09-01-2012, 12:06 PM
yap, betul sekali kang MOMOD
tapi....
seharusnya hal itu harus selaras, sementara pihak HAKI gencar menggalakkan anti pembajakan, anti...anti.., dan pengrebekan sana sini
seharusnya pihak produsen album rekaman juga serius menggarap albumnya, sewajarnya dan BIJAKSANA
sehingga tidak mengorbankan konsumen
di era global ini orang dengan mudah membandingkan album buatan kita dengan buatan luar, tentunya dengan harga yang sama
yang menjadi pertanyaan :
"KENAPA NEGARA LAIN BISA, KOK NEGARA KITA TIDAK BISA ?"
sangat ironi memang, salah satu contohnya, saya punya dua Album rock NIRV*** buatan kita seharga 70rb dan buatan Singapura
seharga USD6.9 (diimpor di indonesia jadi 140rb) tapi suara dijamin beda mas
dan yang produksi Indonesia sedikit ngawur, karena tidak ada ended, karena track terakhir lagu sudah berakhir tapi track jalan terus
sampai 15 menit. jadi apabila di repeat, kita harus nunggu 15 menit,
dan saya masih punya contoh lainnya dari kenakalan produsen kita
tapi... ini hanya pendapat saya aja.....
tapi....
seharusnya hal itu harus selaras, sementara pihak HAKI gencar menggalakkan anti pembajakan, anti...anti.., dan pengrebekan sana sini
seharusnya pihak produsen album rekaman juga serius menggarap albumnya, sewajarnya dan BIJAKSANA
sehingga tidak mengorbankan konsumen
di era global ini orang dengan mudah membandingkan album buatan kita dengan buatan luar, tentunya dengan harga yang sama
yang menjadi pertanyaan :
"KENAPA NEGARA LAIN BISA, KOK NEGARA KITA TIDAK BISA ?"
sangat ironi memang, salah satu contohnya, saya punya dua Album rock NIRV*** buatan kita seharga 70rb dan buatan Singapura
seharga USD6.9 (diimpor di indonesia jadi 140rb) tapi suara dijamin beda mas
dan yang produksi Indonesia sedikit ngawur, karena tidak ada ended, karena track terakhir lagu sudah berakhir tapi track jalan terus
sampai 15 menit. jadi apabila di repeat, kita harus nunggu 15 menit,
dan saya masih punya contoh lainnya dari kenakalan produsen kita
tapi... ini hanya pendapat saya aja.....
