya mencoba banyak merek keyboard dengan berbagai tipe (Yamaha: PSR 210, 350, 450, 550, E-413, S500, S550, S710, S910; Roland: EXR-5, E-09, E-50, E-60; Korg: Pa-50, Pa-500, Technics: KN2000, KN6500, KN7000, KN2400, KN2600; Casio: CTK-881, WK-1800, WK-3800), maka saya dapat membuat kesimpulan sebagai berikut:
1. Masing-masing keyboard memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
2. Janganlah menjadi user fanatik. Kalau ada kesempatan, silahkan pakai keyboard apapun supaya anda punya perbandingan. Analogi: Jangan Anda katakan buah jeruk Anda yang paling manis, padahal Anda belum pernah memakan jeruk saya dan orang lain.
3. Bila Anda ingin membandingan keyboard secara terbuka, gunakan prinsip “fair” dengan aple vs aple (meminjam istilah Pak Tjandra), selevel, dan segenerasi. Tidak adil membandingkan Casio CTK-5000 dengan KN-7000, Yamaha PSR S -910, Korg Pa-50, Roland E-50. Contoh perbandingan yang adil adalah Casio CTK-5000 vs Yamaha PSR E-413, Korg Pa-50 sd vs Yamaha PSR S-710.
4. Sah-sah saja menyampaikan kekurangan sebuah produk keyboard dengan tujuan informatif dan edukatif dan akan lebih bijak kalau Anda bisa mencarikan solusinya. Jangan Anda mengklaim bahwa merek A lebih bagus dari semua merek lainnya. Analogi: Anda pasti akan menilai bahwa pacar Anda cantik /ganteng, tapi belum tentu menurut saya, dan orang lain.
5. Bijaklah membeli keyboard sesuai kebutuhan dan kemampuan. Tidak perlu membeli keyboard harga puluhan juta kalau hanya untuk belajar atau dipakai di rumah, kecuali Anda punya alasan tertentu untuk itu.
Postingan ini bukan bermaksud bahwa saya menggurui atau menjadi penasehat bagi Anda. Ilmu saya belum seberapa, dan kita memiliki pendapat, pengetahuan, dan pengalaman yang berbeda. Akhirnya, mohon maaf bila ada kata atau tulisan yang salah atau kurang berkenan, karena saya juga tidak luput dari kesalahan. Mari saling belajar dan berbagi di Solfegio Forum!
