05-07-2014, 08:27 PM
ok kang.. tinggal cari dan pelajari topologi - topologi yg ada dulu :-D
|
Cara Merancang Amplifier
|
|
05-07-2014, 08:27 PM
ok kang.. tinggal cari dan pelajari topologi - topologi yg ada dulu :-D
06-07-2014, 02:06 AM
Hasil stepper BJT lebih mulus dan rangkaian lebih simpel daripada CREST 8001
06-07-2014, 07:00 AM
sebuah artikel yang menjelaskan beberapa klas amplifier "http://sound.westhost.com/articles/amp-classes.htm"
06-07-2014, 07:16 AM
06-07-2014, 10:10 AM
cara drive-nya yang nggak tepat mas gantex. masih linear, harusnya mode switching.
06-07-2014, 10:43 AM
(06-07-2014, 07:16 AM)bimo_tok Wrote: Itu gambar tegangan di power supply nya? Kok ngga kotak? Makin sempurna bentuk kotaknya, makin kecil disipasi daya (power dissipation) transistor switching nya. betul kang hasil tegangan supply yg HV saat tegangan supply MV hampir atau mendekati klipping kemudian menswitch ke HV step by step mengikuti output dari amplifiernya. emang beda dengan yg punya master kang langsung switch ke HV tanpa step by step berapapun input di stepper dan outnya berbentuk kotak (kelas H) apa ngak sama juga tanpa stepper kang kalo cuma switch ke HV aja. nah yg saya simulasikan ini sinus (kelas G) dan out step by step mengikuti input di steppernya dan saya rasa ini lebih baik dan efisien dan apa benar ini klas G atau H. nah tapi yg bikin bingung artikel ini kang "http://sound.westhost.com/articles/amp-classes.htm" dari beberapa rangkaian stepper yg saya simulasikan dari mulai yg mosfet maupun bjt, dari punya crest atau mungkin apex outnya sinus, tapi disebut klas H, terus yg benar mana :-D atau ini "http://en.wikibooks.org/wiki/Practical_Electronics/Amplifiers" tentang klas amp dan efisiensi. (06-07-2014, 12:36 PM)gantex Wrote: betul kang hasil tegangan supply yg HV saat tegangan supply MV hampir atau mendekati klipping kemudian menswitch ke HV step by step mengikuti output dari amplifiernya. Kalau menurut pemahaman saya, class H yang power supplynya di switch berbentuk kotak. Tegangan tingginya bisa lebih dari satu, tapi yang penting perpindahan tegangan power supply terjadi hampir seketika (kotak). Ini disipasi transistor switching nya paling kecil. Kalau kelas G tegangan power supply nya mengikuti bentuk tegangan input. Kalau sinyal inputnya sinus, tegangan power supplynya juga sinus. Jumlah transistor untuk switchingnya sama dengan jumlah transistor untuk power supply yang rendah. Disipasi dayanya hampir terbagi rata untuk trnasistor tegangan rendah dan tinggi saat full power. Kelas H lebih efisien daripada kelas G, tapi umumnya cacat kelas G lebih rendah. Di internet, sering tertukar-tukar penyebutan antara kelas H dan kelas G ini.
06-07-2014, 01:45 PM
:-? gitu ya kang, jadi tambah paham intinya.
nah jadi timbul pertanyaan apakah saat seketika itu langsung switch ke HV kang walaupun input stepper bervariasi atau hanya saat MV terlampaui atau klipping dan tegangan HV step by step sampai max HV-nya ? semisal MV dan HV hanya selisih sekian volt atau tidak jauh beda apa masih bisa dikatakan efisien ?
06-07-2014, 03:11 PM
(06-07-2014, 01:45 PM)gantex Wrote: :-? gitu ya kang, jadi tambah paham intinya. Tegangan power supply di switch saat tegangan input sedikit di bawah tegangan power supply yang rendah. Kalau tegangannya di switch saat tegangan inputnya sama dengan tegangan power supply yg rendah, akan terjadi cacat. Karena switching kan butuh waktu juga walaupun dalam orde kurang dari 1 micro second. Waktu transistor switch ON, disipasi dayanya hanya arus keluaran x tegangan saturasi. Jadi cukup kecil. Katakanlah untuk transistor bipolar tegangan saturasinya 2V dengan arus kolektor 10A, maka disipasi dayanya 20W dan ini hanya sebentar. Karena tidak mungkin transistornya ON terus. Efisiensi minimal jika sinyal inputnya bentuk kotak dengan tegangan mendekati tegangan power supply yang tinggi. Katakalah disipasi saat ON 20W, maka disipasi rata2nya hanya 10W. Dengan sinyal sinus, waktu ON menjadi lebih pendek jadi disipasi daya rata2nya jadi jauh lebih kecil. |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|