21-03-2011, 11:50 AM
mungkin banyak rekan2 yang belum tahu hal ini, saya akan sedikit share :)
Pada tanggal 8 November 2007, Sartono, sebagai pencipta Hymne Guru, disaksikan oleh Dirjen PMPTK Depdiknas, Dr. Fasli Jalal Ph. D dan Ketua Pengurus Besar PGRI HM. Rusli, telah menandatangani surat resmi tentang penggantian lirik terakhir dari Hymne Guru tersebut. Kata-kata “tanpa tanda jasa” diganti menjadi “pembangun insan cendekia”. Sehingga Hymne Guru tersebut diakhiri dengan “Engkau patriot pahlawan bangsa pembangun insan cendekia.”
kalau diperhatikan, 98% masih sama dengan yang lama,,hanya setelah "revisi" ini, judul HYMNE GURU-PAHLAWAN TANPA TANDA JASA diganti menjadi HYMNE GURU-PEMBANGUN INSAN CENDEKIA dan kata terakhir dalam lagu ikut berubah menjadi demikian. Mengapa diganti? ada beberapa alasan. kalau catatan saya ketemu tak post lagi. mungkin sebagian orang akan menyayangkan alasan tersebut, tapi saya sedikit banyak bisa mengerti alasannya. (saat ini saya mau tulis alasannya tapi tak tahu harus menggunakan kalimat yang bagaimana) :))
Atas saran dari PGRI Pusat maka pak Sartono mengubah lirik lagu tersebut.
Pada tanggal 8 November 2007, Sartono, sebagai pencipta Hymne Guru, disaksikan oleh Dirjen PMPTK Depdiknas, Dr. Fasli Jalal Ph. D dan Ketua Pengurus Besar PGRI HM. Rusli, telah menandatangani surat resmi tentang penggantian lirik terakhir dari Hymne Guru tersebut. Kata-kata “tanpa tanda jasa” diganti menjadi “pembangun insan cendekia”. Sehingga Hymne Guru tersebut diakhiri dengan “Engkau patriot pahlawan bangsa pembangun insan cendekia.”
kalau diperhatikan, 98% masih sama dengan yang lama,,hanya setelah "revisi" ini, judul HYMNE GURU-PAHLAWAN TANPA TANDA JASA diganti menjadi HYMNE GURU-PEMBANGUN INSAN CENDEKIA dan kata terakhir dalam lagu ikut berubah menjadi demikian. Mengapa diganti? ada beberapa alasan. kalau catatan saya ketemu tak post lagi. mungkin sebagian orang akan menyayangkan alasan tersebut, tapi saya sedikit banyak bisa mengerti alasannya. (saat ini saya mau tulis alasannya tapi tak tahu harus menggunakan kalimat yang bagaimana) :))
Atas saran dari PGRI Pusat maka pak Sartono mengubah lirik lagu tersebut.
