07-10-2010, 11:00 PM
nambah dikit..
sekitar awal 90 an, waktu mulai belajar audio, ada 1 artikel yg saya baca di majalah luar MIX, katanya : dikatakan mixer recording, bila ia memiliki "monitor channel", atau istilah lainnya "ch track return" atau 'CH B". waktu masa itu, alat rekam yang populer adalah perekam multitrack pita analog 2 inch, 1 inch, 1/2 inch atau 1/4 inch, dimana studio rekaman harus menyediakan sampai 24 channel di mixer, khusus untuk menerima atau memonitor hasil dari ke 24 track yg sudah direkam ke pita. jadi jika menggunakan mixer analog, ada deretan chanel yang digunakan untuk menerima sumber suara spt instrument atau vokal dan mengirimkannya ke track di alat rekam (via direct out atau grup out), dan juga deretan channel lagi untuk menerima atau mendengarkan hasil dari track yg direkam. deretan chanel yg pertama itu disebut "input channel" atau "CH A", sedang deretan channel2 yg kedua disebut "monitor channel" atau "CH B". Itulah kenapa mixer rekaman di studio2 jaman dulu panjang2, dan terbagi 2 bagian, sebelah kiri untuk channel input (bisa sampai 32ch) dan bagian sebelah kanan untuk monitor channel (dari multitrack) yg bisa sampai 24 channel untuk 24 track. total panjangnya bisa sampai 3 meteran..hihi..
LALU, Alesis (dan beberapa brand lain) punya ide untuk menyederhanakan mixer rekaman supaya lebih ringkas, dengan CARA : menggabungkan "channel input" dan "channel monitor" ke dalam 1 strip channel (istilah waktu itu INLINE Mixer). jadi di dalam 1 strip mixer ada : 2 input, 1 untuk menerima sumber suara yg mau direkam (CH A), dan 1 input lagi dari output multitrack (CH B), LALU juga ada 2 pengatur level, 1 untuk CH A (berupa fader) dan 1 lagi untuk CH B (biasanya model potensio). Pada mode merekam, pengaturannya seperti ini. tapi pada saat mode Mixing, CH B bisa di oper/ dipindah ke CH A, jadi sekarang Fader mengatur level dari keluaran multitrack. Fasilitas ini disebut FLIP.
Fasilitas2 inilah yg pada masa itu menjadi fasilitas wajib, bila produsen membuat "mixer rekaman", yaitu 'ada fasilitas multitrack input' dan 'FLIP'. contoh mixer rekaman (format kecil) pada masa itu seperti Mackie 8 bus, Soundtrack Topaz, Studiomaster P7, Tascam 8 bus dsb..punya fasilitas tsb.
Tapi itu masa dulu.. sekarang seiring dengan tersingkirnya alat multitrack , tergeser oleh sistem komputer, yg dimaksud mixer rekaman tidak lagi harus punya fasilitas spt itu, tapi lebih ke arah tingkat noise yg sangat rendah dan kemampuan routing sinyal yg kompleks.
itu saja ya .. mudah2an bisa membantu rekan2.. maaf2 kalau malah membingungkan..
sekitar awal 90 an, waktu mulai belajar audio, ada 1 artikel yg saya baca di majalah luar MIX, katanya : dikatakan mixer recording, bila ia memiliki "monitor channel", atau istilah lainnya "ch track return" atau 'CH B". waktu masa itu, alat rekam yang populer adalah perekam multitrack pita analog 2 inch, 1 inch, 1/2 inch atau 1/4 inch, dimana studio rekaman harus menyediakan sampai 24 channel di mixer, khusus untuk menerima atau memonitor hasil dari ke 24 track yg sudah direkam ke pita. jadi jika menggunakan mixer analog, ada deretan chanel yang digunakan untuk menerima sumber suara spt instrument atau vokal dan mengirimkannya ke track di alat rekam (via direct out atau grup out), dan juga deretan channel lagi untuk menerima atau mendengarkan hasil dari track yg direkam. deretan chanel yg pertama itu disebut "input channel" atau "CH A", sedang deretan channel2 yg kedua disebut "monitor channel" atau "CH B". Itulah kenapa mixer rekaman di studio2 jaman dulu panjang2, dan terbagi 2 bagian, sebelah kiri untuk channel input (bisa sampai 32ch) dan bagian sebelah kanan untuk monitor channel (dari multitrack) yg bisa sampai 24 channel untuk 24 track. total panjangnya bisa sampai 3 meteran..hihi..
LALU, Alesis (dan beberapa brand lain) punya ide untuk menyederhanakan mixer rekaman supaya lebih ringkas, dengan CARA : menggabungkan "channel input" dan "channel monitor" ke dalam 1 strip channel (istilah waktu itu INLINE Mixer). jadi di dalam 1 strip mixer ada : 2 input, 1 untuk menerima sumber suara yg mau direkam (CH A), dan 1 input lagi dari output multitrack (CH B), LALU juga ada 2 pengatur level, 1 untuk CH A (berupa fader) dan 1 lagi untuk CH B (biasanya model potensio). Pada mode merekam, pengaturannya seperti ini. tapi pada saat mode Mixing, CH B bisa di oper/ dipindah ke CH A, jadi sekarang Fader mengatur level dari keluaran multitrack. Fasilitas ini disebut FLIP.
Fasilitas2 inilah yg pada masa itu menjadi fasilitas wajib, bila produsen membuat "mixer rekaman", yaitu 'ada fasilitas multitrack input' dan 'FLIP'. contoh mixer rekaman (format kecil) pada masa itu seperti Mackie 8 bus, Soundtrack Topaz, Studiomaster P7, Tascam 8 bus dsb..punya fasilitas tsb.
Tapi itu masa dulu.. sekarang seiring dengan tersingkirnya alat multitrack , tergeser oleh sistem komputer, yg dimaksud mixer rekaman tidak lagi harus punya fasilitas spt itu, tapi lebih ke arah tingkat noise yg sangat rendah dan kemampuan routing sinyal yg kompleks.
itu saja ya .. mudah2an bisa membantu rekan2.. maaf2 kalau malah membingungkan..
